Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Vania Rossa

Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB
Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film
Syakir Daulay. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Syakir Daulay mengenang awal mula karier filmnya di acara Santri Film Festival 2026 berkat pengalaman kreatif di pesantren.
  • Syakir berpesan agar para santri menguasai kemampuan teknis dan sinema yang kuat guna menyampaikan nilai-nilai Islam secara mendalam.
  • Santri Film Festival 2026 kembali digelar dengan mengusung tema The Verses in Motion serta menyediakan tiga kategori kompetisi.

Suara.com - Syakir Daulay mengenang bagaimana pesantren justru menjadi tempat awal dirinya mengenal dunia film dan berbagai kegiatan kreatif. Dari mengikuti drama teater, musik, hingga terlibat dalam televisi pesantren, pengalaman tersebut kemudian membawanya ke dunia perfilman.

Syakir menceritakan kisah itu saat hadir dalam Santri Film Festival (SANFFEST) 2026. Ia mengaku dulu sempat merasa jenuh dengan rutinitas belajar di pesantren dan mencoba berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang.

“Satu waktu Syakir itu bosan di pesantren, bukan bosan, bete gitu. Namanya jenuh ya. Apa yang bisa asyik di pesantren? Ternyata waktu itu pertama ada drama teater di pesantren. Terus ada musik, pokoknya Syakir ngikut semuanya,” ujar Syakir.

Ia kemudian aktif di televisi pesantren yang saat itu bernama Tahfiz TV. Selain mengaji dan mengisi nasyid, Syakir juga belajar mengoperasikan kamera.

Kesempatan masuk ke dunia film datang ketika ia masih duduk di tingkat akhir pesantren. Seorang sutradara saat itu tengah mencari anak yang mampu mengaji untuk bermain dalam film tentang penghafal Al-Qur'an.

Syakir akhirnya ditawari bermain dalam film Surga Menanti. Ia mengaku saat itu sama sekali belum memiliki pengalaman syuting.

“Waktu itu Syakir belum pernah syuting sama sekali. Akhirnya, wah sebulan lumayan juga nih, enggak ada Syakir, kan belajar hal baru sambil refreshing,” tuturnya.

Namun, sebelum menerima tawaran tersebut, Syakir terlebih dahulu meminta izin kepada kiai. Ia pun mendapat izin untuk menjalani proses syuting selama sekitar satu bulan.

Dalam film tersebut, Syakir berkesempatan belajar langsung dari aktor Agus Kuncoro. Selain mendapatkan pengalaman berakting, ia juga belajar mengenai proses produksi film.

baca juga

Pengalaman tersebut kemudian membuat Syakir semakin tertarik melanjutkan perjalanan di dunia entertainment. Menurutnya, keputusan itu juga dipengaruhi nasihat dari sang kiai yang memintanya menjadi “lampu” di tempat yang masih membutuhkan cahaya.

“Kalau kamu bisa jadi lampu di tempat yang gelap, di tempat yang orang enggak kepikiran buat kenal lebih ini sama Allah, buat lebih kenal sama Al-Qur'an, lebih kenal sama Rasulullah, kalau kamu bisa jadi lampu di tempat-tempat yang gelap, maka itu akan lebih baik,” kata Syakir, mengingat nasihat tersebut.

Dorong Santri Kuasai Teknik Film

Pengalaman dari pesantren hingga masuk ke industri film membuat Syakir melihat pentingnya santri ikut mengambil bagian dalam perkembangan dunia visual.

Menurut dia, di era digital, tontonan memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Karena itu, santri yang ingin menyampaikan nilai-nilai Islam melalui film juga perlu menguasai kemampuan teknis, bukan hanya memiliki pesan yang ingin disampaikan.

“Jangan asal sembarang bikin film. Syakir sampai sekarang masih terus belajar juga bagaimana teknis-teknisnya supaya kita bisa mengalahkan film-film yang mungkin enggak punya nilai,” ujarnya.

Ia juga menilai film yang membawa pesan tertentu tetap perlu dikemas dengan pendekatan sinema yang kuat. Syakir mengibaratkannya seperti cara manusia diciptakan dengan sesuatu yang kompleks, tetapi dibungkus dalam bentuk yang indah.

“Semakin kita mau menyampaikan sesuatu yang berat, harus semakin indah,” katanya.

Syakir berharap semakin banyak santri yang mampu menghasilkan film dengan kemampuan teknis yang baik sekaligus memiliki kedalaman cerita.

Menurutnya, perfilman Indonesia saat ini sudah memiliki aktor dan kekuatan visual yang semakin baik. Namun, ia berharap karya-karya baru juga dapat menghadirkan cerita yang lebih dalam.

“Aku berharap semoga telah lahir dari SANFFEST cerita-cerita yang ciamik secara kaidah film, secara pengetahuan, secara teknisnya juga, tapi punya kedalaman story atau kedalaman cerita yang luar biasa juga,” ujarnya.

SANFFEST 2026 Buka Ruang Santri Berkarya

Kisah perjalanan Syakir tersebut sejalan dengan semangat SANFFEST 2026 yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Tahun ini, SANFFEST mengusung tema “The Verses in Motion”, yang mengajak santri menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam cerita yang relevan dengan kehidupan masa kini.

SANFFEST 2026 membuka tiga kategori kompetisi, yakni Santri Pelajar, Santri Umum, dan Inklusi. Kompetisi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari skenario, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan gambar, hingga pemeranan dan film cerita.

Selain kompetisi, rangkaian SANFFEST juga menghadirkan berbagai kegiatan, seperti Jaulah bersama sineas internasional, proses kurasi dan penjurian, screening karya, hingga Malam Anugerah SANFFEST 2026.

Sejumlah pelaku industri perfilman Indonesia turut terlibat dalam penyelenggaraan SANFFEST 2026, di antaranya Tyo Pakusadewo, Mario Irwinsyah, Fajar Bustomi, dan Niniek L. Karim.

Dengan total hadiah Rp415 juta, SANFFEST 2026 menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan di bidang perfilman sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam bahasa sinema yang kreatif dan relevan.

SANFFEST 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kebudayaan, LPDP, LLMB, serta pihak dan mitra terkait lainnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:35 WIB

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

×