Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
Amaq Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, sekaligus peternak ikan. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
baca 10 detik
  • WVI menginisiasi program pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan sistem silvofishery bagi warga di Lombok Timur, NTB.
  • Peternak di Dusun Sungai Sugihan menerapkan metode integrasi ikan dan mangrove untuk meningkatkan produktivitas hasil panen ikan bandeng serta nila.
  • Program ini memberikan bantuan bibit, pakan, dan pelatihan teknis yang berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga setempat.

Suara.com - Program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan yang diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) mulai membuahkan hasil manis bagi warga di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui pola silvofishery—integrasi antara budidaya perikanan dan pelestarian mangrove—para peternak ikan lokal kini menatap optimis panen perdana mereka.

Amaq Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia sekaligus peternak ikan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan intensif yang diberikan oleh WVI. Menurutnya, dukungan berupa bibit, pakan, hingga pelatihan teknis menjadi kunci keberhasilan kelompoknya.

"Kami sangat terbantu dengan program WVI. Kami dibantu pakan dan bibit ikan nila serta bandeng. Ini adalah kerja sama pertama kami, dan sebentar lagi kami akan melakukan panen perdana," ujar Supriadi saat ditemui di lokasi tambaknya di samping Sungai Sugihan, Kamis (9/4/2026).

Produktivitas Tinggi dengan Pola Silvofishery

Di atas lahan demplot seluas kurang lebih 1.000 meter persegi, Supriadi dan kelompoknya membudidayakan sekitar 5.000 bibit ikan bandeng dan 6.500 bibit ikan nila di dua tambak dengan kedalaman air sekitar 65 sentimeter.

Berbeda dengan tambak konvensional, lahan ini menggunakan pola jalur dan tanggul dengan menanam mangrove jenis Rhizophora stylosa di tengah kolam.

Ahmad Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, sekaligus peternak ikan. (Sura.com/Dwi Bowo Raharjo)
Ahmad Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, sekaligus peternak ikan. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, menjelaskan bahwa metode ini tidak hanya bertujuan untuk hasil ekonomi, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir.

"Keberadaan mangrove berfungsi sebagai pelindung alami sekaligus penyeimbang ekosistem bagi ikan," jelasnya.

baca juga

Optimisme Nilai Jual

Proses budidaya ini memakan waktu sekitar empat bulan sejak tebar bibit pada awal November lalu. Supriadi menjelaskan, meski idealnya panen dilakukan dalam 3,5 bulan, pertumbuhan ikan saat ini sudah sangat memuaskan dan siap dilempar ke pasar.

Terkait nilai ekonomi, Supriadi menyebut harga jual ikan di tingkat peternak cukup menjanjikan.

"Untuk ikan bandeng, kemarin anggota demplot lain sudah ada yang panen dengan harga Rp21 ribu per kilogram. Sedangkan untuk ikan nila, harganya berkisar di angka Rp28 ribu per kilogram," ungkapnya.

Dalam hal perawatan, Supriadi cukup disiplin. Ikan-ikan tersebut diberi pakan pelet tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore). Satu karung pakan berukuran 25 kg biasanya habis dalam 4-5 hari.

Selain mengandalkan 24 karung pakan bantuan dari WVI, peternak juga berinovasi dengan membuat pupuk probiotik sendiri untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:49 WIB

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:17 WIB

Perjalanan Sukses Bandeng Juwana Elrina: Sukses Melegenda Bersama BRI

Perjalanan Sukses Bandeng Juwana Elrina: Sukses Melegenda Bersama BRI

Bri | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:29 WIB

Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong

Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong

News | Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×