- Sepatu kebesaran dapat menyebabkan kaki bergeser, tumit terlepas, serta menimbulkan lecet saat berjalan.
- Berbagai cara mengatasi sepatu kebesaran meliputi penggunaan insole, heel grip, toe filler, hingga kaus kaki tebal.
- Solusi mengatasi sepatu longgar juga mencakup teknik ikatan tali heel lock dan penambahan tongue pad.
Suara.com - Sepatu kebesaran bisa membuat kaki bergeser saat berjalan, tumit mudah terlepas, hingga menimbulkan lecet akibat gesekan. Kondisi ini dapat diatasi dengan beberapa cara sederhana, mulai dari menggunakan insole tambahan, memasang heel grip, hingga mengatur tali sepatu dengan teknik tertentu.
Cara mengatasi sepatu kebesaran perlu disesuaikan dengan bagian yang terasa longgar. Jika sepatu terlalu besar secara keseluruhan, insole tambahan bisa menjadi pilihan. Sementara itu, heel grip lebih cocok untuk mengatasi tumit yang sering terangkat ketika melangkah.
Selain membantu sepatu terasa lebih pas, penggunaan aksesori yang tepat juga dapat meningkatkan kenyamanan saat berjalan kaki dalam waktu lama. Lantas, bagaimana cara mengatasi sepatu kebesaran agar tidak mudah lepas dan tetap nyaman dipakai?
Berikut tujuh cara yang bisa dicoba di rumah.
1. Gunakan Insole Tambahan

Salah satu cara mengatasi sepatu kebesaran adalah menggunakan insole atau alas tambahan di bagian dalam sepatu. Aksesori ini dapat mengisi sebagian ruang kosong sekaligus memberikan bantalan pada telapak kaki.
Insole cocok digunakan ketika sepatu terasa longgar di beberapa bagian, terutama jika panjang dan lebarnya sedikit melebihi ukuran kaki. Pilih insole dengan ketebalan yang sesuai agar sepatu terasa lebih pas tanpa membuat jari kaki tertekan.
Untuk sepatu jalan kaki dan sneakers, insole berbahan busa atau bahan empuk lainnya bisa dipertimbangkan. Pastikan alas tidak mudah bergeser ketika digunakan berjalan.
Jika sepatu sudah memiliki insole bawaan yang bisa dilepas, periksa terlebih dahulu apakah alas tersebut dapat diganti dengan ukuran atau ketebalan berbeda.
2. Pasang Heel Grip agar Tumit Tidak Mudah Terlepas
![Ilustrasi heel grip [Magnific]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/09/38738-ilustrasi-heel-grip-magnific.jpg)
Heel grip merupakan bantalan yang dipasang pada bagian dalam belakang sepatu, tepat di area tumit. Aksesori ini membantu mengurangi ruang kosong di sekitar tumit sehingga kaki tidak mudah terangkat saat melangkah.
Cara ini cocok untuk sepatu pantofel, loafer, flat shoes, maupun sneakers yang bagian tumitnya terasa longgar.
Pilih heel grip dengan permukaan lembut dan perekat yang kuat. Sebelum memasangnya, bersihkan bagian dalam sepatu agar bantalan menempel dengan baik.
Namun, heel grip bukan solusi untuk semua jenis sepatu kebesaran. Jika bagian depan terlalu panjang atau seluruh sepatu terlalu lebar, penggunaan bantalan tumit saja mungkin belum cukup.
3. Gunakan Kaus Kaki yang Lebih Tebal

Menggunakan kaus kaki yang lebih tebal merupakan cara sederhana untuk mengurangi rasa longgar pada sneakers dan sepatu olahraga.
Kaus kaki dapat membantu mengisi ruang antara kaki dan bagian dalam sepatu. Cara ini juga praktis karena tidak membutuhkan aksesori khusus.
Pilih kaus kaki dengan bahan yang menyerap keringat dan tetap nyaman digunakan. Hindari kaus kaki terlalu tebal apabila membuat kaki terasa panas, sesak, atau menimbulkan tekanan pada jari.
Untuk berjalan kaki dalam waktu lama, kenyamanan dan sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan.
4. Gunakan Toe Filler untuk Mengisi Bagian Depan Sepatu

Jika sepatu terasa terlalu panjang, toe filler atau pengisi ujung sepatu bisa menjadi alternatif. Aksesori ini ditempatkan di bagian depan untuk mengurangi ruang kosong di sekitar ujung sepatu.
Toe filler dapat digunakan pada sejumlah sepatu tertutup, seperti flat shoes, pantofel, dan beberapa jenis sneakers. Pilih bahan yang empuk serta tidak mudah bergeser.
Meski demikian, jangan mengisi bagian depan sepatu secara berlebihan. Jari kaki tetap membutuhkan ruang untuk bergerak secara alami ketika berjalan.
Jika jari kaki tertekan atau terasa sakit, lepaskan pengganjal dan pilih solusi lain yang lebih sesuai.
5. Ikat Tali Sepatu dengan Teknik Heel Lock
Bagi pemilik sneakers atau sepatu lari, mengatur tali sepatu dengan teknik heel lock dapat membantu mengurangi pergerakan tumit di dalam sepatu.
Teknik ini memanfaatkan lubang tali paling atas untuk membentuk lingkaran kecil pada masing-masing sisi sepatu. Ujung tali kemudian disilangkan melalui lingkaran tersebut dan dikencangkan secukupnya.
Setelah itu, ikat tali seperti biasa. Pastikan bagian tumit terasa lebih stabil tanpa menimbulkan tekanan berlebihan pada punggung kaki.
Teknik heel lock tidak membuat ukuran sepatu berubah, tetapi dapat membantu kaki tetap berada pada posisi yang lebih stabil selama digunakan berjalan.
6. Tambahkan Tongue Pad pada Bagian Lidah Sepatu

Tongue pad adalah bantalan yang dipasang pada bagian bawah lidah sepatu, tepat di atas punggung kaki. Aksesori ini dapat membantu mengurangi ruang kosong jika sepatu terasa longgar pada bagian atas.
Tongue pad bisa dipertimbangkan untuk sepatu bertali yang memiliki ruang berlebih di sekitar punggung kaki, tetapi ukuran panjang dan lebarnya relatif sesuai.
Pilih bantalan dengan ketebalan yang tidak mengganggu sirkulasi atau membuat kaki terasa tertekan. Pastikan pula pemasangannya tidak menghambat gerakan kaki ketika melangkah.
7. Kombinasikan Insole dan Heel Grip jika Diperlukan
Jika satu aksesori belum cukup, kombinasi insole dan heel grip bisa dicoba sesuai letak bagian yang longgar.
Insole membantu mengisi ruang di bawah telapak kaki, sedangkan heel grip mengurangi ruang kosong pada bagian belakang sepatu. Kombinasi keduanya dapat membantu sepatu terasa lebih pas apabila masalahnya terdapat pada kedua area tersebut.
Namun, jangan langsung menggunakan banyak bantalan sekaligus. Penambahan lapisan yang terlalu tebal dapat membuat kaki terangkat, menekan punggung kaki, atau menyebabkan jari kaki semakin sempit.
Cobalah satu aksesori terlebih dahulu, kemudian tambahkan aksesori lain jika memang diperlukan.