- Liu Chong mengenal enam pasangan shio yang saling berlawanan.
- Enam pasangan ini dipercaya kurang harmonis dalam astrologi Tionghoa.
- Kecocokan bisnis tidak ditentukan oleh shio semata.
Suara.com - Ada sejumlah pasangan shio yang dianggap kurang cocok untuk berbisnis bersama karena dipercaya mengalami ciong atau pertentangan energi dalam astrologi Tionghoa.
Dalam tradisi Tionghoa, kecocokan antarshio kerap dikaitkan dengan hubungan dan pertentangan antara satu shio dengan shio lainnya.
Konsep yang membahas hal tersebut dinamakan Liu Chong, yakni enam pasangan shio yang menempati posisi saling berlawanan dalam siklus 12 cabang bumi.
Pertentangan tersebut dipercaya mencerminkan hubungan yang kurang harmonis, tetapi tidak serta-merta menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha.
Lantas, siapa saja yang masuk daftar shio yang tidak cocok bisnis bareng karena bakal ciong?
Liu Chong merupakan konsep dalam astrologi Tionghoa yang membahas enam pasangan shio yang saling bertentangan. Meski kerap dikaitkan dengan ciong atau ketidakselarasan energi, pertentangan ini tidak otomatis berarti pasangan tersebut tidak cocok berbisnis atau pasti mengalami kerugian.

Daftar Shio yang Dianggap Tidak Cocok Bisnis Bareng
Dalam astrologi Tionghoa, Liu Chong merujuk pada enam pasangan cabang bumi yang saling berlawanan. Konsep ini digunakan dalam berbagai pembahasan astrologi tradisional, termasuk mengenai kecocokan hubungan antarzodiak Tionghoa.
Berikut 6 pasangan shio yang dianggap memiliki pertentangan menurut konsep tersebut.
1. Shio Tikus dan Kuda
Shio Tikus dan Kuda merupakan pasangan pertama dalam konsep Liu Chong. Dalam sistem cabang bumi, Tikus dikaitkan dengan Zi, sedangkan Kuda dikaitkan dengan Wu. Keduanya menempati posisi yang saling berlawanan.
Dalam pembahasan kecocokan bisnis, pasangan ini dapat dikaitkan dengan perbedaan cara menentukan prioritas, mengambil keputusan, atau mengatur pekerjaan.
Namun, anggapan tersebut tidak membuktikan bahwa orang bershio Tikus dan Kuda akan mengalami konflik atau kerugian ketika membangun usaha bersama.
2. Shio Kerbau dan Kambing
Shio Kerbau dan Kambing juga termasuk pasangan yang berlawanan dalam Liu Chong. Kerbau dikaitkan dengan cabang bumi Chou, sedangkan Kambing dikaitkan dengan Wei.
Keduanya sama-sama diasosiasikan dengan unsur tanah dalam sistem korespondensi astrologi Tionghoa.
Jika dikaitkan dengan kemitraan bisnis, pasangan ini dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya menyamakan tujuan dan cara kerja.
Pembagian modal, tugas, serta tanggung jawab sebaiknya disepakati sejak awal agar masing-masing pihak memahami perannya dalam menjalankan usaha.
3. Shio Macan dan Monyet
Shio Macan dan Monyet merupakan pasangan ketiga dalam daftar Liu Chong. Macan dikaitkan dengan cabang bumi Yin dan unsur kayu, sedangkan Monyet dikaitkan dengan Shen dan unsur logam.
Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, posisi kedua shio tersebut dianggap berlawanan. Jika dikaitkan dengan bisnis, pembahasan kecocokannya dapat diarahkan pada perbedaan strategi, gaya kepemimpinan, dan pengambilan risiko.
Meski demikian, shio tidak dapat digunakan untuk memastikan apakah dua orang akan cocok menjadi rekan usaha. Kesediaan berdiskusi, mengevaluasi keputusan, dan menghormati kesepakatan bersama tetap menjadi faktor penting dalam kemitraan.
4. Shio Kelinci dan Ayam
Shio Kelinci dan Ayam juga masuk dalam enam pasangan Liu Chong. Kelinci dikaitkan dengan cabang bumi Mao dan unsur kayu, sedangkan Ayam dikaitkan dengan You dan unsur logam.
Dalam pembahasan kecocokan tradisional, keduanya dipandang menempati posisi yang saling berlawanan.
Untuk urusan bisnis, perbedaan pandangan mengenai pengembangan usaha, standar kerja, dan pengelolaan operasional dapat diantisipasi melalui komunikasi yang terbuka.
Kesepakatan tertulis mengenai kewenangan, target, dan pembagian keuntungan juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman. Langkah tersebut relevan bagi semua pasangan rekan bisnis, terlepas dari shio masing-masing.
5. Shio Naga dan Anjing
Shio Naga dan Anjing merupakan pasangan kelima dalam konsep Liu Chong. Naga dikaitkan dengan cabang bumi Chen, sedangkan Anjing dikaitkan dengan Xu. Keduanya diasosiasikan dengan unsur tanah dan menempati posisi yang berlawanan dalam siklus 12 cabang bumi.
Dalam konteks kemitraan, kesamaan visi dan tujuan menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan usaha bersama.
Kedua pihak perlu menyepakati arah bisnis, batas kewenangan, serta cara menyelesaikan perselisihan apabila terjadi perbedaan pendapat.
Kepercayaan tradisional yang mengaitkan Naga dan Anjing dengan pertentangan tidak berarti pasangan ini pasti gagal bekerja sama. Keberhasilan usaha tetap bergantung pada berbagai faktor yang dapat dikelola oleh para pemiliknya.
6. Shio Ular dan Babi
Shio Ular dan Babi melengkapi enam pasangan yang dikenal dalam konsep Liu Chong. Ular dikaitkan dengan cabang bumi Si dan unsur api, sedangkan Babi dikaitkan dengan Hai dan unsur air.
Dalam astrologi Tionghoa, keduanya dipandang sebagai pasangan yang menempati posisi berlawanan.
Jika dikaitkan dengan usaha bersama, pembahasan ini dapat menjadi pengingat untuk memperjelas cara mengambil keputusan, mengelola modal, dan membagikan keuntungan.
Keterbukaan mengenai kondisi keuangan serta kesepakatan tentang pembagian tanggung jawab dapat membantu menjaga hubungan profesional. Hal yang sama juga berlaku bagi rekan bisnis dengan pasangan shio lainnya.