Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem

Farah Nabilla

Senin, 28 September 2026 | 09:54 WIB
Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem
Blackchin Tilapia atau ikan nila hitam [Magnific]
baca 10 detik
  • Spesies invasif asing blackchin tilapia asal Afrika Barat berkembang biak dengan cepat dan menjadi hama di perairan Thailand sejak lama.
  • Ikan invasif tersebut menyebar ke sembilan belas provinsi di Thailand, mendesak spesies lokal, serta mengancam keseimbangan ekosistem perairan.
  • Departemen Perikanan Thailand membatasi kepemilikan ikan, memantau wilayah pesisir, serta mengizinkan warga mengonsumsi tangkapan dengan ketentuan tertentu.

Suara.com - Ikan nila hitam yang menjadi perhatian di Thailand sebenarnya bukan ikan nila biasa, melainkan blackchin tilapia atau ikan blackchin tilapia (Sarotherodon melanotheron). Ikan ini merupakan spesies asing yang berasal dari Afrika Barat dan kini menjadi salah satu spesies invasif yang mendapat perhatian serius di Thailand.

Istilah ikan nila hitam kerap menimbulkan salah pengertian karena blackchin tilapia masih satu keluarga dengan ikan nila. Namun, keduanya merupakan spesies berbeda.

Ikan nila atau Nile tilapia memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus, sedangkan blackchin tilapia adalah Sarotherodon melanotheron. Departemen Perikanan Thailand juga membedakan kedua jenis ikan tersebut.

Kenapa blackchin tilapia menjadi hama di Thailand?

Masalah utama blackchin tilapia adalah kemampuannya berkembang biak dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Ikan ini dapat hidup di perairan tawar maupun payau dan mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang beragam.

Departemen Perikanan Thailand menyebut blackchin tilapia sebagai hewan air asing yang dapat berkembang biak dengan cepat, beradaptasi dengan lingkungan dan bersaing dengan spesies lokal untuk mendapatkan habitat. Penyebarannya kemudian berdampak pada spesies ikan asli, ekosistem perairan dan usaha perikanan.

Kemampuan reproduksinya juga menjadi salah satu faktor penting. Berdasarkan informasi dari Office of Natural Resources and Environmental Policy and Planning Thailand, blackchin tilapia dapat berkembang biak sepanjang tahun.

Ikan betina dapat menghasilkan sekitar 50 hingga 300 telur atau lebih dalam sekali reproduksi. Telur dan larva kemudian dirawat di dalam mulut ikan jantan sehingga peluang kelangsungan hidup anak ikan relatif tinggi.

Bagaimana ikan ini mengganggu ekosistem?

Blackchin tilapia merupakan ikan dengan pola makan yang fleksibel. Makanannya dapat mencakup plankton, tumbuhan, hewan air hingga sisa organisme.

Ketika jumlahnya meningkat tajam, ikan ini dapat mengambil sumber makanan yang sebelumnya tersedia bagi spesies asli. Persaingan tersebut berpotensi mengurangi populasi ikan lokal sekaligus mengubah keseimbangan rantai makanan di perairan.

baca juga

Sebuah kajian ilmiah mengenai invasi blackchin tilapia di Thailand menyebut keberadaan ikan ini berkaitan dengan penurunan populasi ikan asli, gangguan keseimbangan ekosistem dan berkurangnya keanekaragaman hayati. Ikan tersebut juga dapat bersaing dengan spesies lokal untuk memperoleh makanan dan habitat.

Dampaknya tidak hanya terjadi di sungai atau kanal. Blackchin tilapia juga dapat ditemukan di wilayah pesisir, muara dan tambak. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Thailand pada 2025 melakukan pemantauan penyebaran spesies tersebut di sejumlah ekosistem laut penting, termasuk kawasan muara sungai dan kanal.

Mengapa populasinya sulit dikendalikan?

Salah satu alasan blackchin tilapia mudah berkembang di lingkungan baru adalah kemampuan adaptasinya. Penelitian juga menemukan kemungkinan faktor biologis lain yang mendukung keberhasilannya sebagai spesies invasif.

Studi terhadap 164 blackchin tilapia di sejumlah lokasi di Provinsi Chumphon, Thailand, tidak menemukan cacing parasit pada sampel yang diperiksa. Para peneliti menyebut kondisi tersebut dapat mendukung keberhasilan invasi karena ikan mungkin terbebas dari sebagian tekanan parasit yang biasa dihadapi di habitat asalnya.

Penelitian terbaru yang terbit pada 2026 juga menemukan bukti bahwa blackchin tilapia di Thailand berasal dari beberapa introduksi dengan asal geografis berbeda, berdasarkan analisis genetik terhadap ratusan sampel. Temuan tersebut menunjukkan persoalan penyebarannya tidak sesederhana satu populasi yang berkembang dari satu sumber saja.

Sudah menyebar ke mana saja?

Pada 2024, Departemen Perikanan Thailand mencatat blackchin tilapia telah menyebar di 19 provinsi, termasuk Bangkok, Samut Prakan, Samut Sakhon, Samut Songkhram, Phetchaburi, Prachuap Khiri Khan, Chumphon, Surat Thani dan Songkhla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

5 Rekomendasi Ikan Hias Awet & Susah Sakit yang Cocok untuk Kolam di Taman Rumah

5 Rekomendasi Ikan Hias Awet & Susah Sakit yang Cocok untuk Kolam di Taman Rumah

Lifestyle | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:59 WIB

Prabowo Tinjau Kawasan BLUPPB Karawang, Dorong Swasembada Pangan dan Ekonomi Biru

Prabowo Tinjau Kawasan BLUPPB Karawang, Dorong Swasembada Pangan dan Ekonomi Biru

News | Senin, 02 Desember 2024 | 12:04 WIB

Modal Cuma-Cuma dari Astra, Warga Gang Durian Bertahan Budidaya Ikan Nila Meski Tantangan Menghadang

Modal Cuma-Cuma dari Astra, Warga Gang Durian Bertahan Budidaya Ikan Nila Meski Tantangan Menghadang

Your Say | Sabtu, 02 November 2024 | 10:34 WIB

Punya Tambak Nganggur? Presiden Berikan Contoh, Permintaan Ikan Mencapai Rp 230 T

Punya Tambak Nganggur? Presiden Berikan Contoh, Permintaan Ikan Mencapai Rp 230 T

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2024 | 17:35 WIB

Terkini

Prediksi Skor, Susunan Pemain Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 28 September 2026 | 09:58 WIB

Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem

Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:54 WIB

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:52 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

×