- PIK Tourism Board memperkenalkan Pantai Indah Kapuk kepada pelaku industri pariwisata Bandung melalui acara Hello PIK di Hotel El Royale Bandung.
- Kegiatan tersebut membahas penyusunan rencana perjalanan terstruktur yang memadukan kuliner, hiburan, rekreasi, fasilitas MICE, serta akomodasi menginap.
- Sejumlah tour operator menunjukkan ketertarikan menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian paket wisata baru bagi para wisatawan.
Suara.com - Selama ini, warga Bandung yang ingin berlibur ke Jakarta mungkin lebih akrab dengan pilihan wisata seperti pusat kota, kawasan bersejarah, hingga destinasi belanja. Namun, ada satu kawasan yang mulai diperkenalkan sebagai pilihan lain untuk perjalanan wisata dari Bandung: Pantai Indah Kapuk (PIK).
Bukan hanya untuk mencari tempat makan atau menghabiskan waktu akhir pekan, PIK mulai ditawarkan sebagai kawasan yang bisa menjadi bagian dari perjalanan wisata yang direncanakan sejak awal.
Potensi tersebut diperkenalkan PIK Tourism Board kepada pelaku industri pariwisata Bandung melalui Hello PIK Goes to Bandung 2026 di Hotel El Royale Bandung.
Dalam pertemuan tersebut, PIK Tourism Board berdiskusi dengan travel agent, tour operator, event organiser, pelaku MICE, hingga bisnis yang berkaitan dengan perjalanan wisata. Salah satu pembahasannya adalah bagaimana berbagai destinasi di PIK dapat dirangkai menjadi itinerary yang lebih terstruktur.
Bagi wisatawan asal Bandung, konsep ini membuka kemungkinan perjalanan ke PIK dengan pengalaman yang lebih beragam. Perjalanan tidak harus berhenti pada satu tempat, tetapi dapat diisi dengan kuliner, hiburan, rekreasi, hingga menginap.
Hal ini juga menjadi peluang bagi travel agent untuk membuat paket wisata sesuai kebutuhan klien, baik perjalanan keluarga, rombongan, maupun kegiatan perusahaan.
Dalam acara tersebut, contoh itinerary PIK turut diperkenalkan agar pelaku perjalanan memiliki gambaran mengenai rute dan pilihan aktivitas yang dapat disusun. Kehadiran informasi mengenai akses transportasi, hotel, fasilitas MICE, atraksi, serta program kemitraan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Managing Director Bhara Tour Herman Rukmanadi dan Director Rex Tour Joseph Irianto turut membicarakan potensi tersebut dalam sesi talk show. Sejumlah tour operator yang hadir disebut menunjukkan ketertarikan untuk menjadikan PIK sebagai bagian dari paket perjalanan yang mereka tawarkan kepada klien.
Dari sisi industri, tantangannya bukan sekadar memiliki banyak tempat untuk dikunjungi. Sebuah kawasan perlu memiliki informasi yang mudah diakses dan terintegrasi agar perjalanan wisatawan dapat dirancang dengan lebih praktis.
Head of Tourism Development Center Agung Sedayu Group Fenny Maria mengatakan, kunjungan ke Bandung menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pelaku perjalanan secara langsung.
“Kami hadir di Bandung untuk mendengarkan sekaligus berbagi. Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini, seperti rencana perjalanan, fasilitas, hingga program kemitraan yang tersedia, dapat memberikan sesuatu yang konkret dan bermanfaat untuk bisnis mereka,” ujar Fenny.
Menurutnya, hubungan dengan industri perjalanan tidak berhenti pada kegiatan promosi semata. PIK Tourism Board ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan para pelaku perjalanan.
“Bagi kami, Hello PIK bukan sekadar roadshow promosi. Ini adalah upaya kami untuk membangun hubungan jangka panjang dengan para mitra di industri yang membawa pengunjung ke PIK, dan kami berharap dapat melanjutkan perjalanan tersebut bersama-sama,” katanya.
Sebelum Bandung, Hello PIK juga telah menyambangi Surabaya dan Kuala Lumpur. Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pilihan wisata di PIK kepada pasar yang lebih luas.
Bagi wisatawan Bandung, perkembangan tersebut membuat PIK menarik untuk dilirik sebagai alternatif destinasi ketika berkunjung ke ibu kota.
Terlebih, kawasan ini dapat dikemas dalam perjalanan yang tidak hanya mengandalkan satu aktivitas, tetapi memadukan kuliner, rekreasi, hiburan, hingga agenda MICE dalam satu rencana perjalanan.