Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah

Ruth Meliana

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah
ilustrasi sunscreen spray (magnific)
baca 10 detik
  • Laboratorium independen Valisure menemukan kontaminasi residu benzena karsinogenik pada sejumlah produk sunscreen spray merek besar.
  • Paparan benzena melalui inhalasi dan penyerapan kulit dapat meningkatkan risiko leukemia, kanker darah, serta gangguan sumsum tulang.
  • Konsumen disarankan beralih menggunakan sunscreen bentuk lotion atau krim untuk menghindari bahaya kontaminasi aerosol.

Suara.com - Sunscreen spray sering menjadi pilihan praktis banyak orang karena mudah diaplikasikan, cepat merata, dan cocok untuk aktivitas luar ruangan. Namun, di balik kemudahannya, muncul temuan mengkhawatirkan terkait keberadaan residu benzena di sejumlah produk ini.

Benzena bukan bahan yang sengaja ditambahkan, melainkan kontaminan yang bisa masuk selama proses produksi. Beberapa tahun terakhir, laboratorium independen seperti Valisure menemukan kadar benzena dalam ratusan batch sunscreen dan produk after-sun.

Sebagian besar yang terkontaminasi adalah formulasi spray atau aerosol. Temuan ini memicu penarikan produk dari merek-merek besar dan mendorong perhatian regulator kesehatan.

Benzena dikenal sebagai zat karsinogenik yang sudah lama dikaitkan dengan gangguan kesehatan serius. Paparan melalui inhalasi saat menyemprotkan produk dan penyerapan melalui kulit membuat risiko lebih tinggi dibanding bentuk lotion.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan jangka panjang penggunaan sunscreen spray sehari-hari.

Artikel ini merangkum bahaya utama residu benzena pada sunscreen spray berdasarkan temuan ilmiah dan data kesehatan yang tersedia. Informasi ini diharapkan membantu konsumen lebih waspada dan memilih produk yang lebih aman.

ilustrasi sunscreen spray (freepik)
ilustrasi sunscreen spray (freepik)

1. Benzena Merupakan Karsinogen yang Sudah Terbukti

Benzena digolongkan sebagai karsinogen kelompok 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Paparan jangka panjang, bahkan dalam kadar rendah, dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia dan kanker darah lainnya.

Zat ini dapat merusak sumsum tulang dan mengganggu produksi sel darah. Pada produk sunscreen spray, risiko meningkat karena benzena mudah menguap dan terhirup saat aplikasi.

2. Paparan Melalui Inhalasi Lebih Tinggi pada Bentuk Spray

Saat menyemprotkan sunscreen, partikel aerosol menyebar di udara sekitar wajah dan saluran pernapasan. Benzena yang terkandung di dalamnya dapat langsung terhirup.

baca juga

Penelitian menunjukkan bahwa formulasi spray lebih sering mengandung kadar benzena lebih tinggi dibanding lotion atau krim. Paparan berulang setiap hari, terutama di area terbuka atau saat beraktivitas di luar, meningkatkan total dosis yang masuk ke tubuh.

3. Penyerapan Melalui Kulit Juga Menjadi Jalur Paparan

Selain dihirup, benzena dapat diserap melalui kulit. Beberapa bahan dalam sunscreen yang dirancang agar mudah meresap justru berpotensi mempercepat masuknya kontaminan ke aliran darah.

Meskipun kadarnya sering dalam rentang parts per million (ppm), penggunaan rutin dalam jangka panjang tetap menjadi perhatian para ahli toksikologi.

4. Gangguan pada Sistem Pembentukan Darah

Paparan benzena kronis dapat menurunkan jumlah sel darah merah, putih, dan trombosit. Kondisi ini berujung pada anemia, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan pembekuan darah.

Efek hematotoksik ini sudah terdokumentasi dengan baik pada pekerja industri yang terpapar benzena, dan menjadi peringatan serius bagi konsumen produk konsumen yang terkontaminasi.

5. Potensi Masalah Kesuburan dan Sistem Saraf

Studi menunjukkan bahwa benzena dapat memengaruhi organ reproduksi dan sistem saraf pusat. Gejala seperti pusing, sakit kepala, dan gangguan konsentrasi bisa muncul pada paparan akut kadar tinggi.

Meskipun kadar dalam sunscreen biasanya lebih rendah, kombinasi dengan sumber paparan lain (asap kendaraan, rokok, atau lingkungan) dapat menambah beban total.

6. Kontaminasi Tidak Konsisten Antar Batch

Salah satu temuan penting adalah variasi kadar benzena antar batch produk yang sama. Satu lot bisa mengandung kadar tinggi, sementara lot lain bersih.

Ini menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi selama proses manufaktur, kemungkinan dari propelan aerosol (seperti isobutane), etanol berbahan dasar petroleum, atau agen pengental. Konsumen sulit mengetahui produk mana yang aman hanya dari label.

7. Anak-Anak dan Kelompok Rentan Lebih Berisiko

Kulit anak lebih tipis dan luas permukaan tubuh relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Paparan benzena dari sunscreen spray yang sering digunakan pada anak-anak berpotensi memberikan dosis lebih tinggi per kilogram berat badan.

Ibu hamil dan orang dengan gangguan sumsum tulang juga termasuk kelompok yang perlu ekstra hati-hati.

8. Tidak Ada Tingkat Paparan yang Benar-Benar Aman

Banyak ahli menekankan bahwa tidak ada kadar benzena yang sepenuhnya aman untuk manusia. FDA menetapkan batas kondisional sekitar 2 ppm untuk beberapa produk obat, namun keberadaan zat ini dalam produk konsumen sehari-hari tetap menjadi isu.

Beberapa produk yang ditarik bahkan mengandung kadar jauh di atas ambang tersebut.

9. Manfaat Sunscreen Tetap Penting, Tapi Pilih Bentuk yang Lebih Aman

Perlindungan dari radiasi UV tetap krusial untuk mencegah kanker kulit. Namun, para ahli menyarankan beralih ke lotion, krim, atau stick sunscreen daripada spray.

Jika terpaksa menggunakan spray, semprotkan ke tangan terlebih dahulu lalu oleskan ke kulit, dan hindari menghirup kabutnya. Simpan produk di tempat sejuk karena suhu tinggi dapat memengaruhi stabilitas bahan.

10. Perlunya Pengawasan dan Transparansi Industri

Temuan berulang mengenai benzena dalam sunscreen spray dan produk aerosol lain menunjukkan perlunya pengujian kontaminan yang lebih ketat oleh produsen dan regulator.

Konsumen berhak mendapatkan produk yang bebas dari zat berbahaya yang tidak seharusnya ada. Memilih merek yang transparan dan secara rutin menguji bahan baku menjadi langkah praktis yang bisa dilakukan.

Kesimpulannya, residu benzena pada sunscreen spray membawa risiko kesehatan yang tidak sepele, terutama terkait kanker darah dan gangguan sistem hematopoietik. Meskipun tidak semua produk terkontaminasi, data menunjukkan bahwa bentuk aerosol lebih rentan.

Dengan memilih formulasi sunscreen non-spray dan memperhatikan cara aplikasi, risiko paparan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan perlindungan dari sinar matahari. Selalu prioritaskan keamanan jangka panjang di samping kenyamanan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Sunscreen Wardah SPF 35 untuk Kulit Sehat dan Cerah Bebas dari Jerawat

2 Sunscreen Wardah SPF 35 untuk Kulit Sehat dan Cerah Bebas dari Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Apakah Usia 50 Tahun Masih Efektif Pakai Sunscreen untuk Mengurangi Flek Hitam?

Apakah Usia 50 Tahun Masih Efektif Pakai Sunscreen untuk Mengurangi Flek Hitam?

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:59 WIB

6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga

6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×