-
Toner eksfoliasi bertekstur cair dengan konsentrasi bahan aktif lebih ringan.
-
Serum eksfoliasi bertekstur kental dengan konsentrasi bahan aktif lebih tinggi.
-
Pahami perbedaan toner dan serum eksfoliasi untuk cegah kulit iritasi.
Suara.com - Dalam dunia skincare, eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati salah satu langkah krusial agar wajah tidak kusam.
Produk eksfoliasi yang biasa menjadi andalan dan sering jadi buruan adalah toner eksfoliasi dan serum eksfoliasi.
Sama-sama bertugas membersihkan pori-pori dari tumpukan kotoran, minyak, dan sel kulit mati, nyatanya kedua produk ini punya karakteristik yang berbeda.
Supaya tak salah beli atau salah pakai yang malah bikin kulit iritasi, berikut ini perbedaan toner eksfoliasi dan serum eksfoliasi.

1. Tekstur dan Konsistensi
Perbedaan paling kasat mata tentu terletak pada teksturnya.
Toner eksfoliasi punya tekstur yang sangat cair, ringan, dan menyerupai air. Biasanya diaplikasikan menggunakan kapas atau ditepuk-tepuk langsung dengan tangan bersih.
Sedangkan, serum eksfoliasi punya konsistensi yang jauh lebih kental, pekat, dan kaya akan bahan pelembap tambahan.
2. Kandungan dan Konsentrasi Bahan Aktif (AHA, BHA, PHA)
Baik toner maupun serum eksfoliasi umumnya sama-sama dibekali kandungan asam seperti AHA (Glycolic Acid, Lactic Acid), BHA (Salicylic Acid), hingga PHA. Namun, takaran atau persentasenya berbeda jauh.
Toner eksfoliasi biasanya mengusung kadar asam yang lebih rendah dan ramah di kulit. Contohnya, kandungan AHA biasanya berkisar antara 1%–5% dan BHA sekitar 0,5%–2%.
Toner jenis ini juga sering diperkaya bahan penenang seperti Cica, Chamomile, atau Aloe Vera untuk meminimalisir risiko iritasi.
Sementara, serum eksfoliasi diciptakan dengan formula yang lebih intensif dan konsentrasi lebih tinggi.
Untuk serum berkadar tinggi, kandungan AHA-nya bisa mencapai 5%–15% dan BHA sekitar 2%. Bahkan, ada juga yang menggabungkan AHA, BHA, dan PHA sekaligus dalam satu formula demi hasil yang lebih maksimal.
3. Cara Kerja dan Fungsi Utama
Karena konsentrasinya berbeda, cara kerja keduanya di kulit pun berlainan:
Toner eksfoliasi berfokus mengangkat sel kulit mati dan mengelupas lapisan kulit terluar secara perlahan sekaligus membersihkan sisa-sisa makeup.
Karena sifatnya yang lebih lembut dan bertahap, produk ini sangat cocok untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Sedangkan, serum eksfoliasi mampu membersihkan pori-pori hingga ke lapisan kulit terdalam dan memberikan hasil yang relatif lebih cepat.
Karena formulasinya yang kuat dan intens, serum ini paling pas buat mengatasi masalah kulit spesifik yang butuh penanganan ekstra, seperti noda hitam, pori-pori tersumbat parah, atau tekstur kulit yang kasar.
Kendati demikian, serum biasanya dilengkapi buffer (bahan penyeimbang) untuk meredam efek sampingnya.
4. Urutan dan Frekuensi Penggunaan
Karena tekstur dan kekuatannya berbeda, aturan main dalam urutan skincare pun wajib diperhatikan agar produk meresap sempurna tanpa menggumpal.
Toner eksfoliasi sebaiknya digunakan tepat setelah wajah dicuci bersih (sebelum memakai serum dan pelembap) untuk membantu menyeimbangkan pH wajah.
Frekuensi penggunaannya bisa 2 hingga 4 kali seminggu, atau bahkan lebih sering jika produknya berjenis mild (ringan) dan sesuai petunjuk.
Serum eksfoliasi sebaiknya digunakan setelah toner, baik toner hidrasi maupun toner eksfoliasi dan sebelum mengoleskan pelembap.
Mengingat kekuatannya yang tinggi, serum eksfoliasi umumnya cukup dipakai 1 hingga 3 kali seminggu saja agar skin barrier tidak rusak.