Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:50 WIB
Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan
Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Program GEF SGP Indonesia meluncurkan Fase Operasional Kedelapan di Jakarta pada 8 Oktober 2026 untuk memperkuat aksi komunitas.
  • Fase ini menyasar lima wilayah prioritas guna memulihkan ribuan hektare lahan dan mengurangi emisi karbon melalui skema hibah.
  • Inisiatif tersebut menerapkan pendekatan hulu-hilir, kesetaraan gender, serta platform dialog multipihak demi mendukung kelestarian lingkungan dan penghidupan warga.

Suara.com - Program Hibah Kecil Dana Lingkungan Global (GEF Small Grants Programme/SGP) Indonesia memasuki Fase Operasional Kedelapan (OP8) dengan fokus memperkuat aksi komunitas dalam menjawab persoalan lingkungan dan penghidupan di lima lanskap dan bentang laut prioritas.

Kelima wilayah tersebut meliputi Kabupaten Buleleng, Bali; Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; zona penyangga pesisir barat Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur; hulu DAS Krueng Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh; serta kawasan Hulu Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Fokus ini menjadi bagian dari Country Programme Strategy (CPS) Indonesia OP8 yang telah disahkan Komite Pengarah Nasional (NSC) dan akan diperkenalkan dalam Lokakarya Inception pada 8 Oktober 2026 di Jakarta.

GEF SGP telah beroperasi di Indonesia sejak 1993 dan dikelola Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) sejak 1997. Hingga akhir OP7, program ini telah mendanai 796 proyek komunitas dengan total hibah sekitar USD 13,5 juta.

Pendekatan OP8 menggunakan konsep hulu-hilir atau ridge-to-reef untuk melihat keterkaitan antara ekosistem, sumber daya alam, dan kehidupan masyarakat.

Di Buleleng, program merespons persoalan kapasitas tempat pembuangan akhir yang semakin terbatas serta tekanan pariwisata terhadap terumbu karang dan padang lamun. Praktik lokal seperti kompos Teba dan eco-enzyme akan diperkuat, bersama replikasi restorasi terumbu karang dan perdagangan ikan hias ramah lingkungan di Desa Les.

Di Lombok Timur, hilangnya tutupan hutan di kaki Gunung Rinjani berkaitan dengan risiko kekeringan dan banjir bandang. OP8 juga mendorong pengolahan pascapanen komoditas seperti vanili, kakao, kopi, dan madu, serta memperkuat perhutanan sosial dan pengelolaan pesisir berbasis awik-awik.

Di Manggarai Barat, fokus diarahkan pada perlindungan habitat komodo, termasuk kawasan Cagar Alam Wae Wuul, melalui konservasi yang dipimpin masyarakat adat dan komunitas lokal serta perlindungan dari spesies asing invasif.

Sementara di Aceh Tengah, ekspansi pertanian dan deforestasi menjadi tekanan terhadap keamanan air dan biodiversitas, termasuk ikan depik di Danau Laut Tawar. OP8 akan mereplikasi model pengelolaan DAS berbasis kelembagaan adat Mukim.

baca juga

Adapun di Hulu Meratus, program akan memperkuat energi bersih, tata kelola lanskap, dan penghidupan masyarakat dengan membangun pengalaman sebelumnya, termasuk pembangkit mikrohidro 17,8 kW di Loksado.

Target OP8
Hingga akhir fase, OP8 menargetkan pemulihan 6.449 hektare lahan dan ekosistem, mitigasi 648.045 tCO2e emisi, serta 14.511 penerima manfaat langsung. Program juga menargetkan pendampingan teknis bagi 143 penerima hibah.

Total hibah OP8 mencapai USD 4.294.698. Hibah reguler hingga USD 75.000 per kelompok akan diberikan langsung kepada kelompok akar rumput dengan durasi standar dua tahun dan co-financing minimal 1:1. Aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) menjadi prasyarat persetujuan hibah.

Sebanyak 30 persen sumber daya hibah juga dapat dialokasikan untuk inisiatif di luar lima lanskap prioritas melalui open call.

Selain pendanaan, OP8 membangun platform dialog multipihak berbasis Pentahelix yang mempertemukan pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, komunitas, dan media. Masyarakat didorong tidak hanya sebagai penerima program, tetapi juga ko-perancang strategi pengelolaan lanskap.

Strategi ini turut menerapkan Free, Prior and Informed Consent (FPIC), Akademi Kepemimpinan Perempuan, serta mekanisme penanganan keluhan. OP8 juga diselaraskan dengan RPJMN 2025–2029, FOLU Net Sink 2030, IBSAP 2025–2045, dan NDC Indonesia.

Rancangan fase baru ini sekaligus mengambil pelajaran dari OP7, termasuk persoalan keberlanjutan program setelah pendanaan berakhir, inovasi yang belum tereplikasi, teknologi yang ditinggalkan, keterputusan dengan pasar, dan dinamika gender.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar

Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem

Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:50 WIB

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Kapten Kapal MT Honour Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Kapten Kapal MT Honour Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ketahui Tanda-Tanda Burnout karena Pekerjaan

Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ketahui Tanda-Tanda Burnout karena Pekerjaan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Nyaris Rp100 Ribu per Kg, Ayam dan Telur Turun Tajam

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Nyaris Rp100 Ribu per Kg, Ayam dan Telur Turun Tajam

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×