- Air dispenser galon bawah tiba-tiba berbau? Kenali penyebabnya.
- Kondisi galon dan dispenser sama-sama perlu diperiksa.
- Ada beberapa cara untuk menghilangkan bau dan menjaga dispenser tetap bersih.
Suara.com - Pernah mendapati air dari dispenser galon bawah tiba-tiba berbau? Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman, apalagi dispenser digunakan setiap hari untuk menyediakan air minum.
Air yang keluar dari dispenser umumnya diharapkan tetap jernih, segar, dan tidak memiliki aroma yang mengganggu. Ketika muncul bau yang berbeda dari biasanya, kondisi air dan dispenser tentu perlu diperhatikan.
Masalah seperti ini tidak selalu terlihat dari bagian luar dispenser. Ada beberapa bagian yang perlu diperiksa untuk mengetahui dari mana bau tersebut berasal, termasuk kondisi galon dan saluran air di dalam dispenser.
Lantas, apa saja penyebab air dispenser galon bawah berbau dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa.
Berbeda dengan dispenser biasa yang menempatkan galon di bagian atas, dispenser galon bawah memiliki ruang khusus di bagian bawah sehingga galon tidak perlu diangkat ke atas.

1. Bagian Dalam Dispenser Jarang Dibersihkan
Dispenser yang digunakan setiap hari tetap membutuhkan pembersihan secara berkala. Pasalnya, sisa air yang tertinggal di tangki atau jalur air dapat menjadi lingkungan yang mendukung terbentuknya lapisan biofilm, terutama ketika bagian tersebut jarang dibersihkan.
Biofilm merupakan lapisan yang terbentuk ketika mikroorganisme menempel pada permukaan yang lembap. Jika dibiarkan, lapisan tersebut dapat memengaruhi kebersihan dan kualitas air yang melewati bagian dalam perangkat.
Solusinya, bersihkan bagian dispenser yang bersentuhan dengan air sesuai petunjuk dari produsen. Sebagai contoh, Philips merekomendasikan pencucian dan disinfeksi sistem dispenser setiap 3–6 bulan menggunakan pembersih yang sesuai petunjuk pemakaian.
2. Air Terlalu Lama Mengendap
Dispenser galon bawah memiliki tangki dan jalur air yang membuat sebagian air dapat berada di dalam perangkat sebelum keluar melalui keran.
Ketika air tidak banyak digunakan dalam waktu lama, kondisi air yang tidak mengalir dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme pada sistem air.
Kondisi ini lebih mungkin menjadi perhatian ketika dispenser jarang digunakan selama beberapa hari.
Solusinya, setelah dispenser lama tidak digunakan, keluarkan air yang tersisa dan lakukan pembilasan sesuai petunjuk pada buku manual. Pastikan air baru mengalir dengan normal sebelum digunakan untuk minum.
3. Tangki atau Jalur Air Mengalami Penumpukan Kotoran