- Prof. Ari Fahrial Syam dari PB PGI memperingatkan bahwa makan berlebihan di restoran AYCE berisiko memicu pembengkakan lambung parah dan kematian.
- Porsi makanan yang terlalu besar dalam waktu singkat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan serta memicu sesak napas.
- Masyarakat disarankan mengosongkan lambung sebelumnya, mengunyah secara perlahan, mendahulukan sayuran, serta mengontrol porsi makan demi keamanan pencernaan.
Suara.com - Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH memperingatkan masyarakat akan bahaya kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat, seperti pada konsep All You Can Eat (AYCE).
Pola makan ini berisiko tinggi memicu pembengkakan lambung mendadak, memperparah penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), bahkan berpotensi fatal hingga berujung pada kematian.
Prof. Ari menjelaskan bahwa menyantap porsi besar sekaligus membuat lambung mengalami pelebaran (dilatasi) secara ekstrem dan mendadak.
Makanan yang menumpuk belum sempat turun ke saluran cerna bawah akibat efek bottleneck, sehingga asam lambung beserta isi makanan terdesak naik kembali ke kerongkongan.
"Dalam waktu singkat, lambung itu dilatasi atau bengkak," ujar Prof. Ari di sela-sela peluncuran Fexupraxan, obat terapi GERD generasi baru oleh Daewoong di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

"Karena ada kasus pasien mendadak meninggal akibat mengalami dilatasi mendadak sampai sesak napas dan tersedak. Ini yang berbahaya," imbuhnya.
Untuk menyiasati agar tetap aman saat menikmati hidangan AYCE, Prof. Ari menyarankan agar masyarakat mengosongkan lambung terlebih dahulu beberapa jam sebelumnya dan tidak mengonsumsi makanan secara terburu-buru.
"Misalnya kalau mau makan AYCE bisa tuh seharian lambung dikosongin biar siap nerima makanannya," ungkapnya.
Saat menyantap makanan, proses mengunyah harus dilakukan dengan baik agar beban kerja organ pencernaan tidak terlalu berat.
Selain itu, memilih urutan makanan dengan mendahulukan porsi sayuran daripada daging yang sulit dicerna juga sangat dianjurkan.
"Yang bener kan sayuran dulu ya kalau buat diet, tapi kalau di AYCE orang pasti ngincernya daging. Padahal daging itu diolahnya paling lama, dan tingkatan seratnya cukup padat," jelas Prof. Ari.
Prof. Ari juga mengingatkan yang paling penting, masyarakat dihimbau untuk tetap mengontrol porsi dan tidak memaksakan diri.
"Prinsipnya jangan buru-buru, kunyah makanan dengan baik. Anjuran untuk berhenti makan sebelum kenyang itu sangat benar dari sisi medis," pungkasnya Prof. Ari.