Belanja Online dan Tren Makanan Siap Saji Ikut Dongkrak Kebutuhan Kemasan di Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Belanja Online dan Tren Makanan Siap Saji Ikut Dongkrak Kebutuhan Kemasan di Indonesia
Ilustrasi kemasan makanan (Unsplash FitNish Media)
baca 10 detik
  • Kebutuhan kemasan di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya belanja online dan konsumsi makanan serta minuman siap saji.
  • Kemasan kini tak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga dituntut lebih praktis, aman, efisien, dan ramah lingkungan.
  • Industri kemasan pun didorong untuk terus berinovasi mengikuti perubahan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi.

Suara.com - Kemasan kini punya peran lebih dari sekadar membungkus produk. Di tengah kebiasaan belanja online yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari dan meningkatnya kebutuhan makanan serta minuman siap konsumsi, kemasan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk, memudahkan distribusi, hingga memberikan pengalaman praktis bagi konsumen.

Perubahan pola konsumsi tersebut turut mendorong kebutuhan kemasan di Indonesia. Indonesian Packaging Federation (IPF) memproyeksikan nilai pasar industri kemasan nasional tumbuh sekitar 5–6% sepanjang 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan elektronik atau e-commerce serta pelaksanaan program pangan nasional yang menargetkan penyediaan 190 juta porsi makanan per hari.

Besarnya kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan volume kemasan, tetapi juga variasi jenis dan fungsinya. Produk makanan dan minuman, misalnya, membutuhkan kemasan yang mampu menjaga kualitas produk, aman digunakan, praktis dalam penyimpanan dan pengiriman, serta sesuai dengan karakteristik masing-masing produk.

Di sisi lain, perkembangan industri juga mendorong kebutuhan akan kemasan yang lebih efisien dan memperhatikan aspek keberlanjutan. Inovasi material, penghematan sumber daya, serta teknologi pengolahan menjadi sejumlah hal yang semakin relevan dalam pengembangan industri kemasan.

Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti, mengatakan inovasi dan kolaborasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri pengemasan Indonesia.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan, inovasi material, efisiensi sumber daya, digitalisasi, dan teknologi baru menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan,” ujar Ariana dalam konferensi pers ALLPack Indonesia 2026, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, pertukaran informasi, pengembangan teknologi, penguatan jejaring bisnis, serta pemahaman terhadap standar dan regulasi diperlukan agar industri pengemasan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Teknologi Kemasan Terus Berkembang

Kebutuhan kemasan yang semakin beragam membuat industri ini berkaitan erat dengan berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan perawatan diri hingga logistik dan perdagangan elektronik.

baca juga
ALLPack Indonesia 2026. (Dok. Ist)
ALLPack Indonesia 2026. (Dok. Ist)

Perkembangan tersebut akan menjadi salah satu fokus ALLPack Indonesia 2026, pameran industri pengemasan dan pengolahan yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan ke-25, acara ini akan menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara, termasuk 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Jumlah peserta tersebut meningkat 15% dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Penyelenggara juga memproyeksikan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi antara pelaku industri dalam negeri maupun internasional.

“Peningkatan jumlah peserta pameran tahun ini menunjukkan besarnya potensi industri Indonesia dan kepercayaan terhadap pasar nasional. Kami berharap ALLPack Indonesia 2026 dapat membuka lebih banyak peluang bisnis, mendorong adopsi teknologi, serta memperkuat daya saing industri pengemasan dan pengolahan Indonesia di tingkat global,” kata Daud.

Selain industri pengemasan, kegiatan ini mencakup sektor pengolahan pangan, minuman, plastik, percetakan, daur ulang, dan farmasi. Sejumlah sektor pendukung, seperti rantai pendingin, logistik, maritim, pertanian, dan agribisnis, juga dihadirkan untuk memperkuat keterhubungan rantai pasok.

Membahas Keberlanjutan hingga Peluang Pasar

Persoalan kemasan tidak berhenti pada fungsi melindungi produk. Industri juga menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar, efisiensi produksi, standar keamanan, dan upaya mengurangi dampak lingkungan.

Untuk membahas berbagai tantangan tersebut, ALLPack Indonesia 2026 akan menghadirkan lebih dari 55 seminar dan talk show yang membahas teknologi, regulasi, keberlanjutan, serta perkembangan industri makanan dan minuman, farmasi, plastik, dan pengemasan.

Sejumlah topik yang diangkat antara lain tren masa depan industri kemasan, perkembangan daur ulang plastik, daya saing industri plastik, biopharmaceutical, serta penyesuaian kewajiban lingkungan dengan kebutuhan industri makanan dan minuman.

Program business matching juga disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dan mitra potensial. Agenda tersebut mencakup sektor makanan dan minuman, farmasi, suplemen kesehatan, plastik dan daur ulang, serta penjajakan kerja sama dengan perusahaan dari Italia dan peluang pasar Tiongkok.

Melalui rangkaian tersebut, pelaku industri diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi, menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, serta menjajaki peluang kerja sama baru.

ALLPack Indonesia 2026 akan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Informasi dan registrasi pengunjung tersedia melalui laman resmi https://register.kristaonline.com/visitor/allpackindonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Pemerintah Tembus Rp929 T, Jadi Rebutan Pengusaha hingga UMKM

Belanja Pemerintah Tembus Rp929 T, Jadi Rebutan Pengusaha hingga UMKM

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:22 WIB

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Stop FOMO Belanja: Saatnya Beralih dari Budaya Checkout ke Mindful Shopping

Stop FOMO Belanja: Saatnya Beralih dari Budaya Checkout ke Mindful Shopping

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×