- Penulis asal Irlandia, Sally Rooney, menghadapi pelarangan buku di Inggris pada Oktober 2026 karena mendukung Palestina.
- Penerbit Faber menghentikan pasokan karya Rooney di Inggris agar tidak melanggar undang-undang antiterorisme negara tersebut.
- Rooney berencana mengalokasikan royalti penjualannya untuk mendukung Palestine Action yang dianggap sebagai kelompok teroris di Inggris.
Suara.com - Nama Sally Rooney tengah menjadi sorotan global usai buku-bukunya dilarang dipublikasikan dan beredar di Inggris. Alasannya, Sally Rooney mendukung Palestina yang dianggap melanggar Undang-Undang Antiterorisme Inggris.
Hal ini membuat profil Sally Rooney yang merupakan penulis asal Irlandia turut memicu rasa penasaaran publik, khususnya mereka yang sudah membaca atau penasaran dengan buku-buku karyanya.
Berikut profil Sally Rooney lengkap dengan pendidikan, karya-karyanya, hingga gaya menulisnya.
Profil Sally Rooney

Sally Rooney, lahir pada 20 Februari 1991 di Castlebar, County Mayo, Irlandia, adalah salah satu novelis paling berpengaruh dari generasi milenial. Ia tumbuh di keluarga yang menghargai seni; ibunya mengelola pusat seni komunitas sementara ayahnya bekerja di bidang telekomunikasi.
Rooney menempuh pendidikan di Trinity College Dublin, di mana ia meraih gelar sarjana sastra Inggris dan sempat menjadi debater terbaik Eropa pada 2013.
Bakat menulisnya sudah terlihat sejak dini, dan ia mulai mendapatkan perhatian luas lewat esai serta cerita pendek sebelum merilis novel debut.
Kini berusia 35 tahun dan tinggal di Irlandia, Rooney dikenal sebagai penulis yang mampu menggambarkan relasi interpersonal, kelas sosial, dan keresahan generasi muda dengan gaya prosa yang sederhana namun tajam.
Popularitasnya meledak berkat adaptasi televisi dari karyanya, yang membuat namanya dikenal tidak hanya di kalangan pembaca sastra tetapi juga khalayak luas di seluruh dunia.
Karier sastra Rooney dimulai dengan novel pertama Conversations with Friends pada 2017, yang langsung mendapat pujian kritis dan memenangkan beberapa penghargaan.
Setahun kemudian, Normal People (2018) menjadi fenomena global, terjual jutaan eksemplar, memenangkan Costa Book Award, dan diadaptasi menjadi serial televisi BBC/Hulu yang sangat sukses.
Novel ketiganya, Beautiful World, Where Are You (2021), serta Intermezzo (2024) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis kontemporer terkemuka.
Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terjual lebih dari enam juta kopi di seluruh dunia, dengan Normal People sendiri menjual lebih dari satu juta eksemplar di Inggris saja.
Gaya penulisannya yang dialog-driven, minim deskripsi berlebihan, serta fokus pada ketegangan emosional dan isu sosial membuat banyak kritikus menjulukinya “novelis milenial pertama yang hebat.”
Meski kesuksesan komersialnya luar biasa, Rooney kerap bersikap kritis terhadap industri sastra dan kapitalisme, serta menggunakan platformnya untuk menyuarakan pandangan politik.
Dukungan Sally Rooney Terhadap Palestina

Dalam beberapa tahun terakhir, Rooney semakin vokal dalam mendukung perjuangan Palestina. Ia mendukung gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) dan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kelompok aksi langsung Palestine Action.
Kelompok tersebut dilarang sebagai organisasi teroris di Inggris pada Juli 2025 setelah melakukan aksi-aksi yang menargetkan perusahaan pertahanan terkait Israel, termasuk insiden di pangkalan Royal Air Force.
Rooney, yang tinggal di Republik Irlandia di mana kelompok tersebut tidak dilarang, menyatakan niatnya untuk terus mendukung Palestine Action dengan menggunakan royalti dari buku-bukunya.
Akibat pernyataan tersebut, pada Oktober 2026 penerbit Inggrisnya, Faber, memutuskan untuk tidak lagi memasok karya-karya Rooney di Inggris dalam format apa pun.
Keputusan tersebut diambil karena undang-undang antiterorisme Inggris membuat penerbit tidak dapat menyerahkan penghasilan dari penjualan di Inggris kepada Rooney, yang berencana mengalokasikannya untuk mendukung kelompok terlarang itu.
Rooney sendiri menyatakan bahwa ia telah jujur tentang keyakinannya dan siap menerima konsekuensinya.
Keputusan penghentian pasokan buku Rooney di Inggris memicu perdebatan luas tentang kebebasan berekspresi, sensor, dan batasan dukungan politik bagi seniman. Buku-buku seperti Normal People, Conversations with Friends, Beautiful World, Where Are You, dan Intermezzo tidak lagi dipasok baru ke toko buku Inggris, meskipun stok lama masih dapat dijual.
Di luar Inggris, karya-karyanya tetap tersedia dan terus dibaca. Profil Sally Rooney dengan demikian tidak hanya mencerminkan perjalanan seorang penulis berbakat yang meraih kesuksesan global, tetapi juga keberaniannya dalam mendukung kebebasan Palestina.