- Cuaca terik meningkatkan risiko dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang melalui keringat berlebih setiap hari.
- Adventist Health menyarankan untuk menghindari soda, alkohol, serta minuman manis demi mencegah gangguan kesehatan saat cuaca panas.
- Air putih, air kelapa, dan teh herbal tanpa gula direkomendasikan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan optimal.
Suara.com - Saat cuaca terik, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk membantu mengatur suhu tubuh.
Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, risiko dehidrasi dapat meningkat dan menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, hingga sakit kepala.
Salah satu cara menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari.
Namun, kamu juga perlu memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi karena tidak semuanya menjadi pilihan terbaik ketika suhu udara meningkat.
Kira-kira, minuman apa saja yang sebaiknya dihindari saat cuaca terik dan apa alternatif yang lebih baik?
Berikut daftar minuman yang perlu dibatasi serta pilihan yang dapat membantu menjaga hidrasi tubuh saat cuaca panas.
Minuman yang Sebaiknya Dihindari

Menurut Adventist Health dan Men's Health, beberapa minuman sebaiknya dibatasi saat cuaca panas, terutama jika dikonsumsi sebagai pengganti air putih.
1. Minuman bersoda
Soda umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan tidak ideal untuk kesehatan, sehingga air putih lebih disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan.
2. Minuman beralkohol
Alkohol dapat meningkatkan produksi urine dan memperbesar risiko dehidrasi. Sebaiknya hindari alkohol saat berada di bawah terik matahari atau melakukan aktivitas fisik dalam cuaca panas.
"Alkohol bersifat diuretik, artinya minuman ini akan membuat lebih sering buang air kecil dan meningkatkan risiko dehidrasi," ujar Heather Mangieri, RDN, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, dilansir dari Men's Health pada Senin, 12 Oktober 2026.
3. Minuman energi
Produk ini dapat mengandung gula dan kafein dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan bisa memicu jantung berdebar, kecemasan, dan gangguan tidur, sehingga bukan pilihan utama untuk menghidrasi tubuh.
4. Kopi atau teh manis kemasan
Kandungan gula tambahan dapat meningkatkan asupan gula harian. Kafein dalam jumlah sedang tidak otomatis menyebabkan dehidrasi, tetapi sebaiknya jangan menjadikan minuman ini satu-satunya sumber cairan.
5. Limun dan jus buah kemasan tinggi gula
Sebagian produk mengandung banyak gula tambahan dan lebih sedikit serat dibandingkan buah utuh. Periksa label gizi dan pilih minuman tanpa tambahan gula jika memungkinkan.
Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Cuaca Terik

Untuk membantu mengganti cairan yang hilang melalui keringat, Adventist Health merekomendasikan air putih sebagai pilihan utama, disertai alternatif yang sesuai kebutuhan.
1. Air putih. Ini pilihan paling sederhana untuk menjaga hidrasi tanpa tambahan gula maupun kalori. Minumlah secara berkala dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus.
2. Air kelapa. Air kelapa mengandung cairan dan elektrolit, termasuk kalium, sehingga dapat menjadi variasi minuman saat cuaca panas. Namun, orang dengan penyakit ginjal atau kondisi yang mengharuskan pembatasan kalium perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
3. Teh herbal tanpa gula. Teh herbal dingin dapat menjadi alternatif bagi yang ingin menikmati minuman dengan rasa selain air putih. Hindari menambahkan terlalu banyak gula agar asupan tetap terkontrol.
4. Minuman elektrolit. Minuman olahraga dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit setelah olahraga berat atau berkeringat dalam waktu lama. Untuk aktivitas ringan sehari-hari, air putih biasanya sudah memadai.
Selain memilih minuman, perhatikan tanda dehidrasi seperti urine berwarna gelap, pusing, mulut kering, dan kelelahan. Jika muncul kebingungan, pingsan, atau kondisi memburuk, segera cari pertolongan medis.