Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun
Ilustrasi protein hewani. (Freepik)
baca 10 detik
  • Dr. Ray Wagiu Basrowi dari Health Collaborative Center mengingatkan masyarakat agar tidak mengurangi konsumsi pangan protein hewani saat melakukan penurunan gaya hidup.
  • Pengurangan pembelian daging, ikan, telur, dan susu demi penghematan berisiko memicu masalah kesehatan jangka panjang serta menghambat tumbuh kembang anak.
  • Pemerintah diminta untuk menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan bergizi agar standar kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah penurunan daya beli.

Suara.com - Kondisi ekonomi tidak menentu menciptakan fenomena downgrade lifestyle atau penurunan standar gaya hidup di masyarakat.

Namun pakar kesehatan mengingatkan aksi ini tidak dilakukan gegabah karena bisa mengancam kesehatan keluarga dan individu.

Dokter sekaligus pendiri Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pangan sumber protein hewani sebagai sasaran utama penghematan.

Telur, ikan, daging, dan susu merupakan kelompok pangan yang kerap dikurangi ketika daya beli keluarga melemah karena harganya relatif lebih tinggi dibandingkan sumber karbohidrat.

"Penelitian global membuktikan keluarga yang menghemat atau downgrade sering ikut menghemat pembelian pangan sumber protein hewani seperti daging susu telur karena memang secara cost unit pangan protein lebih mahal dibanding karbohidrat," ujar Dr. Ray melalui keterangan yang diterima Suara.com, Minggu (11/10/2026).

Dr. Ray juga mengkhawatirkan downgrade lifestyle ini menunda atau mengurangi jumlah pembelian protein, dari yang tadinya seminggu sekali menjadi per bulan.

protein hewani (freepik)
protein hewani (freepik)

Menurutnya, keputusan mengurangi belanja pangan bergizi perlu diperhitungkan dengan cermat. Penghematan yang hanya berorientasi pada harga tanpa mempertimbangkan kualitas makanan dapat berdampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Dr. Ray menjelaskan, pangan sumber protein hewani tidak hanya menyediakan protein bermutu tinggi, tetapi juga zat gizi penting lainnya, seperti zat besi, zinc, dan vitamin B12.

Zat-zat gizi tersebut berperan dalam pertumbuhan anak, pembentukan dan perkembangan fungsi otak, daya tahan tubuh, serta produktivitas orang dewasa.

baca juga

Karena itu, ketika keluarga mengurangi konsumsi pangan bergizi tanpa mencari pengganti yang sesuai, kebutuhan zat gizi berisiko tidak terpenuhi secara optimal.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian. Kekurangan asupan gizi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Sementara itu, anggota keluarga lainnya juga berisiko mengalami gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan produktivitas.

"Jangan sampai keluarga merasa berhasil berhemat hari ini, tetapi harus membayar jauh lebih mahal akibat masalah kesehatan pada masa mendatang," tegas Dr. Ray.

"Belanja pangan bergizi harus dipandang sebagai investasi kesehatan, bukan sekadar pengeluaran rumah tangga," imbuhnya.

Namun praktisi kesehaatan masyarakat itu juga menekankan tanggung jawab tidak seharusnya dibebankan kepada masyarakat, tapi juga pemerintah harus bekerja memastikan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keterjangkauan pangan sumber protein hewani, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah dan kelompok rentan.

Menurutnya, pengendalian harga telur, ikan, daging, dan susu perlu dipandang sebagai bagian dari kebijakan kesehatan masyarakat.

Ketika pangan bergizi semakin sulit dijangkau, dampaknya tidak hanya terlihat pada pola konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas masyarakat Indonesia di masa depan. depan.

"Ketika daya beli masyarakat turun, negara harus memastikan standar sehat rakyat tidak ikut turun. Ekonomi bukan hanya urusan angka dan konsumsi, ekonomi adalah bagian dari kepentingan masa depan bangsa," pungkas Dr. Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Hasil Visum Mayat Terbungkus di Kos Jakbar Diungkap, Polisi Masih Telusuri Penyebab Kematian

Hasil Visum Mayat Terbungkus di Kos Jakbar Diungkap, Polisi Masih Telusuri Penyebab Kematian

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Dua Remaja Tewas

Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Dua Remaja Tewas

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Aksi Dua Mantan Militer Gempur Markas Penjahat di Film In The Grey

Aksi Dua Mantan Militer Gempur Markas Penjahat di Film In The Grey

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Mayat Terbungkus Kain Ditemukan di Kos Jakbar, Kakak di Luar Negeri Minta Ojol Cek Kondisi Adik

Mayat Terbungkus Kain Ditemukan di Kos Jakbar, Kakak di Luar Negeri Minta Ojol Cek Kondisi Adik

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Indeks Inklusi Keuangan Syariah di Aceh Capai 72,76 Persen

Indeks Inklusi Keuangan Syariah di Aceh Capai 72,76 Persen

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Review Take Charge of My Heart: Romcom Gemas yang Cocok untuk Healing

Review Take Charge of My Heart: Romcom Gemas yang Cocok untuk Healing

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Rayakan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Naik Panggung Wayang Orang

Rayakan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Naik Panggung Wayang Orang

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Gemini Hadirkan Agen AI, Bisa Kerjakan Tugas Otomatis hingga Coding

Gemini Hadirkan Agen AI, Bisa Kerjakan Tugas Otomatis hingga Coding

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×