- Penggunaan pelembap yang tidak sesuai pada wajah dapat memicu masalah seperti kemerahan, gatal, dan bruntusan.
- Hentikan pelembap pemicu, menggunakan pembersih lembut, serta menyederhanakan rangkaian produk perawatan kulit.
- Jika kondisi kulit memburuk atau tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan langsung ke dokter kulit.
Suara.com - Penggunaan moisturizer yang tidak sesuai dengan kondisi kulit dapat memicu breakout dan bruntusan pada wajah.
Reaksi ini bisa terjadi karena kandungan produk kurang cocok, teksturnya terlalu berat, atau kulit mengalami iritasi.
Gejalanya dapat berupa munculnya jerawat kecil, komedo, kemerahan, hingga rasa gatal pada area tertentu.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa membuat kulit semakin tidak nyaman dan mengganggu penampilan.
Ada beberapa cara mengatasi wajah breakout dan bruntusan akibat salah moisturizer yang bisa kamu lakukan agar kondisi kulit berangsur membaik.
1. Hentikan Penggunaan Moisturizer yang Diduga Jadi Pemicu
Langkah pertama adalah menghentikan sementara pemakaian moisturizer yang memicu munculnya jerawat atau bruntusan.
Jangan memaksakan penggunaan produk hanya karena harganya mahal atau diklaim cocok untuk semua jenis kulit.
Perhatikan kapan masalah mulai muncul setelah produk digunakan.
Jika keluhan disertai rasa terbakar, gatal, atau kemerahan, kemungkinan kulit mengalami iritasi atau reaksi terhadap kandungan tertentu.
2. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Pilih facial wash yang lembut dan tidak membuat kulit terasa tertarik setelah mencuci muka.
Bersihkan wajah secukupnya, biasanya dua kali sehari, untuk mengangkat minyak, kotoran, dan sisa produk.
Hindari sabun dengan efek eksfoliasi kuat selama kulit masih mengalami iritasi. Menggosok wajah terlalu keras justru dapat memperburuk kemerahan dan membuat kulit semakin sensitif.
3. Sederhanakan Rutinitas Skincare