- Sepatu lari neutral mengutamakan bantalan alami, sementara sepatu stability memberikan dukungan khusus untuk mengendalikan pronasi kaki.
- Tinjauan sistematis Cochrane 2022 menunjukkan bukti ilmiah terbatas bahwa sepatu stability mencegah cedera ekstremitas bawah.
- Pelari dapat mengurangi risiko cedera engkel melalui latihan keseimbangan, penguatan otot, serta pemeriksaan medis profesional.
Karena itu, pelari sebaiknya tidak memilih sepatu stability hanya karena memiliki kaki datar atau pernah mengalami cedera engkel.
3. Perbedaan Sepatu Lari Neutral vs Stability
Memahami perbedaan sepatu lari neutral dan stability dapat membantu pelari memilih alas kaki sesuai kebutuhan. Berikut perbandingan keduanya.
| Aspek | Sepatu Neutral | Sepatu Stability |
|---|---|---|
| Desain utama | Mengutamakan bantalan dan gerakan kaki alami. | Memberikan dukungan untuk membantu mengendalikan gerakan kaki tertentu. |
| Kontrol pronasi | Tidak memiliki fitur kontrol pronasi khusus. | Dirancang untuk membantu mengendalikan pronasi pada sebagian pelari. |
| Kesesuaian | Pelari yang nyaman tanpa kontrol gerak tambahan. | Pelari yang merasa lebih nyaman dengan dukungan tambahan. |
| Pencegahan cedera | Tidak menjamin bebas cedera. | Tidak menjamin bebas cedera. |
| Pertimbangan utama | Kenyamanan, bantalan, dan kecocokan dengan kaki. | Kenyamanan, kebutuhan dukungan, dan kecocokan dengan kaki. |
Perlu diperhatikan bahwa tingkat bantalan dan kestabilan berbeda pada setiap model. Sepatu neutral bisa memiliki alas yang lebar dan terasa stabil, sedangkan sepatu stability belum tentu cocok bagi semua pelari.
Mana yang Lebih Baik untuk Mencegah Cedera Engkel?
Tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa sepatu stability selalu lebih baik daripada sepatu neutral dalam mencegah cedera lari, termasuk cedera pada pergelangan kaki.
Dalam tinjauan sistematis Cochrane berjudul Running shoes for preventing lower limb running injuries in adults, para peneliti menganalisis 12 penelitian yang melibatkan total 11.240 peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa bukti mengenai perbedaan risiko cedera antara sepatu stability dan sepatu neutral masih memiliki tingkat kepastian yang sangat rendah. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa pemilihan sepatu berdasarkan postur kaki kemungkinan hanya memberikan sedikit atau tidak ada perbedaan terhadap risiko cedera lari secara keseluruhan.
Artinya, pelari tidak perlu langsung memilih sepatu stability untuk mencegah engkel terkilir. Sepatu yang nyaman, pas, dan terasa mantap ketika digunakan lebih layak dipertimbangkan daripada sekadar label kategorinya.
Bagi pelari yang memiliki riwayat engkel terkilir berulang atau merasa pergelangan kakinya mudah goyah, evaluasi oleh dokter atau fisioterapis olahraga dapat membantu menentukan kebutuhan dukungan yang lebih tepat.
Tips Memilih Sepatu Lari agar Engkel Lebih Stabil
Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika memilih sepatu lari.
Perhatikan kestabilan tumit. Pilih sepatu yang mampu menahan tumit dengan nyaman tanpa membuat kaki mudah bergeser di dalam sepatu. Bagian tumit yang terasa mantap dapat membantu kenyamanan, tetapi tidak menjamin engkel bebas cedera.
Periksa lebar alas sepatu. Alas yang sesuai dengan bentuk kaki dan terasa mantap saat menapak dapat menjadi pertimbangan penting. Hindari sepatu yang membuat kaki terasa mudah miring atau tidak nyaman.
Pastikan ukurannya sesuai. Berikan ruang yang cukup bagi jari-jari kaki dan pastikan tumit tidak mudah terangkat atau bergeser berlebihan ketika berjalan maupun berlari.
Coba sebelum membeli. Jika memungkinkan, lakukan uji coba dengan berjalan dan berlari ringan. Perhatikan apakah sepatu terasa nyaman, stabil, dan tidak menimbulkan tekanan atau nyeri.
Sesuaikan dengan kebutuhan berlari. Sepatu untuk jalan aspal, treadmill, dan lintasan trail dapat memiliki karakteristik berbeda. Jika sering berlari di medan tidak rata, pertimbangkan pula daya cengkeram outsole dan kesesuaian sepatu dengan medan tersebut.
Cara Lain Mengurangi Risiko Cedera Engkel Saat Berlari
Selain memilih sepatu yang tepat, latihan fisik dan kebiasaan berlari juga berperan dalam menjaga kesehatan pergelangan kaki.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melatih keseimbangan dengan berdiri menggunakan satu kaki, lalu meningkatkan tingkat kesulitan secara bertahap sesuai kemampuan.
Pelari juga dapat melakukan latihan penguatan otot betis dan pergelangan kaki, pemanasan sebelum berlari, serta meningkatkan jarak dan intensitas latihan secara bertahap.
Pedoman praktik klinis yang diterbitkan dalam Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy pada 2021 merekomendasikan latihan keseimbangan dan propriosepsi untuk membantu mengurangi risiko cedera engkel berulang pada individu yang pernah mengalami keseleo. Pada kondisi tertentu, penggunaan penyangga pergelangan kaki juga dapat dipertimbangkan berdasarkan evaluasi klinis.
Jika engkel sering terkilir, terasa tidak stabil, atau masih nyeri setelah cedera, jangan hanya mengandalkan pergantian sepatu. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui apakah ada masalah pada ligamen atau fungsi pergelangan kaki.