- Serum vitamin C bisa memicu iritasi pada kulit tertentu.
- Konsentrasi tinggi dan gangguan skin barrier dapat memperburuk kondisi kulit.
- Hentikan pemakaian jika muncul gatal dan iritasi yang mengganggu.
Suara.com - Pernah mengalami kondisi wajah makin kusam dan gatal setelah pakai serum vitamin C? Hal ini bisa terjadi karena beberapa penyebab.
Wajah makin kusam dan gatal adalah kondisi ketika kulit terlihat kurang bercahaya disertai rasa gatal setelah menggunakan produk perawatan wajah.
Keluhan ini bisa berkaitan dengan iritasi, reaksi terhadap kandungan tertentu, atau kondisi lapisan pelindung kulit yang sedang terganggu.
Serum vitamin C sendiri dikenal sebagai produk perawatan kulit yang membantu menyamarkan noda hitam dan meratakan warna kulit.
Namun, pemakaian serum vitamin C yang kurang sesuai dengan kondisi kulit justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Berikut 5 penyebab wajah makin kusam dan gatal setelah pakai serum vitamin C yang perlu diketahui.
Vitamin C adalah salah satu bahan aktif dalam skincare yang dikenal dapat membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan meratakan warna kulit wajah.

1. Konsentrasi Vitamin C Terlalu Tinggi
Konsentrasi vitamin C yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama pada kulit sensitif atau yang belum terbiasa menggunakan bahan aktif ini.
Saat kulit mengalami iritasi, permukaannya dapat terasa kasar, mengelupas, atau tampak kurang bercahaya. Kondisi ini bisa membuat wajah terlihat semakin kusam meskipun serum digunakan untuk membantu mencerahkan kulit.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pilih serum dengan konsentrasi yang sesuai dengan toleransi kulit. Pemula dan pemilik kulit sensitif sebaiknya memulai dengan konsentrasi rendah serta mengikuti petunjuk pemakaian produk.
2. Lapisan Pelindung Kulit Sedang Terganggu
Lapisan pelindung kulit atau skin barrier berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai zat yang dapat memicu iritasi. Ketika lapisan ini terganggu, kulit lebih mudah mengalami kekeringan, gatal, kemerahan, dan perubahan warna.
Penggunaan serum vitamin C pada kulit yang sedang kering, mengelupas, atau mengalami iritasi dapat memperburuk rasa tidak nyaman. Wajah pun bisa terlihat kusam karena permukaannya tidak lagi terasa halus dan kelembapannya berkurang.
Sebaiknya hentikan sementara penggunaan serum dan fokus pada perawatan dasar, seperti pembersih wajah yang lembut serta pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit.
3. Kulit Mengalami Reaksi terhadap Kandungan Serum
Penyebab wajah makin kusam dan gatal setelah pakai serum vitamin C juga bisa berkaitan dengan reaksi terhadap kandungan lain di dalam produk.
Pewangi dan bahan pengawet, misalnya, dapat memicu dermatitis kontak pada orang yang sensitif terhadap bahan tersebut.
Dermatitis kontak merupakan peradangan kulit akibat paparan zat yang mengiritasi atau memicu reaksi alergi. Gejalanya dapat berupa gatal, ruam, kemerahan, dan pembengkakan. Reaksi alergi juga bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah kulit terpapar pemicunya.
Jika gatal disertai ruam atau pembengkakan, jangan menganggapnya sebagai reaksi normal yang harus dilewati agar kulit terbiasa. Hentikan pemakaian serum dan periksakan diri ke dokter kulit jika gejalanya menetap atau memburuk.
4. Serum Digunakan Bersamaan dengan Bahan Aktif Lain
Rutinitas perawatan wajah yang melibatkan banyak bahan aktif juga perlu diperhatikan.
Hal ini karena penggunaan beberapa produk yang sama-sama berpotensi mengiritasi kulit, seperti vitamin C, retinol, atau eksfolian tertentu, dapat memperburuk keluhan pada kulit yang sensitif.
Risikonya bergantung pada jenis bahan, konsentrasi, formulasi produk, dan kondisi kulit. Penggunaan bahan aktif secara bersamaan tidak selalu menimbulkan masalah, tetapi kombinasi yang kurang sesuai dapat membuat kulit terasa perih, kering, atau gatal.
Jika wajah mulai kusam dan terasa gatal setelah rutinitas skincare diubah, sederhanakan pemakaian produk untuk sementara.
Gunakan pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya, lalu hindari menambahkan bahan aktif baru sampai kondisi kulit membaik.
5. Serum Tidak Disimpan dengan Benar
Kondisi serum juga perlu diperiksa ketika hasil pemakaian berbeda dari biasanya.
Vitamin C, khususnya L-ascorbic acid, sensitif terhadap cahaya, panas, dan udara sehingga formulasi serta penyimpanannya berpengaruh terhadap kestabilan produk.
Perhatikan tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, dan perubahan warna atau aroma yang tidak biasa.
Pasalnya, serum yang mengalami perubahan warna belum tentu otomatis berbahaya, tetapi perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa produk mengalami oksidasi atau perubahan kualitas.