-
Weton jodoh dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran Jawa.
-
Total neptu pasangan dicocokkan dengan kategori primbon Jawa tradisional.
-
Weton jodoh bisa jadi gambaran, mamun bukan penentu keberhasilan hubungan asmara.
Suara.com - Menghitung jodoh berdasarkan weton banyak dicari masyarakat, untuk mengetahui kecocokan pasangan berdasarkan tradisi Jawa.
Dalam budaya Jawa, weton merupakan perhitungan yang menggabungkan hari kelahiran dengan pasaran dalam kalender Jawa.
Perhitungan weton biasanya menggunakan neptu, yaitu nilai angka yang melekat pada setiap hari dan pasaran.
Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui hasil perhitungan kecocokan calon pasangan berdasarkan tradisi Primbon Jawa.
Meski masih digunakan oleh sebagian masyarakat, hasil perhitungan weton sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya, bukan sebagai kepastian mengenai masa depan sebuah hubungan.

Apa Itu Weton dan Neptu?
Weton adalah gabungan antara hari dalam satu pekan dan hari pasaran ketika seseorang dilahirkan. Dalam kalender Jawa terdapat lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Masing-masing hari dan pasaran mempunyai nilai atau neptu. Nilai tersebut menjadi dasar dalam menghitung weton seseorang maupun kecocokan pasangan.
Neptu Hari
Minggu 5
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9
Neptu Pasaran
Legi 5
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8
![Ilustrasi menikah di bulan Muharram. [Freepik.com/teksomolika]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/03/98368-ilustrasi-menikah-di-bulan-muharaam.jpg)
Cara Hitung Weton Jodoh
Setelah mengetahui hari dan pasaran kelahiran kedua pasangan, langkah berikutnya adalah menghitung neptu masing-masing.
Rumus sederhananya:
Neptu weton = Neptu hari + Neptu pasaran
Setelah neptu calon pasangan diperoleh, jumlahkan keduanya.