- Siti Khodijah atau Bunda Reza telah bekerja sebagai pengemudi ojek online GrabBike sejak tahun 2016.
- Ibu tunggal di Jakarta ini memanfaatkan fleksibilitas pekerjaannya untuk merawat anak pertamanya yang menyandang disabilitas.
- Penghasilannya sebagai pengemudi ojol digunakan untuk membiayai pendidikan anak serta memperbaiki kondisi rumah keluarganya.
“Saya selalu mengajarkan anak saya untuk berusaha berdiri di atas kaki sendiri. Bagi saya, kemandirian bukan hanya tentang mampu melakukan sesuatu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memotivasi diri, terus belajar, dan menjaga semangat saat menghadapi tantangan,” ujarnya.
Pesan itu rupanya membekas pada putra keduanya. Sang anak pernah mengatakan ingin belajar hidup mandiri agar kelak bisa membahagiakan ibu dan kakaknya.
Bagi Bunda Reza, hal tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan yang ia jalani selama ini bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hari ini, melainkan juga mempersiapkan masa depan anak-anaknya.
Mengatur Keuangan di Tengah Kebutuhan Keluarga
Perjalanan membesarkan dua anak seorang diri tentu menghadirkan tantangan finansial. Salah satu momen yang masih diingat Bunda Reza adalah ketika putra keduanya hendak masuk SMA dan ia harus menyiapkan biaya pendidikan dalam jumlah cukup besar.
Di tengah kebingungan mencari dana, ia mendapat penawaran fasilitas GrabModal Narik dari OVO Finansial melalui aplikasi.
Bunda Reza kemudian memanfaatkan pembiayaan pertamanya, sekitar Rp8 juta, untuk kebutuhan pendidikan anak dan menyisihkan sebagian sebagai dana cadangan. Pada kesempatan lain, ia kembali menggunakan fasilitas pembiayaan tersebut untuk kebutuhan mendesak, termasuk memperbaiki bagian dapur rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Meski terbantu dengan akses pendanaan, Bunda Reza menyadari bahwa setiap pembiayaan membawa tanggung jawab yang harus diperhitungkan.
“Bagi saya, ketika mengambil GrabModal Narik, berarti saya juga harus siap dengan tanggung jawab untuk membayarnya. Saya selalu menghitung dari penghasilan saya onbid berapa yang bisa saya sisihkan untuk pembayaran tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Prinsip tersebut juga ia bagikan kepada sesama pengemudi perempuan melalui perannya sebagai Ketua Komunitas Lady Grab Jakarta Timur. Ia kerap berbagi pengalaman tentang mengatur keuangan keluarga, menjaga penghasilan, dan mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengambil pembiayaan.
Baginya, mendapatkan akses dana ketika dibutuhkan memang dapat membantu. Namun, kemampuan mengelola uang dan memperhitungkan kewajiban pembayaran tetap menjadi bagian penting agar kebutuhan keluarga tidak terabaikan.
Perlahan Membangun Kemandirian Finansial
Setelah satu dekade bekerja sebagai pengemudi ojol, kondisi ekonomi Bunda Reza perlahan menjadi lebih stabil. Penghasilannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memungkinkannya menabung, membeli kendaraan untuk bekerja, memperbaiki rumah, dan membiayai pendidikan anak.
Meski demikian, ia tidak mengukur keberhasilan dari banyaknya barang yang berhasil dibeli. Bagi Bunda Reza, pencapaian yang lebih penting adalah kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil kerja sendiri tanpa terus-menerus bergantung kepada orang lain.
“Sejak menjadi Mitra Pengemudi GrabBike, saya merasa lebih percaya diri karena bisa membantu memenuhi kebutuhan anak-anak dari hasil keringat saya sendiri. Kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, kebutuhan anak-anak juga tetap terpenuhi, dan saya masih bisa menyisihkan sedikit untuk keperluan tak terduga,” ujarnya.
Kisah Bunda Reza menjadi gambaran bahwa kemandirian finansial tidak selalu dibangun melalui perubahan besar dalam waktu singkat. Ada kerja keras yang dilakukan setiap hari, keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan, serta kemauan untuk terus beradaptasi dengan keadaan.
Dalam perjalanannya, ia juga merasakan pentingnya dukungan komunitas dan akses terhadap layanan keuangan ketika menghadapi kebutuhan mendesak.
Bagi Bunda Reza, perjuangan selama 10 tahun itu bukan hanya tentang bertahan hidup. Lebih dari itu, ia ingin memastikan kedua putranya memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar mandiri, dan membangun masa depan mereka sendiri.