Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB
Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia
Seremoni Uji Jalur GI Tourism di Dataran Tinggi Dieng. Acara digelar tiga hari (21-23/9/2026) dengan rute: Jakarta, Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo, Dieng dan kembali ke Jakarta dengan moda kereta api, jip, serta kendaraan roda empat lainnya. (Dok: DJKI)

Suara.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di bawah Kementerian Hukum Republik Indonesia menggelar Uji Jalur Geographical Indication (GI) Tourism selama tiga hari (21–23/9/2026), di kawasan Pegunungan Dieng yang berada di dua kabupaten, Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Tiga produk khas Dieng yang diperkenalkan dalam jalur wisata ini adalah buah carica, tanaman herbal purwaceng, serta kopi Arabica khas Dieng.

Ketiga produk tadi adalah komoditas unggulan yang memiliki karakteristik khas dan keterkaitan dengan kondisi alam serta masyarakat di wilayah Dieng. Pelindungan melalui Indikasi Geografis (IG) memberikan dasar hukum untuk menjaga reputasi, karakteristik, serta kualitas produk yang berasal dari wilayah itu.

Melalui pengakuan dan pelindungan IG, DJKI juga mendorong pembinaan serta pengawasan mutu secara berkelanjutan. Upaya standardisasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi produk dari wilayah asalnya, mencegah pemalsuan, meningkatkan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem GI Tourism.

Menyesap Dieng Coffee Ritual di pelataran Candi Dwarawati, dalam Uji Jalur GI Tourism, Dieng (21-23/9/2026). (Suara.com/CNR ukirsari)
Menyesap Dieng Coffee Ritual di pelataran Candi Dwarawati, dalam Uji Jalur GI Tourism, Dieng (21-23/9/2026). (Suara.com/CNR ukirsari)

“Di Dieng ada produk-produk indikasi geografis, yaitu kopi Arabica Pegunungan Dieng, carica, dan purwaceng. Nah, ini yang kita kembangkan, kita manfaatkan sebagaimana bukti nyata bahwa produk indikasi geografis ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” papar Fajar Sulaeman Taman, Direktur Merek dan Indikasi Geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.

Dalam Uji Jalur GI Tourism Dieng, perjalanan wisata dirancang untuk memberikan pengalaman yang tidak berhenti pada aktivitas menikmati pemandangan, hidangan, serta berfoto. Namun peserta diajak memahami hubungan antara alam, manusia, budaya, serta produk khas yang tumbuh dan berkembang di kawasan itu.

Dalam proyek percontohan ini, seluruh produk Indikasi Geografis yang dikunjungi dibudidayakan di ketinggian minimal sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelola oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Kelompok ini berperan menjaga, mengelola, dan melindungi reputasi serta kualitas produk khas daerah yang telah mendapatkan atau sedang mengajukan sertifikasi Indikasi Geografis.

Para peserta diajak langsung menuju kebun-kebun budidaya di lereng Dataran Tinggi Dieng, termasuk Desa Sembungan—yang dikenal sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Mereka memetik buah carica dan biji kopi Arabica Dieng, melihat tanaman herbal purwaceng, menyaksikan proses pengolahan produk, serta berinteraksi dengan para pengurus MPIG untuk mendengar langsung tantangan dan harapan dalam melestarikan produk yang telah menjadi ciri khas daerah.

Carica, Konsep Zero Waste: Dari Manisan, Sirup, Hingga Strudel

Pabrik Usaha Dagang (UD) Podang Mas berlokasi di Wonosobo, salah satu gerbang menuju Dataran Tinggi Dieng. Berdiri sejak 1980, perusahaan pengolahan buah carica (Vasconcellea pubescens) ini dirintis oleh Sri Sutarti dan kini dikelola oleh generasi kedua, Rum Wikaningtyas.

baca juga
Kunjungan para peserta Uji Jalur GI Tourism Dieng ke UD Podang Mas, tampak Ketua MPIG Carica Dieng, Wekso Pribiantoro (ketiga dari kiri), dan CEO UD Podang Mas, Rum Wikaningtyas (keempat dari kanan), bersama Direktur Merek dan Indikasi Geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Fajar Sulaeman Taman, dan Direktur Penegakan Hukum di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, Arie Ardian Rishadi. (Suara.com/CNR ukirsari)
Kunjungan para peserta Uji Jalur GI Tourism Dieng ke UD Podang Mas, tampak Ketua MPIG Carica Dieng, Wekso Pribiantoro (ketiga dari kiri), dan CEO UD Podang Mas, Rum Wikaningtyas (keempat dari kanan), bersama Direktur Merek dan Indikasi Geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Fajar Sulaeman Taman, dan Direktur Penegakan Hukum di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, Arie Ardian Rishadi. (Suara.com/CNR ukirsari)

“Mungkin di antara para produsen pengolahan carica, kami yang tertua. Mengolah carica menjadi manisan, memakai kemasan botol kaca agar semakin awet. Kami menyadari bahwa produk kami sangat terkait dengan pariwisata. Jadi tidak sebatas menjual produk, namun ingin memperkenalkan bahwa ada sesuatu dari tempat kami di Dieng. Carica mesti diangkat reputasinya, dan kami sangat bersyukur dapat direalisasikan lewat MPIG,” ungkap Rum Wikaningtyas.

Ketua MPIG Carica Dieng, Wekso Pribiantoro, menambahkan bahwa para pengusaha carica terus berkreasi dan berinovasi agar seluruh bagian buah dapat dimanfaatkan dengan konsep zero waste.

Daging buah diolah menjadi manisan, selai, dan minuman probiotik kombucha. Bagian pulpy dimanfaatkan menjadi sirup, sementara bijinya dapat diolah menjadi bubuk pengempuk daging, kopi, dan teh. Adapun kulit buah dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Wekso Pribiantoro sendiri mengolah carica menjadi isian strudel, kudapan berupa kue pastry yang di Eropa umumnya diisi dengan buah apel. Produk tersebut dipasarkan dengan tagline “Carica Strudel, Dieng-Eropa Dalam Satu Rasa”.

“Ingat saat fenomena alam embun upas di Dieng, di mana temperatur turun drastis sampai memunculkan butiran es. Saya baca literasi, ada hidangan khas Eropa bernama strudel, pastry dengan isian buah-buahan,” kenang Wekso Pribiantoro, menceritakan awal mula ide tersebut muncul.

Gagasan itu berawal dari situasi sulit yang dihadapi petani carica ketika pandemi. Saat lockdown, hasil panen tidak terserap karena produsen kesulitan membeli bahan baku. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian petani frustrasi hingga berkeinginan menebang pohon carica.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi

DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:26 WIB

DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat

DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:08 WIB

Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi

Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:05 WIB

DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual

DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual

News | Rabu, 01 April 2026 | 18:28 WIB

POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit

POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Sumbar | Kamis, 24 September 2026 | 11:28 WIB

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:27 WIB

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:23 WIB

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

×