- Tumbler baru wajib dicuci sebelum dipakai karena berisiko terpapar debu dan sisa produksi selama distribusi.
- AZKO dan Thermos Indonesia menyarankan pembersihan awal menggunakan air hangat serta sabun cuci piring yang lembut.
- Proses pencucian harus mencakup bagian dalam, tutup, dan gasket, kemudian dibilas serta dikeringkan sampai tuntas.
Suara.com - Tumbler baru biasanya terlihat bersih karena masih berada dalam kemasan dan memiliki permukaan yang mengilap.
Namun, bukan berarti wadah tersebut bisa langsung digunakan untuk tempat minum tanpa dicuci terlebih dahulu.
Selama proses produksi, perakitan, pengemasan, hingga distribusi, tumbler dapat terkena debu, kotoran, atau sisa bahan dari proses manufaktur.
Tumbler stainless juga terkadang memiliki aroma logam atau bau tertentu yang dapat memengaruhi rasa minuman jika tidak dibersihkan dengan benar.
Karena itu, mencuci tumbler sebelum penggunaan pertama menjadi langkah penting untuk memastikan bagian dalamnya bersih dan siap digunakan.
Pertanyaannya, apakah tumbler baru harus dicuci menggunakan air hangat?
Menurut AZKO dan Thermos Indonesia, air hangat memang dapat digunakan dalam proses pencucian tumbler stainless baru bersama sabun yang lembut.
Namun, prosesnya tidak berhenti pada penggunaan air hangat karena tumbler juga perlu digosok secara lembut, dibilas, dan dikeringkan dengan baik.
Cara Membersihkan Tumbler Baru Sebelum Digunakan

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membersihkan tumbler baru agar siap digunakan.
1. Siapkan Air Hangat dan Sabun Lembut
Campurkan air hangat dengan sedikit sabun cuci piring yang lembut. Masukkan larutan tersebut ke dalam tumbler dan diamkan sekitar 5-10 menit untuk membantu mengangkat sisa minyak atau residu produksi.
Thermos Indonesia juga menyarankan penggunaan air hangat dan sabun ringan. Hindari bahan pembersih yang keras atau berbasis alkali karena berpotensi merusak lapisan pelindung tumbler dan meninggalkan residu.
2. Gosok Bagian Dalam dengan Lembut
Gunakan sikat khusus botol dengan bulu lembut atau spons yang tidak kasar untuk membersihkan bagian dalam tumbler.
Gosok seluruh permukaan, termasuk bagian dasar, dinding dalam, dan area mulut botol yang mungkin masih memiliki kotoran.
Hindari steel wool atau sikat kasar karena dapat meninggalkan goresan pada permukaan stainless steel.
Goresan tersebut dapat mengganggu kondisi permukaan tumbler dan menjadi tempat menempelnya kotoran.
3. Jangan Lupa Bersihkan Tutup dan Gasket
Selain badan tumbler, bagian tutup dan gasket atau cincin karet juga perlu dicuci. Jika gasket dapat dilepas, lepaskan terlebih dahulu kemudian bersihkan secara terpisah.
Perhatikan pula bagian ulir dan celah kecil pada tutup karena area tersebut dapat menjadi tempat tertinggalnya kotoran.

4. Bilas hingga Tidak Ada Sisa Sabun
Setelah seluruh bagian dibersihkan, bilas tumbler menggunakan air bersih yang mengalir. Pastikan tidak ada busa, residu, atau bau sabun yang masih tertinggal karena dapat memengaruhi rasa minuman.
5. Keringkan Sebelum Digunakan
Terakhir, keringkan tumbler menggunakan lap bersih atau biarkan mengering secara alami. AZKO menyarankan menaruh tumbler dalam posisi terbalik di rak pengering dan tidak langsung menutupnya ketika masih basah agar tidak menimbulkan bau apek atau pertumbuhan jamur.
Jadi, tumbler baru boleh dicuci menggunakan air hangat, tetapi jangan hanya dibilas dengan air hangat.
Kombinasikan air hangat dengan sabun lembut, bersihkan setiap bagian secara perlahan, bilas sampai tuntas, lalu pastikan tumbler benar-benar kering sebelum digunakan pertama kali.