Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 22 September 2026 | 11:41 WIB
Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?
Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya? (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle mengolah kemasan plastik multilapis menjadi papan nama jalan di Bali.
  • Pemasangan fasilitas umum tersebut didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar di ruang publik.
  • Inisiatif kolaboratif ini bertujuan mempertahankan nilai material sampah agar tidak mencemari lingkungan secara berkelanjutan.

Suara.com - Sampah plastik kemasan makanan ringan masih menjadi tantangan karena sebagian material, seperti plastik multilapis (MLP), sulit didaur ulang dengan sistem konvensional.

Persoalan ini juga berkaitan dengan tanggung jawab produsen melalui skema extended producer responsibility (EPR), yang mendorong produsen ikut bertanggung jawab atas kemasan setelah digunakan.

Pemerintah menargetkan pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen pada 2029.

Salah satu pendekatan yang mulai dicoba adalah mempertahankan nilai material setelah menjadi sampah. Di Bali, kemasan bekas makanan ringan diolah menjadi papan nama jalan dan penunjuk arah.

PepsiCo Indonesia bersama Bali Waste Cycle (BWC), dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, memasang papan dari olahan kemasan MLP Lay's, Cheetos, dan Doritos di sejumlah ruang publik di Denpasar dan Gianyar.

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya? (Dok. Istimewa)
Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya? (Dok. Istimewa)

Salah satunya papan nama Taman Kota Sewaka Dharma di Lumintang. Kemasan pascakonsumsi dikumpulkan dan dikelola BWC sebelum diproses menjadi material untuk infrastruktur tersebut.

Director of Government Affairs, Corporate Communications and Sustainability PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara produsen, pemerintah, dan mitra pengelola sampah.

“PepsiCo Indonesia percaya bahwa kolaborasi multi pihak sangatlah penting dalam menghadirkan solusi untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia.”

Menurut Gabrielle, PepsiCo bersama pemerintah, BWC, dan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) terus mendorong pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan pascakonsumsi.

baca juga

Ia berharap kemasan MLP dapat memiliki “kehidupan kedua” ketika dikelola dengan tepat.

Sementara itu, Olivia Anastasia Padang, Director Bali Waste Cycle, mengatakan proyek ini ingin menunjukkan bahwa material yang selama ini dianggap sulit didaur ulang masih dapat memiliki nilai ekonomi.

“Proyek ini tidak semata tentang keberhasilan mengubah sampah menjadi produk baru, melainkan tentang bagaimana mempertahankan nilai material selama mungkin sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.”

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition Asia Pacific 2026. BWC sebelumnya terpilih sebagai finalis program Greenhouse Accelerator pada 2025 dan kembali memperoleh pendanaan untuk mengembangkan solusi pengelolaan material sulit didaur ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Kereta Sleeper Mewah Nusantara Explorer Mulai Diuji KAI

Kereta Sleeper Mewah Nusantara Explorer Mulai Diuji KAI

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 08:00 WIB

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB

Terkini

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:38 WIB

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:34 WIB

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:30 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:25 WIB

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:24 WIB

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

×