Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:24 WIB
Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut
Ilustrasi hujan. Sumber: Magnific.com
baca 10 detik
  • Gubernur Sumut menggelar Operasi Modifikasi Cuaca yang sukses menurunkan hujan deras pada 17 Oktober 2026.
  • Hujan lebat tersebut berhasil meluruhkan partikel asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta memperbaiki kualitas udara di Sumatera Utara.
  • Operasi modifikasi cuaca dilakukan melalui penyemaian awan menggunakan bahan seperti Natrium Klorida untuk mempercepat kondensasi air hujan.

Suara.com - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mengepung Sumatera Utara akhirnya mulai menipis, setelah

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing hujan.

Pada Sabtu (17/10/2026), hujan deras sukses membasahi wilayah Kota Medan, Binjai, hingga Kabupaten Deli Serdang. 

Guyuran air dari langit tersebut seketika meluruhkan partikel asap, membuat kabut berangsur sirna dan kualitas udara membaik.

Keberhasilan ini lantas memicu rasa penasaran publik. Bagaimana sebenarnya cara kerja modifikasi cuaca hingga bisa membuat langit menumpahkan air hujan di lokasi yang diinginkan?

Ilustrasi-Sejumlah pengendara motor melintas saat hujan ringan di Jalan Bypass Mataram-Gedung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sugiharto Purnama/aa
Ilustrasi-Sejumlah pengendara motor melintas saat hujan ringan di Jalan Bypass Mataram-Gedung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sugiharto Purnama/aa

Banyak orang mengira modifikasi cuaca adalah teknologi menyulap langit kering menjadi hujan. Nyatanya tidak demikian. 

Melansir penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), modifikasi cuaca pada hakikatnya adalah usaha membantu proses pembentukan hujan alami dengan memanfaatkan bibit awan yang sudah tersedia di atmosfer.

Secara ilmiah, teknologi ini tidak bisa menciptakan awan dari nol. Prinsip utamanya adalah mempercepat proses kondensasi (pengembunan) titik-titik air di dalam awan potensial agar lebih cepat membesar, memberat, dan jatuh ke bumi sebagai rintik hujan.

Namun, penyemaian awan tidak bisa dilakukan serampangan. Melansir jurnal internasional Bulletin of the American Meteorological Society, keberhasilan modifikasi cuaca sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor alam.

baca juga

Tidak semua awan di langit layak disemai. Petugas harus memastikan awan target memenuhi parameter meteorologi yang ketat, antara lain:

  • Tingkat kelembapan udara yang tinggi.
  • Suhu udara di lapisan atmosfer yang mendukung.
  • Kandungan massa air di dalam awan yang cukup tebal.

Oleh sebab itu, sebelum pesawat lepas landas, tim BMKG terlebih dahulu memantau radar cuaca secara real-time untuk menganalisis pergerakan awan, arah angin, serta koordinat titik paling potensial.

Bagaimana Proses 'Penyemaian' Berlangsung?

Setelah awan target terdeteksi oleh radar, operasi penyemaian (cloud seeding) pun dimulai. Tahapan kerjanya secara garis besar terbagi dalam dua metode:

1. Melalui Udara (Airborne)

Pesawat khusus. seperti armada TNI AU atau pesawat carteran terbang langsung menembus langit menuju awan target. 

Begitu berada di koordinat yang tepat, pesawat akan melepaskan bubuk Natrium Klorida (NaCl) alias garam dapur khusus ke dalam gumpalan awan.

Partikel garam yang bersifat higroskopis atau sangat mudah menyerap air ini bertindak sebagai inti kondensasi. 

Partikel tersebut memicu butiran-butiran uap air di awan saling bertubrukan dan menyatu (proses mikrofisika). 

Akibatnya, tetesan air membesar jauh lebih cepat dibanding siklus alami, lalu luruh menjadi hujan lebat di area sasaran.

2. Melalui Jalur Darat (Ground-Based)

Selain lewat pesawat, penyemaian bisa ditembakkan dari darat menggunakan roket, meriam khusus, atau menara generator darat yang dikenal sebagai Ground Based Generator (GBG). 

Metode GBG biasanya dipasang di kawasan perbukitan atau topografi tinggi untuk membakar tabung suar (flare) berisi Kalium Klorida (KCl).

Metode darat ini umumnya difokuskan untuk menjaga ketersediaan air di waduk-waduk strategis yang berada di dekat menara pantau.

Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca

Dalam dunia modifikasi cuaca, ada tiga jenis bahan semai utama yang kerap diandalkan:

  • Natrium Klorida (NaCl): Paling umum digunakan di Indonesia, bersifat higroskopis untuk menarik uap air pada awan hangat tropis.
  • Perak Iodida (AgI): Bahan kimia yang memiliki struktur mirip kristal es, sangat efektif memicu proses pembekuan pada awan dingin.
  • Bahan Berbasis Klorida Lainnya: Berfungsi mengendalikan daya serap uap air di dalam sel-sel awan.

Keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca, seperti yang digagas Bobby Nasution di Sumatera Utara bukanlah kerja individu, melainkan kolaborasi lintas instansi.

BMKG memegang peranan krusial sebagai penunjuk arah melalui analisis radar cuaca dan dinamika angin.

Sedangkan, TNI AU menyiapkan armada pesawat terbang serta penerbang andal yang berani bermanuver di sekitar awan tebal.

Lalu, BNPB dan KLHK berperan dalam komando kedaruratan bencana serta pembiayaan operasional lewat Dana Siap Pakai (DSP) maupun kolaborasi pendanaan CSR lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Keadilan Sosial yang Terbalik: IHSG, Asap, hingga Kelangkaan BBM

Keadilan Sosial yang Terbalik: IHSG, Asap, hingga Kelangkaan BBM

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut

Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Promo Ulang Tahun Alfamart Minggu Ini, Minyak Goreng 2 Liter Murah hingga Voucher Belanja Gratis!

Promo Ulang Tahun Alfamart Minggu Ini, Minyak Goreng 2 Liter Murah hingga Voucher Belanja Gratis!

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Bali | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

×