- McDonald’s Indonesia mengadakan program Community Month 2026 yang melibatkan lebih dari 500 karyawan untuk mendampingi ribuan anak marginal.
- Program relawan tersebut dilaksanakan di 147 restoran yang tersebar di 70 kota dan kabupaten seluruh wilayah Indonesia.
- Kegiatan pendampingan ini mencakup sesi bercerita, permainan, tur dapur, hingga makan bersama untuk memberikan pengalaman baru bagi anak-anak.
Suara.com - Setiap anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, mencoba pengalaman baru, dan merasa diterima. Namun, kesempatan tersebut tidak selalu mudah didapatkan oleh anak-anak yang tumbuh dalam kondisi sosial dan ekonomi rentan.
Kehadiran orang dewasa yang mau mendengarkan, menemani, dan memberikan perhatian dapat menjadi bagian penting dari pengalaman tumbuh kembang mereka. Laporan Bappenas, BPS, SMERU, dan UNICEF Indonesia pada 2025 mencatat, 11,8 persen anak di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional.
Di tengah kondisi tersebut, kegiatan pendampingan yang memberi anak kesempatan untuk berinteraksi, mencoba hal baru, dan berbagi cerita menjadi salah satu bentuk kepedulian yang berarti.
Semangat itu dihadirkan melalui Community Month 2026, program relawan karyawan McDonald’s Indonesia yang melibatkan lebih dari 500 karyawan untuk mendampingi 5.250 anak dari kelompok marginal. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak jalanan, anak pemulung, anak terlantar, dan anak dari keluarga prasejahtera.
Sebanyak 2.036 jam dihabiskan para relawan untuk menemani anak-anak melalui beragam kegiatan di 147 restoran yang tersebar di 70 kota dan kabupaten di Indonesia.
Kali ini, selain ratusan karyawan yang mengambil peran sebagai “Kakak Bimbing McD”, perusahaan juga mengajak sejumlah jurnalis menjadi relawan, ikut mengajak anak-anak bermain, belajar, dan menikmati pengalaman baru.
Kegiatannya beragam, mulai dari sesi bercerita, permainan Nusantara, tur dapur, membuat kreasi es krim, hingga makan bersama. Bagi sebagian anak, aktivitas sederhana tersebut menjadi pengalaman yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Belajar Peduli Lewat Pengalaman Langsung
Bagi Daryanti, staf Operations McDonald’s Indonesia, menjadi relawan bukan sekadar kegiatan di luar pekerjaan. Selama lima tahun berturut-turut, ia mengikuti Community Month karena ingin berbagi waktu dan berinteraksi dengan anak-anak dari komunitas yang didampingi.
“Melihat keceriaan adik-adik yang datang ke restoran membuat saya tersentuh dan semakin menyadari bahwa setiap anak membutuhkan perhatian dan ruang yang aman untuk tumbuh,” ujar Daryanti.
Ia juga ingin menceritakan pengalaman tersebut kepada anaknya agar nilai berbagi dan kepedulian dapat dipelajari sejak dini.
Sementara itu, bagi Andini Diva Fitriyani, anak binaan Yayasan Cahaya Rumah Ilmu Indonesia, kunjungan ke restoran McDonald’s TB Simatupang, Jakarta, menjadi pengalaman pertamanya.
Andini tidak hanya menikmati waktu bermain bersama teman-teman, tetapi juga mendapat cerita tentang seorang pemain sepak bola yang berhasil karena percaya pada mimpinya.
“Dari cerita kakak, aku jadi belajar kalau punya mimpi, kita harus terus berusaha dan nggak boleh gampang menyerah,” cerita Andini.
Pengalaman serupa terlihat saat 40 anak dari Panti Sosial Tunas Bangsa Cipayung mengunjungi McDonald’s Gas Station Cibubur. Dalam kegiatan yang dihadiri Suara.com tersebut, anak-anak yang mayoritas berusia di bawah delapan tahun itu tampak antusias menanti kesempatan membuat es krim dan menikmati ayam goreng.
Keceriaan semakin terasa ketika Ronald McDonald hadir membawakan atraksi sulap, mengajak anak-anak bernyanyi, dan menari bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama dan pembagian bingkisan.
Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia, Meta Rostiawati, mengatakan Community Month menjadi kesempatan bagi karyawan untuk hadir secara langsung dan membangun interaksi dengan anak-anak.
Menurut dia, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Meluangkan waktu, menemani, dan memberi ruang bagi anak-anak untuk mencoba pengalaman baru juga menjadi bentuk perhatian yang bermakna.
Memasuki tahun kelima, jumlah anak yang dijangkau program ini meningkat dari sekitar 2.000 anak pada 2022 menjadi 5.250 anak pada 2026. Jumlah karyawan yang terlibat sebagai relawan juga tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang membawa anak-anak ke tempat baru. Ada kesempatan bagi mereka untuk merasa diperhatikan, sementara para relawan belajar bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana: hadir, mendengarkan, dan meluangkan waktu.