Cara Menyimpan Cabai dan Bumbu Dapur di Kulkas agar Tidak Cepat Busuk

Farah Nabilla

Jum'at, 04 September 2026 | 14:15 WIB
Cara Menyimpan Cabai dan Bumbu Dapur di Kulkas agar Tidak Cepat Busuk
Ilustrasi menyimpan cabai dan bumbu dapur di kulkas
baca 10 detik
  • Suhu kulkas perlu dipertahankan pada 4 derajat Celsius untuk menjaga kesegaran cabai serta bumbu dapur yang mudah rusak.
  • Cabai serta rempah segar tidak boleh dicuci sebelum disimpan demi mencegah kelembapan berlebih yang memicu pertumbuhan jamur.
  • Bawang merah dan bawang putih utuh sebaiknya disimpan pada tempat kering bersirkulasi udara baik tanpa harus masuk kulkas.

Suara.com - Cara menyimpan cabai dan bumbu dapur di kulkas perlu diperhatikan agar bahan masakan tidak cepat layu, berair, berjamur, atau membusuk sebelum sempat digunakan. Kesalahan sederhana seperti memasukkan cabai dalam kondisi basah atau mencampur semua bumbu dalam satu wadah justru bisa mempercepat kerusakan.

Menyimpan bahan makanan di kulkas memang dapat membantu mempertahankan kesegarannya. Namun, suhu, kelembapan, kebersihan, hingga jenis wadah yang digunakan tetap perlu diperhatikan.

Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), kulkas sebaiknya dipertahankan pada suhu 40°F atau sekitar 4°C atau lebih rendah untuk membantu menjaga keamanan bahan makanan yang mudah rusak.

Lantas, bagaimana cara menyimpan cabai dan bumbu dapur di kulkas yang tepat?

Bumbu dapurCara menyimpanPerlu kulkas?Tips agar tidak cepat busuk
Cabai merahSortir cabai, jangan dicuci jika belum akan digunakan. Masukkan ke wadah tertutup yang dilapisi tisu dapur.YaPastikan cabai kering. Ganti tisu jika sudah lembap dan segera pisahkan cabai yang mulai busuk.
Cabai rawitSimpan dalam wadah atau kantong penyimpanan yang bersih dan kering dengan tisu dapur.YaJangan mencampur cabai yang sudah lembek dengan cabai yang masih segar.
Serai/serehPotong bagian akar yang kotor, lalu simpan dalam wadah atau kantong tertutup.YaJangan menyimpan serai dalam kondisi basah. Bungkus dengan tisu untuk membantu menyerap kelembapan.
JaheSimpan jahe dalam kondisi utuh dan kering. Masukkan ke kantong kertas atau wadah yang memiliki sedikit sirkulasi udara.BolehHindari mencuci jahe sebelum disimpan karena sisa air dapat mempercepat pertumbuhan jamur.
LengkuasSimpan dalam kondisi kering di wadah atau kantong penyimpanan dan letakkan di bagian kulkas yang sesuai.YaJangan memasukkan lengkuas yang masih basah. Periksa secara berkala jika mulai muncul bercak atau tekstur terlalu lunak.
KunyitSimpan dalam keadaan utuh dan kering di dalam wadah atau kantong penyimpanan.YaJangan mencuci kunyit sebelum disimpan. Cuci hanya ketika akan digunakan.
Daun salamDaun salam segar dapat dibungkus dengan tisu lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup.YaJaga agar daun tidak terlalu lembap supaya tidak cepat menghitam atau berjamur.
Daun jerukSimpan daun jeruk yang sudah disortir dalam wadah tertutup atau kantong penyimpanan.YaPastikan daun dalam kondisi kering sebelum disimpan.
Daun bawangBersihkan bagian yang kotor, keringkan, lalu bungkus dengan tisu dan masukkan ke wadah atau kantong.YaJangan membiarkan daun bawang terlalu basah karena mudah berlendir dan membusuk.
SeledriBungkus seledri dengan tisu atau kain bersih yang dapat menyerap kelembapan, kemudian simpan dalam wadah.YaJaga kelembapan tetap terkendali dan buang bagian yang mulai menguning atau berlendir.
Bawang merahSimpan bawang merah utuh di tempat kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik.Tidak wajibHindari wadah tertutup rapat yang memerangkap kelembapan. Bawang yang sudah dikupas dapat disimpan dalam kulkas.
Bawang putihSimpan bawang putih utuh di tempat kering dan memiliki sirkulasi udara.Tidak wajibJangan menyimpan bawang putih utuh dalam wadah kedap udara jika kondisinya masih lembap.
Merica utuhSimpan dalam wadah kedap udara dan letakkan di tempat yang kering serta terlindung dari cahaya.TidakJauhkan dari uap air dan panas karena dapat menurunkan kualitas serta aromanya.
Merica bubukMasukkan ke wadah kedap udara setelah kemasan dibuka.TidakGunakan sendok yang benar-benar kering agar bubuk tidak menggumpal dan lembap.
Ketumbar utuhSimpan dalam stoples atau wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering.TidakHindari paparan udara lembap agar aroma dan kualitasnya tetap terjaga.
Ketumbar bubukSimpan dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari kompor atau sumber panas.TidakPastikan tutup selalu rapat setelah digunakan.
KemiriSimpan kemiri kering dalam wadah kedap udara.Tidak wajibUntuk penyimpanan lebih lama, kemiri dapat disimpan di kulkas atau freezer dalam wadah tertutup.
Kayu manisSimpan batang atau bubuk kayu manis dalam wadah kedap udara.TidakJauhkan dari tempat lembap dan panas agar aroma tidak cepat hilang.
CengkehSimpan dalam wadah kedap udara di tempat kering dan gelap.TidakHindari kelembapan karena dapat membuat rempah kehilangan aroma dan kualitasnya.
PalaSimpan biji pala utuh dalam wadah kedap udara.TidakBiji utuh umumnya lebih mampu mempertahankan aroma dibandingkan pala yang sudah digiling.

1. Pilih cabai dan bumbu yang masih segar
Langkah pertama dimulai sejak membeli bahan. Pilih cabai yang kulitnya masih kencang, tidak berlendir, tidak memiliki bercak hitam berlebihan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda busuk.

Hal serupa berlaku untuk bawang, jahe, kunyit, lengkuas, daun bawang, serta bumbu segar lainnya. Hindari memasukkan bahan yang sudah rusak ke dalam kulkas karena bagian yang membusuk dapat mempercepat penurunan kualitas bahan lain di sekitarnya.

FDA juga menyarankan konsumen memilih buah dan sayuran yang tidak memar atau rusak ketika berbelanja.

2. Jangan langsung mencuci cabai sebelum disimpan
Salah satu cara menyimpan cabai agar tidak cepat busuk adalah tidak mencucinya terlebih dahulu jika belum akan digunakan.

Air yang tertinggal di permukaan cabai dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah penyimpanan. Karena itu, cabai bisa langsung disortir dan dibersihkan dari kotoran yang terlihat, kemudian dicuci sesaat sebelum digunakan.

baca juga

Jika cabai sudah dicuci, pastikan cabai benar-benar dikeringkan sebelum masuk ke wadah penyimpanan. FDA merekomendasikan mengeringkan produk segar setelah dicuci menggunakan kain bersih atau tisu bersih untuk mengurangi kelembapan permukaan.

Ilustrasi Buah Tomat dan Beberapa Bumbu Dapur (Pixabay/Kai Reschke)
Ilustrasi Buah Tomat dan Beberapa Bumbu Dapur (Pixabay/Kai Reschke)

3. Gunakan tisu dapur untuk menyerap kelembapan
Setelah cabai dipastikan kering, lapisi wadah atau kantong penyimpanan dengan tisu dapur.

Tisu berfungsi membantu menyerap embun atau kelembapan berlebih yang muncul selama penyimpanan di kulkas. Jika tisu sudah terasa basah, segera ganti dengan yang baru.

Namun, jangan membungkus cabai terlalu rapat tanpa adanya ruang untuk sirkulasi. Tujuannya adalah menjaga cabai tetap terlindungi sekaligus mencegah kondensasi berlebihan.

4. Simpan cabai dalam wadah atau kantong yang sesuai
Cabai sebaiknya tidak dibiarkan terbuka begitu saja di dalam kulkas. Masukkan cabai ke dalam wadah makanan bersih atau kantong penyimpanan yang sesuai.

Jangan mengisi wadah terlalu penuh. Cabai yang tertumpuk terlalu padat lebih mudah mengalami tekanan dan kerusakan fisik.

FDA merekomendasikan bahan makanan yang disimpan di kulkas ditempatkan dalam wadah tertutup atau kantong penyimpanan yang tersegel untuk membantu melindungi makanan.

5. Pisahkan cabai yang sudah mulai rusak
Periksa persediaan cabai secara berkala. Jika menemukan satu cabai yang sudah lembek, berlendir, berjamur, atau membusuk, segera pisahkan dari cabai lainnya.

Jangan menunggu sampai seluruh cabai ikut rusak. Bahan yang sudah menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya dibuang.

FDA menyebut makanan yang terlihat atau berbau mencurigakan sebaiknya dibuang, sementara bahan yang sudah berjamur juga sebaiknya tidak dikonsumsi.

6. Simpan bawang putih, bawang merah, dan bumbu umbi dengan cara berbeda
Tidak semua bumbu dapur cocok diperlakukan sama seperti cabai.

Bawang putih dan bawang merah yang masih utuh dan kering umumnya lebih baik disimpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik, bukan otomatis dimasukkan ke kulkas.

USDA Food and Nutrition Administration mencantumkan dry onions atau bawang kering sebagai bahan yang tidak perlu didinginkan dan dapat disimpan pada tempat kering bersuhu sekitar 60–70°F.

Sementara itu, bumbu seperti jahe, kunyit, atau lengkuas dapat disimpan dalam kulkas jika ingin mempertahankan kualitasnya lebih lama. Pastikan bahan tidak dalam kondisi basah ketika dimasukkan ke wadah.

7. Daun bawang dan bumbu segar membutuhkan perhatian ekstra
Bumbu dapur berupa daun seperti daun bawang, seledri, daun ketumbar, atau rempah segar lebih mudah kehilangan kesegarannya.

Simpan dalam kondisi bersih dan kering menggunakan wadah yang sesuai. Jangan membiarkan daun terendam air selama penyimpanan karena kelembapan berlebih dapat membuatnya cepat berlendir dan membusuk.

FDA secara khusus merekomendasikan penyimpanan sayuran yang mudah rusak seperti herbs atau tanaman herbal segar di dalam kulkas pada suhu 40°F atau lebih rendah.

8. Jangan mencampur bumbu segar dengan bahan yang mudah mencemari
Simpan cabai dan bumbu dapur pada area yang bersih dan jauh dari daging, ayam, atau seafood mentah.

FDA menyarankan buah dan sayuran dipisahkan dari daging, unggas, dan seafood mentah untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Karena itu, sebaiknya jangan meletakkan cabai atau bumbu segar tanpa wadah di rak kulkas yang sama dengan bahan mentah yang berpotensi meneteskan cairan.

9. Bersihkan kulkas secara rutin
Kulkas yang kotor juga dapat menjadi salah satu penyebab bahan makanan lebih cepat mengalami masalah.

Segera bersihkan tumpahan makanan dan lakukan pembersihan bagian dalam kulkas secara rutin. FDA juga merekomendasikan membersihkan kulkas secara berkala dan segera mengelap tumpahan makanan.

Sebelum menyimpan cabai dan bumbu baru, periksa juga bahan lama agar tidak ada bahan yang sudah membusuk dan terlupakan di dalam kulkas.

10. Jangan mencuci bumbu dengan sabun
Meski ingin memastikan bahan benar-benar bersih, jangan mencuci cabai atau sayuran menggunakan sabun, deterjen, maupun cairan pembersih rumah tangga.

FDA merekomendasikan mencuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir, bukan sabun atau deterjen. Setelah dicuci, bahan sebaiknya dikeringkan sebelum digunakan atau disimpan.

Berapa lama cabai bisa disimpan di kulkas?

Lama penyimpanan cabai sangat bergantung pada jenis, tingkat kematangan, kondisi saat dibeli, suhu, dan kelembapan penyimpanan.

Sebagai gambaran, data USDA mengenai penyimpanan paprika dan cabai segar menyebut cabai segar dapat bertahan sekitar 2–3 minggu pada suhu sekitar 7°C dengan kelembapan relatif 90–95%, meski kondisi penyimpanan rumah tangga dapat berbeda. USDA juga mencatat cabai rentan mengalami chilling injury jika disimpan di bawah 7°C terlalu lama, yang dapat menyebabkan perubahan tekstur, bercak, dan pembusukan.

Artinya, memasukkan cabai ke kulkas bukan berarti cabai otomatis akan awet tanpa batas. Kondisi bahan dan pengaturan suhu kulkas tetap berpengaruh.

Dengan cara tersebut, cara menyimpan cabai dan bumbu dapur di kulkas tidak sekadar memasukkan semua bahan ke dalam lemari pendingin. Mengontrol kelembapan, menjaga kebersihan, memilih wadah yang tepat, dan memisahkan bahan berdasarkan jenisnya justru menjadi kunci agar stok bumbu tetap segar dan tidak cepat terbuang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panduan Anti Rugi, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan saat Membeli Kulkas Baru

Panduan Anti Rugi, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan saat Membeli Kulkas Baru

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 13:33 WIB

Mengapa Telur dan Susu Sebaiknya Tidak Disimpan di Rak Pintu Kulkas? Ini Lho Bahayanya

Mengapa Telur dan Susu Sebaiknya Tidak Disimpan di Rak Pintu Kulkas? Ini Lho Bahayanya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kulkas Menggunakan Bubuk Kopi dan Baking Soda?

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kulkas Menggunakan Bubuk Kopi dan Baking Soda?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 10:32 WIB

Bolehkah Makanan Panas Langsung Masuk Kulkas? Hati-hati, Ini Dampak Buruknya

Bolehkah Makanan Panas Langsung Masuk Kulkas? Hati-hati, Ini Dampak Buruknya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 13:43 WIB

Kulkas Polytron 1 Pintu Berapa Watt? Ini Cara Menghitung Pemakaian Listriknya

Kulkas Polytron 1 Pintu Berapa Watt? Ini Cara Menghitung Pemakaian Listriknya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan

Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 14:24 WIB

Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan

Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 14:17 WIB

Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu

Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:15 WIB

Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km

Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 14:14 WIB

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:10 WIB

Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?

Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:05 WIB

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 14:04 WIB

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Opini | Sabtu, 05 September 2026 | 14:01 WIB

Membaca Panji Tengkorak Karya Seno Gumira Ajidarma: dari Komik ke Disertasi

Membaca Panji Tengkorak Karya Seno Gumira Ajidarma: dari Komik ke Disertasi

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:00 WIB

PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M

PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:58 WIB

×