- Maskapai Vietjet meresmikan tiga rute penerbangan baru yang menghubungkan Hanoi, Almaty, dan Praha pada 10 Oktober 2026.
- Pembukaan rute baru ini bertujuan memperkuat hubungan antarwilayah serta memperluas pariwisata, perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya.
- Wisatawan Indonesia dapat memanfaatkan penerbangan lanjutan Vietjet serta fasilitas bebas visa ke Kazakhstan selama 30 hari.
Suara.com - Konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam membuka peluang baru bagi pariwisata lintas kawasan.
Semakin mudah suatu destinasi dijangkau, semakin besar pula kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal budaya baru, pelaku usaha menjajaki pasar, serta masyarakat dari berbagai negara membangun hubungan yang lebih erat.
Perkembangan konektivitas tersebut kembali terlihat melalui pembukaan tiga rute baru Vietjet yang menghubungkan Hanoi dengan Almaty dan Praha, serta Almaty dengan Praha.
Rute yang mulai beroperasi pada Oktober 2026 ini mempertemukan tiga kawasan, yakni Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Eropa.
Pembukaan rute tersebut tidak hanya menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pariwisata, perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya di antara negara-negara yang terhubung.
Peresmian ketiga rute dilakukan di Bandara Internasional Almaty dan Bandara Václav Havel Praha pada 10 Oktober 2026. Kehadiran konektivitas baru ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan lintas negara.
Duta Besar Vietnam untuk Republik Ceko, H.E. Duong Hoai Nam, menilai konektivitas udara dapat menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan Vietnam dan Republik Ceko.
"Vietnam dan Republik Ceko memiliki landasan persahabatan yang kuat dan telah terjalin selama bertahun-tahun. Kini, kita membutuhkan lebih banyak jembatan untuk mempererat hubungan tersebut, dan konektivitas udara merupakan salah satunya," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran rute baru tidak hanya berpengaruh pada hubungan antarpemerintah. Mobilitas masyarakat yang semakin terbuka juga dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Dari sisi pariwisata, konektivitas ini mempertemukan karakter tiga destinasi dengan daya tarik berbeda. Hanoi menawarkan pengalaman budaya dan sejarah Vietnam, Almaty menjadi salah satu pintu untuk mengenal lanskap alam serta keragaman budaya Kazakhstan, sementara Praha menghadirkan kekayaan arsitektur dan warisan budaya Eropa.
Ketiga kota tersebut juga dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang bagi wisatawan yang ingin menjelajahi beberapa kawasan sekaligus. Dengan tersedianya jalur penerbangan yang lebih terhubung, perjalanan dari Asia Tenggara menuju Asia Tengah hingga Eropa dapat dilakukan dengan pilihan rute yang semakin beragam.
Peluang tersebut juga terbuka bagi wisatawan Indonesia. Vietjet saat ini melayani penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.
Dari kedua kota tersebut, wisatawan Indonesia dapat melanjutkan perjalanan menuju Almaty maupun Praha melalui jaringan penerbangan yang tersedia.
Khusus bagi wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi Kazakhstan, adanya fasilitas bebas visa hingga 30 hari turut memberikan kemudahan untuk menjelajahi Almaty dan destinasi lainnya di negara tersebut.
CEO Vietjet, Nguyen Thanh Son, mengatakan perluasan jaringan internasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarkawasan.
"Kami berharap dapat menyambut lebih banyak wisatawan ke Vietnam sekaligus mendekatkan masyarakat Vietnam dan wisatawan internasional dengan berbagai destinasi yang kaya akan budaya, warisan sejarah, dan pengalaman unik," katanya.
Lebih jauh, konektivitas udara juga memiliki dampak terhadap aktivitas perdagangan. Mobilitas yang lebih mudah memungkinkan pelaku bisnis bertemu secara langsung, membuka jaringan baru, serta menjajaki peluang investasi dan kerja sama lintas negara.
Sementara bagi masyarakat, perjalanan antarnegara memberikan ruang terjadinya pertukaran budaya secara lebih langsung. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat sebuah destinasi, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat lokal, mencicipi kuliner, mengenal tradisi, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke negara asal.
Dengan demikian, pembukaan rute Hanoi-Almaty, Hanoi-Praha, dan Almaty-Praha dapat dilihat lebih luas sebagai bagian dari berkembangnya konektivitas antarwilayah. Ketika akses perjalanan semakin terbuka, peluang bagi pariwisata, perdagangan, dan pertukaran budaya antara Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Eropa pun ikut berkembang.