- Bekas jerawat terbagi menjadi PIE yang berwarna kemerahan akibat kerusakan pembuluh darah serta PIH yang berwarna gelap karena kelebihan melanin.
- Metode blanch test dengan menekan noda dapat membedakan kedua jenis bekas jerawat tersebut secara akurat berdasarkan perubahan warnanya.
- Penanganan dan pencegahan yang tepat menggunakan bahan aktif spesifik serta sunscreen dapat mengatasi masalah noda jerawat secara efektif.
Suara.com - Masalah jerawat sering kali tidak berhenti setelah tonjolan di kulit mengempis. Fase berikutnya yang sering dikeluhkan adalah munculnya noda bekas jerawat.
Namun, tahukah kamu bahwa bekas jerawat tidak semuanya sama? Secara medis, bekas ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Post-Inflammatory Erythema (PIE) dan Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH).
PIE biasanya berwarna kemerahan, merah muda, atau terkadang keunguan.
Memahami perbedaan PIE dan PIH bekas jerawat dan cara membedakannya sangatlah penting agar tidak salah dalam memilih produk skincare.
Mari kita bedah 5 poin penting berikut untuk mengenali karakteristik dan penanganannya!
1. Perbedaan Warna
Perbedaan paling mendasar yang bisa langsung terlihat adalah warnanya. PIE biasanya berwarna kemerahan, merah muda, atau terkadang keunguan.
Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah yang melebar atau rusak selama proses peradangan jerawat.
Di sisi lain, PIH memiliki warna yang cenderung lebih gelap, mulai dari cokelat muda, cokelat tua, hingga kehitaman.
PIH dipicu oleh produksi melanin (pigmen kulit) yang berlebihan sebagai respons terhadap trauma pada kulit.
2. Penyebab
Mengutip dari laman Sozo Aesthetic Clinic Singapore, kedua kondisi ini memiliki mekanisme pembentukan yang berbeda.
"PIE muncul sebagai bercak merah atau merah muda yang disebabkan oleh pelebaran atau kerusakan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit. PIH muncul sebagai bercak cokelat atau hitam yang disebabkan oleh produksi melanin yang berlebihan," demikian penjelasan mereka.
Singkatnya, jika PIE berhubungan dengan sirkulasi darah dan pembuluh kapiler, maka PIH sepenuhnya berkaitan dengan pigmen kulit.
3. Cara Membedakan PIE dan PIH dengan Blanch Test
Untuk membedakan keduanya secara akurat, kamu bisa menerapkan metode sederhana yang disarankan oleh pakar estetika.
Mengutip penjelasan dari Sozo Aesthetic Clinic, "apakah noda tersebut memucat saat kamu menekannya? Jika ya, kita berhadapan dengan PIE, masalah pembuluh darah dan bukan pigmentasi. Jika warnanya tetap sama, kemungkinan besar itu adalah PIH."
Pengujian ini membantumu memahami perbedaan PIE dan PIH bekas jerawat dan cara membedakannya secara langsung hanya menggunakan jari.
4. Perbedaan Kandungan dan Metode Perawatan
Karena penyebab mendasarnya berbeda, bahan aktif dan perawatan yang dibutuhkan pun tidak sama:
Untuk PIE (Fokus Pembuluh Darah): Membutuhkan bahan penenang dan pelindung skin barrier seperti Centella Asiatica, Niacinamide, atau tindakan medis menggunakan Vascular Laser (seperti Pulsed Dye Laser).
Untuk PIH (Fokus Pigmentasi): Membutuhkan bahan pencerah dan eksfoliasi seperti Vitamin C, Alpha Arbutin, Retinoid, AHA, atau Pigment-Targeting Laser.
5. Langkah Pencegahan Meminimalkan Noda
Agar bekas jerawat tidak makin parah, terapkan kebiasaan berikut:
- Gunakan sunscreen secara rutin: Sinar UV dapat memperburuk kemerahan PIE dan membuat warna PIH makin gelap.
- Jangan memencet jerawat: Tekanan fisik akan melukai pembuluh darah dan memicu produksi melanin lebih banyak.
- Jaga hidrasi kulit: Gunakan pembersih yang lembut agar peradangan tidak terulang.
Dengan memahami perbedaan PIE dan PIH bekas jerawat dan cara membedakannya, kamu bisa menyusun rutinitas perawatan wajah yang lebih terarah dan efektif. Ingat, memulihkan kulit membutuhkan waktu dan konsistensi, jadi rawatlah kulitmu dengan sabar!