- Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober untuk mengenang peristiwa G30S/PKI.
- Pemerintah menetapkan peringatan tersebut melalui Keppres Nomor 153 Tahun 1967 demi menjaga persatuan bangsa.
- Tanggal 1 Oktober juga diperingati dunia sebagai Hari Lanjut Usia dan Hari Kopi Internasional.
Bagi pecinta kopi, 1 Oktober adalah Hari Kopi Internasional. Dicanangkan oleh International Coffee Organization, hari ini merayakan perjalanan biji kopi dari petani hingga menjadi minuman yang dinikmati jutaan orang di seluruh dunia. Selain itu, peringatan ini juga mengangkat isu kesejahteraan petani kopi dan pentingnya perdagangan yang adil.
Tidak ketinggalan, Hari Vegetarian Sedunia juga diperingati pada tanggal yang sama. Dimulai sejak 1977 oleh North American Vegetarian Society, hari ini mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan gaya hidup berbasis nabati demi kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan.
UNESCO juga menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Musik Internasional. Musik dipandang sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan manusia lintas budaya dan negara. Di berbagai tempat, peringatan ini diisi dengan konser, pertunjukan, atau kampanye pendidikan musik.
Beberapa peringatan lain yang sering disebutkan adalah Hari Internasional Jalan Kaki ke Sekolah, yang mendorong anak-anak untuk lebih aktif dan mengurangi polusi, serta berbagai hari kesadaran lain yang bertepatan di tanggal tersebut.
Makna 1 Oktober dan Relevansi di Masa Kini

1 Oktober mengajarkan kita bahwa satu tanggal bisa menyimpan banyak lapisan makna. Di satu sisi, ia mengajak bangsa Indonesia untuk tidak melupakan sejarah kelam agar tidak terulang.
Di sisi lain, ia membuka ruang untuk merayakan keragaman isu global yang relevan dengan kehidupan modern—mulai dari penghormatan terhadap lansia, dukungan terhadap petani, hingga gaya hidup berkelanjutan.
Dalam konteks Indonesia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap menjadi yang paling sentral. Ia menjadi ajakan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata: gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan. Sementara peringatan internasional memperkaya perspektif kita bahwa dunia saling terhubung.
Dengan memahami “1 Oktober hari apa?”, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga diajak untuk lebih sadar akan sejarah, menghargai generasi sebelumnya, dan ikut berkontribusi pada isu-isu yang lebih luas.