Berobat ke Luar Negeri, Ini Pentingnya Menyaring Informasi Medis yang Tepercaya

Vania Rossa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Berobat ke Luar Negeri, Ini Pentingnya Menyaring Informasi Medis yang Tepercaya
Ilustrasi berobat ke luar negeri. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Seorang influencer membagikan pengalamannya mencari pendapat medis kedua di Penang, Malaysia, yang memicu perdebatan publik.
  • Direktur Medisata, Birgita, menyatakan bahwa pengalaman pribadi pasien di media sosial tidak bisa disamaratakan untuk semua kasus medis.
  • Masyarakat diimbau agar membuat keputusan medis berdasarkan pemeriksaan dokter yang kompeten, bukan dari narasi viral.

Suara.com - Media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi kesehatan yang banyak diandalkan masyarakat. Pengalaman seseorang saat berobat ke luar negeri pun dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publik mengenai pilihan layanan medis.

Namun, informasi kesehatan yang beredar di media sosial tidak selalu dapat dijadikan acuan untuk mengambil keputusan medis. Pengalaman satu pasien tidak serta-merta dapat menggambarkan kondisi pasien lain, termasuk ketika membandingkan diagnosis maupun rekomendasi pengobatan di Indonesia dan luar negeri.

Fenomena tersebut kembali menjadi perhatian setelah beredarnya video seorang influencer yang menceritakan pengalamannya mencari second opinion ke Penang, Malaysia. Dalam video tersebut, ia mengaku sebelumnya didiagnosis mengalami usus buntu oleh tiga dokter di Indonesia. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di Penang, ia menyebut dokter menyatakan kondisinya bukan usus buntu, melainkan 'usus kotor'.

Konten tersebut kemudian viral dan memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah masyarakat hingga kalangan dokter mempertanyakan narasi dalam video tersebut karena dinilai tidak dapat menggambarkan fakta medis secara utuh.

Informasi Medis Tak Bisa Disamaratakan

Direktur Medisata, Birgita, mengatakan masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi kesehatan yang diperoleh dari media sosial. Menurutnya, pengalaman personal pasien berbeda dengan fakta medis yang telah melalui pemeriksaan dan validasi dokter.

"Sebuah unggahan di media sosial sering kali dipotong demi kepentingan konten, estetik, atau sensasi semata. Padahal, setiap kasus medis bersifat sangat personal, seperti kondisi fisik, rekam medis, dan penanganan antara satu pasien dengan pasien lainnya tentu tidak bisa disamaratakan," ujar Birgita.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak langsung mengambil kesimpulan mengenai suatu penyakit atau metode pengobatan hanya berdasarkan pengalaman yang dibagikan figur publik di internet.

Terlebih, keputusan medis membutuhkan pemeriksaan secara langsung, penelusuran riwayat kesehatan, pemeriksaan penunjang, serta pertimbangan dokter spesialis yang menangani pasien.

baca juga

Second Opinion ke Luar Negeri Merupakan Hak Pasien

Di tengah maraknya informasi mengenai fasilitas kesehatan di luar negeri, masyarakat sebenarnya memiliki hak untuk mencari second opinion, termasuk dengan berkonsultasi kepada dokter di negara lain.

Menurut Medisata, mencari pendapat medis kedua dapat menjadi pilihan bagi pasien yang masih memiliki keraguan mengenai diagnosis maupun rencana penanganan. Namun, hasil second opinion tetap harus dipahami sesuai kondisi medis masing-masing pasien.

"Jangan ragu untuk second opinion namun keputusan antara perlu atau tidak tindakan lanjutan seperti operasi, tergantung keputusan dokter. Tidak bisa disamaratakan seperti di video, bilang usus buntu kalau ke Penang tidak perlu operasi. Ini edukasi yang tidak tepat," kata Birgita.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk menjalani tindakan medis, termasuk operasi, tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan negara tempat pasien memperoleh layanan kesehatan.

Jangan Anggap Pengobatan di Luar Negeri Selalu Berbeda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Layanan Kesehatan Makin Lengkap, Rumah Sakit Baru Beroperasi di Pusat Samarinda

Layanan Kesehatan Makin Lengkap, Rumah Sakit Baru Beroperasi di Pusat Samarinda

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Terkini

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38 WIB

4 Hydrating Serum Probiotic Rawat Skin Barrier, Cegah Dehidrasi dan Iritasi

4 Hydrating Serum Probiotic Rawat Skin Barrier, Cegah Dehidrasi dan Iritasi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:35 WIB

×