Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Vania Rossa

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB
Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak
Anak-anak mengikuti sesi Menggambar Aroma. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Anak-anak mengikuti workshop Menggambar Aroma di Wuffyspace Malang pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026.
  • Kegiatan yang diselenggarakan oleh MDP untuk brand Papoom tersebut mengajak anak menggambar berdasarkan aroma yang dicium.
  • Hasil karya anak dipindai ke bingkai digital dan dicetak sebagai kenang-kenangan bersama orang tua.

Suara.com - Menggambar bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang anak. Lewat coretan dan warna, anak belajar menuangkan ide, mengekspresikan perasaan, serta mengembangkan imajinasi sesuai dengan cara mereka memahami dunia.

Ketika anak diberi kesempatan menggambar dengan bebas, mereka juga belajar membuat pilihan. Mulai dari menentukan warna, membentuk objek, hingga menceritakan gambar yang dibuat, setiap proses memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan kreativitasnya.

Orang tua tidak harus menuntut hasil gambar yang rapi atau menyerupai objek aslinya. Justru, memberi anak kebebasan untuk berkreasi dan mengapresiasi hasil karyanya dapat membuat pengalaman menggambar terasa lebih menyenangkan.

Aktivitas sederhana ini juga bisa menjadi momen untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak.

Orang tua dapat mengajak anak bercerita tentang gambar yang dibuat, menanyakan ide di baliknya, atau ikut menggambar bersama tanpa harus mengarahkan hasil akhirnya.

Pengalaman kreatif pun bisa terasa lebih berkesan ketika hasil karya anak mendapat tempat tersendiri. Misalnya, dengan menyimpannya dalam album, memajangnya di rumah, atau menjadikannya bagian dari foto keluarga.

Pendekatan tersebut terlihat dalam workshop Petualangan Seru, Jelajah Harum di Wuffyspace Malang, Sabtu (10/10/2026).

Dalam sesi Menggambar Aroma, anak-anak diajak menuangkan kesan dari aroma yang mereka cium ke dalam gambar.

Hasil karya itu kemudian dipindai dan dimasukkan ke dalam bingkai foto digital untuk dicetak sebagai kenang-kenangan bersama orang tua.

baca juga

Workshop tersebut juga menghadirkan karakter digital interaktif yang menyapa peserta dan memandu aktivitas bersama. Kegiatan ini dikembangkan oleh MDP (Mulai Dari Pagi) untuk brand parfum anak Papoom.

Owner MDP, Aldo Alifanto Maulana, mengatakan konsep tersebut berangkat dari keinginan agar karya anak tidak sekadar menjadi gambar yang terlupakan setelah acara selesai.

“Sebagai studio, kami ingin memberikan pengalaman yang personal bagi anak dan orang tua. Teknologi kami bawa sebagai sentuhan, bukan pusat perhatian. Harapannya, momen ini masuk ke dalam core memory mereka,” ujar Aldo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:00 WIB

7 Aplikasi Menggambar Digital Terbaik untuk Tablet Layar Sentuh

7 Aplikasi Menggambar Digital Terbaik untuk Tablet Layar Sentuh

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 10:35 WIB

5 Aplikasi untuk Belajar Menggambar di iPad, Pemula Wajib Tahu

5 Aplikasi untuk Belajar Menggambar di iPad, Pemula Wajib Tahu

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

×