- Kementerian Pariwisata menghadirkan Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia pada pameran Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City.
- Ajang bisnis internasional yang berlangsung dari 14 hingga 18 Oktober 2026 tersebut menampilkan sepuluh brand lokal terkemuka.
- Partisipasi tersebut bertujuan memperluas jejaring usaha pariwisata Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor untuk menggaet mitra global.
Suara.com - Pariwisata Indonesia memiliki modal yang besar untuk dikenal lebih luas di pasar global. Kekayaan destinasi, kuliner, budaya, hingga beragam produk kreatif menjadi bagian dari pengalaman yang dicari wisatawan mancanegara.
Namun, memperkenalkan potensi tersebut tidak cukup hanya dengan mempromosikan destinasi. Akses terhadap pasar internasional dan peluang kerja sama bisnis juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan ekosistem pariwisata.
Upaya membuka akses tersebut salah satunya dilakukan Kementerian Pariwisata melalui program Co-Branding Wonderful Indonesia yang hadir dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Pameran yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City ini menjadi ruang pertemuan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dan mitra bisnis dari berbagai negara.
Melalui Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia di Hall 2 Booth 2-10, sepuluh brand dari berbagai sektor tampil bersama dalam kampanye "Go Beyond Ordinary".
Para mitra tersebut berasal dari bidang akomodasi, destinasi dan pengalaman wisata, perjalanan, makanan, gaya hidup, hingga pendidikan.

Keikutsertaan dalam ajang B2B seperti TEI tidak hanya berkaitan dengan memperkenalkan produk atau layanan. Bagi sektor pariwisata, pertemuan dengan pelaku bisnis internasional dapat membuka peluang terbentuknya kerja sama baru yang pada akhirnya memperluas jangkauan industri pariwisata Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dapat memperkuat cerita Indonesia ketika dibawa ke pasar global.
"Banyak brand Indonesia telah membawa cerita Indonesia ke pasar global, dan dampaknya dapat semakin luas ketika brand-brand tersebut bergerak bersama," ujar Ni Made Ayu Marthini.
Menurutnya, kehadiran Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia di TEI 2026 juga memberikan ruang bagi buyer dan pelaku usaha untuk bertemu langsung, berdiskusi, serta menjajaki peluang kerja sama.
Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata memiliki hubungan erat dengan sektor perdagangan. Aktivitas wisatawan mancanegara tidak berhenti pada kunjungan ke destinasi, tetapi juga mencakup akomodasi, kuliner, transportasi, pengalaman wisata hingga pembelian produk lokal.
Pengeluaran wisatawan tersebut turut menjadi bagian dari ekspor jasa yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Firnandi Gufron, menilai keberagaman sektor justru menjadi kekuatan dalam memperkenalkan Indonesia.
"Sepuluh brand di Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia datang dari dunia yang berbeda, mulai dari perhotelan, destinasi, hingga gaya hidup, namun dipersatukan oleh semangat 'Go Beyond Ordinary'," kata Firnandi.
Ia menambahkan, setiap brand membawa cerita Indonesia melalui karakter masing-masing. Ketika berbagai cerita tersebut hadir secara berdampingan, citra Indonesia yang terbentuk di pasar global pun menjadi lebih beragam.
Dalam konteks yang lebih luas, membuka akses global bagi pariwisata bukan hanya soal mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan memperluas jejaring usaha, mempertemukan pelaku industri dengan mitra potensial, serta menciptakan peluang kolaborasi lintas sektor.
TEI 2026 pun menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Kementerian Pariwisata berharap pertemuan bisnis yang berlangsung selama pameran tidak berhenti di ruang pameran, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.
Dengan semakin terbukanya akses ke pasar internasional, potensi pariwisata Indonesia dapat diperkenalkan bukan sekadar sebagai destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga sebagai ekosistem yang memiliki produk, layanan, kreativitas, dan peluang bisnis yang mampu bersaing di tingkat global.