- Perancang busana Ariy Arka meluncurkan brand wellness lokal Miri Miri di Cibubur, Jakarta, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
- Brand tersebut memperkenalkan produk Miri Miri Energy Oil dan Extrait de Parfum untuk membantu relaksasi serta perawatan diri sehari-hari.
- Produk dirancang melalui riset selama satu tahun menggunakan botol kaca guna mencegah oksidasi serta menjaga kualitas bahan alami.
Suara.com - Bagi Ariy Arka, kesibukan sebagai fashion designer bukan hanya soal merancang busana dan mengejar ide kreatif. Di balik gemerlap dunia fashion, ada rutinitas panjang, deadline, persiapan show, hingga berbagai urusan bisnis yang tak jarang menguras energi.
Dari pengalaman itulah muncul gagasan yang kemudian membawanya ke dunia wellness.
Ariy memperkenalkan Miri Miri, brand holistic wellness dan lifestyle asal Indonesia yang menghadirkan produk perawatan diri, salah satunya Miri Miri Energy Oil. Produk ini dirancang untuk menjadi bagian dari ritual sederhana sehari-hari ketika tubuh membutuhkan jeda dari padatnya aktivitas.
“Kalau aku kan basically designer. Capek kerja, capek bikin desain, capek ini, ini, itu, segala macam. Kadang tuntutan mau show, deadline, segala macam itu membuat kita lelah, letih. Akhirnya bagaimana caranya bikin produk yang bisa dirasakan dan kemanfaatannya untuk kita sendiri terutama,” ujar Ariy Arka saat Grand Launching Miri Miri Energy Oil di Abeey Coffee & Eatery, Cibubur, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Ariy, Miri Miri pada awalnya berangkat dari kebutuhan personal. Ia membutuhkan sesuatu yang bisa menemani kesehariannya yang penuh aktivitas, sekaligus memberikan ruang untuk berhenti sejenak.
“Memang produk ini bisa menemani aku buat keseharian aku yang penuh dengan aktivitas, ngurusin usaha, ngurusin desain, ngurusin macam-macam. Jadi sebenarnya karena concern aku juga dan alhamdulillah ini bisa menularkan semuanya ke banyak orang,” tuturnya.
Ketika Fashion Designer Masuk ke Dunia Wellness
Bagi sebagian orang, perpindahan dari fashion ke wellness mungkin terlihat seperti dua dunia yang berbeda. Namun bagi Ariy, keduanya memiliki benang merah yang sama: menciptakan pengalaman dan menghadirkan sesuatu yang memiliki nilai bagi manusia.
Pengalaman sebagai desainer justru ikut membentuk karakter Miri Miri. Perhatiannya terhadap detail tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga pada kemasan dan aroma.
“Kalau dibilang seberapa jauh, sangat lumayan. Kita memikirkan produknya benar-benar. Misalnya dari packaging-nya saja sudah mulai dipikirkan banget. Tidak cuma itu, aromanya juga kalau misalkan kita pakai jangan kayak bau nenek-nenek,” kata Ariy.
Ia memahami bahwa salah satu tantangan produk berbasis oil adalah persepsi sebagian orang yang menganggap minyak pijat identik dengan aroma yang terlalu tradisional.
“Kadang-kadang orang mikir, ‘Ah males aku pakai minyak balur, ah males aku pakai massage oil, terlalu bau kayak orang tua.’ Tapi Miri Miri nggak ada. Kalau misalnya mau dipakai, aromanya mirip parfum sebenarnya,” ujarnya.
Karena itu, Miri Miri Energy Oil dirancang dengan karakter aroma yang lebih modern. Perpaduan floral lavender dengan nuansa citrus memberikan sensasi yang menenangkan sekaligus menyegarkan.
Produk tersebut juga menggunakan patchouli atau nilam sebagai salah satu hero ingredient yang dekat dengan kekayaan alam Indonesia.
Dari Pengalaman Pribadi Menjadi Ritual Self-Care
Bagi Ariy, wellness tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk liburan panjang atau perawatan mahal. Sesederhana menyediakan beberapa menit untuk memijat tubuh, mengoleskan oil, menikmati aromanya, dan menyadari kondisi tubuh sendiri pun bisa menjadi bentuk self-care.
“Yang pasti kita tahu memang Indonesia punya beragam macam oil yang hanya didapat di Jawa Barat. Banyak, hampir di seluruh kota di Indonesia, tapi paling banyak perkembangannya ada di Jawa Barat,” jelasnya.
Pengembangan Miri Miri sendiri dilakukan melalui proses riset dan pengembangan selama kurang lebih satu tahun. Ariy menyebut berbagai masukan dari orang-orang di sekitarnya turut menjadi bagian dari proses tersebut.
Di tengah perkembangan teknologi, ia juga memanfaatkan berbagai sumber informasi untuk mengeksplorasi bahan-bahan yang digunakan.
“Kita juga bisa research dari situ, misalkan kandungan patchouli manfaatnya untuk apa, chamomile untuk apa, lavender untuk apa, ginger untuk apa. Kita menggabungkan ke dalam suatu produk yang benar-benar bisa dikemas secara kebermanfaatan,” katanya.
Miri Miri Energy Oil kemudian hadir dengan tekstur ringan dan cepat meresap sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas setelah beraktivitas maupun menjelang istirahat.
Untuk menjaga kualitas bahan di dalamnya, Ariy memilih menggunakan kemasan botol kaca.
“Saya memutuskan untuk menggunakan kemasan botol kaca supaya tidak terjadi oksidasi pada ingredients yang ada di dalam produk Miri Miri,” ujarnya.
Parfum sebagai Ekspresi Karakter
Selain Energy Oil, Miri Miri juga memperkenalkan MIRI MIRI Extrait de Parfum. Jika Energy Oil lebih dekat dengan ritual relaksasi, parfum tersebut menjadi cara lain bagi Ariy untuk menerjemahkan gagasan tentang karakter dan personalitas.
Ariy melihat parfum bukan sekadar wewangian, tetapi bagian dari identitas seseorang.
“Kalau ngomongin parfum, kita masing-masing personal itu punya desain yang diciptakan sama Tuhan berdasarkan blueprint-nya kita masing-masing,” katanya.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karakter aroma Miri Miri Extrait de Parfum. Perpaduan sandalwood dan cedarwood menghadirkan nuansa woody yang hangat, dengan sentuhan black pepper dan cardamom yang memberikan karakter spicy. Bergamot membuka aroma dengan kesegaran elegan, sementara violet, iris, dan amber memberikan kesan lembut, sophisticated, hingga sensual.
Bagi Ariy, baik Energy Oil maupun parfum memiliki tujuan yang sama: mengajak seseorang kembali memperhatikan dirinya sendiri.
“Miri Miri lebih dari sekadar minyak, melainkan mengajak manusia menyediakan sedikit waktu untuk diri sendiri dengan merasakan, merawat, dan kembali menemukan keseimbangan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, perjalanan Ariy dari fashion menuju wellness menunjukkan bahwa merawat diri tidak harus menjadi sesuatu yang rumit. Di tengah kehidupan yang serba cepat, justru jeda-jeda kecil bisa menjadi cara untuk kembali terhubung dengan tubuh dan diri sendiri.
Dan mungkin, bagi Ariy, menciptakan produk wellness adalah bentuk lain dari desain: bukan lagi merancang pakaian untuk dikenakan tubuh, tetapi menciptakan ritual yang membantu seseorang merasa lebih nyaman berada di dalam tubuhnya sendiri.