Pakar Kriminologi Ingatkan Pelarangan Total Vape Bisa Memperluas Pasar Gelap

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:25 WIB
Pakar Kriminologi Ingatkan Pelarangan Total Vape Bisa Memperluas Pasar Gelap
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah mencuatnya wacana pelarangan total rokok elektronik sebagai respons atas penyalahgunaan vape yang mengandung narkotika, sejumlah pakar mengingatkan risiko munculnya efek yang tidak diinginkan. Alih-alih memberantas penyalahgunaan, kebijakan tersebut justru dikhawatirkan mendorong pertumbuhan pasar gelap yang lebih sulit diawasi dan merugikan konsumen dewasa yang menggunakan produk legal.

Kriminolog Universitas Lampung (Unila) Teuku Fahmi, menilai pelarangan total bukan langkah yang efektif untuk mengatasi penyalahgunaan zat terlarang menggunakan media vape. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi mendorong meluasnya peredaran produk di pasar gelap tanpa pengawasan karena permintaan terhadap produk tetap akan ada meski peredarannya dilarang.

"Pelarangan total berisiko tinggi memicu efek bumerang dengan meluasnya pasar gelap. Pendekatan efektif semestinya ditekankan pada pengawasan, pembatasan rantai pasok kimia, serta penegakan hukum pada zat psikoaktifnya, bukan melarang media alatnya," tegas Fahmi.

Menurutnya, persoalan utama dalam kasus penyalahgunaan vape untuk narkotika bukan terletak pada perangkat vape itu sendiri, melainkan pada masuknya zat psikoaktif ilegal ke dalam cairan vape. Karena itu, upaya penanganan perlu diarahkan pada penguatan pengawasan rantai pasok bahan kimia dan penindakan terhadap jaringan yang memproduksi maupun mengedarkan zat terlarang.

"Titik krusial permasalahan bukan pada perangkat vape-nya, tapi pada lemahnya pengawasan dan kebocoran rantai pasok bahan kimia medis di tingkat hulu yang perlu ditelusuri jalur distribusinya," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan. Ia menilai pelarangan menyeluruh justru berpotensi merugikan konsumen dewasa. Selama ini, konsumen dapat membeli produk melalui jalur resmi dan mengenali produk yang memiliki asal-usul serta perizinan yang jelas. Apabila seluruh produk vape dilarang, masyarakat dikhawatirkan akan sulit membedakan produk legal dengan produk yang beredar melalui jalur ilegal.

"Kalau semua produk dilarang, konsumen justru bisa kehilangan pilihan dan sulit membedakan mana produk yang legal dan mana yang ilegal. Padahal selama ini kami selalu dorong konsumen dewasa untuk membeli dari toko resmi, memastikan produk jelas asal-usulnya, serta menjauhi produk oplosan atau yang dicampur zat terlarang," ucapnya.

Paido menambahkan konsumen dewasa yang selama ini menggunakan produk legal tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung dampak akibat ulah oknum yang menyalahgunakan vape untuk tindakan melanggar hukum. Karena itu, fokus kebijakan seharusnya diarahkan pada penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap produk ilegal serta pelaku penyalahgunaannya.

Sekadar informasi, produk vape legal dapat diidentifikasi salah satunya dari adanya pita cukai yang melekat pada kemasan produk. Selain itu, produk-produk legal juga hanya diperjualbelikan melalui toko-toko resmi dengan harga wajar. Sebaliknya, produk-produk yang disalahgunakan untuk narkotika memiliki harga yang mencapai jutaan rupiah, tidak berpita cukai, serta diedarkan melalui jalur ilegal.

Afifuddin (24), konsumen vape, juga menilai penanganan penyalahgunaan vape untuk narkotika perlu dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pihak yang seharusnya menjadi fokus penindakan adalah pelaku yang mencampurkan zat terlarang ke dalam produk vape, bukan seluruh pengguna maupun produk yang digunakan secara legal. Dengan demikian, kasus yang terjadi murni penyalahgunaan dan bukan mewakili keseluruhan produk vape yang beredar.

Menurut Afifuddin, penyalahgunaan oleh oknum ini jauh berbeda dengan vape legal berpita cukai yang dipasarkan di toko resmi untuk konsumen vape dewasa.

"Kalau memang ada yang menyalahgunakan vape jelas harus ditindak tegas. Tapi menurut saya yang perlu diusut adalah pihak yang mencampurkan zat terlarang ke dalam vape dan yang mengedarkannya. Jangan sampai karena ulah oknum, semua pengguna vape yang selama ini membeli produk secara resmi ikut kena dampaknya," katanya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Kebutuhan Perbankan Investor Asing di Indonesia, BRI Hadirkan FDI Services

Dukung Kebutuhan Perbankan Investor Asing di Indonesia, BRI Hadirkan FDI Services

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Pameran Bisnis Jadi Jembatan UMKM Lokal Menuju Pasar Global

Pameran Bisnis Jadi Jembatan UMKM Lokal Menuju Pasar Global

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Asta Cita, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Asta Cita, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Segera Realisasikan Punya Rumah Impian Bersama BRI KPR, Hadiri Summarecon Expo 2026

Segera Realisasikan Punya Rumah Impian Bersama BRI KPR, Hadiri Summarecon Expo 2026

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:32 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding

Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Pesta Gol di Bekasi, Persija Jakarta Bertengger di Puncak Klasemen Super League

Pesta Gol di Bekasi, Persija Jakarta Bertengger di Puncak Klasemen Super League

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:12 WIB

Menko Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Bukan Tolak Ukur Kondisi Perekonomian

Menko Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Bukan Tolak Ukur Kondisi Perekonomian

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Ide Rayakan Tahun Baru di Jakarta, Ada Konser Maliq & DEssentials hingga Dinner Spesial

Ide Rayakan Tahun Baru di Jakarta, Ada Konser Maliq & DEssentials hingga Dinner Spesial

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:08 WIB

×