- Retinol merupakan turunan vitamin A yang banyak digunakan dalam skincare untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan, seperti garis halus, kerutan, dan noda hitam.
- Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan regenerasi sel kulit melambat. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih kering, kehilangan elastisitas, dan tampak kurang cerah.
- Retinol kerap dipilih sebagai bahan aktif dalam perawatan anti-aging. Namun, orang yang baru mengenalnya saat memasuki usia 50 tahun mungkin bertanya-tanya apakah kulit yang semakin matang masih bisa menggunakan retinol.
Menurut Dr. Benjamin Barankin, dermatolog sekaligus direktur medis Toronto Dermatology Centre, kulit pada usia 50-60 tahun cenderung lebih tipis, kering, dan sensitif dibandingkan ketika masih berusia 20-30 tahun.
Karena itu, pemula disarankan memilih retinol dengan konsentrasi rendah dan mengimbanginya dengan pelembap yang lebih kaya atau bertekstur lebih tebal.
Dr. Barankin juga menekankan pentingnya penggunaan moisturizer dan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
"Memasuki usia 40-an dan seterusnya, kulit kita cenderung menjadi lebih kering, sehingga mengaplikasikan pelembap terlebih dahulu sebelum menggunakan retinol adalah langkah yang lebih tepat," ujar Dr. Barankin, dilansir dari laman Toronto Dermatology Centre, pada Jumat, 6 November 2026.
"Jika kulit Anda menjadi terlalu kering, kemerahan, mengelupas, atau iritasi akibat penggunaan retinol, cukup hentikan pemakaian selama dua hingga tiga malam. Biasanya, kulit kita akan terbiasa dengan produk tersebut seiring berjalannya waktu," lanjutnya.
Sementara itu, PERS Skincare menyebutkan bahwa retinol dapat membantu meningkatkan elastisitas dan memperbaiki tampilan noda akibat penuaan pada kulit usia 50 tahun ke atas.
Namun, konsentrasi produk perlu disesuaikan dengan toleransi kulit agar manfaatnya bisa diperoleh tanpa memicu iritasi berlebihan.
Panduan Memakai Retinol untuk Masing-Masing Usia

Kebutuhan dan kondisi kulit dapat berubah seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, panduan penggunaan retinol juga perlu disesuaikan dengan tahap usia dan pengalaman seseorang dalam menggunakan bahan aktif tersebut.
Berikut panduan berdasarkan penjelasan Dr. Benjamin Barankin yang dimuat Toronto Dermatology Centre:
1. Usia 20-an
Pada usia 20-an, retinol dapat mulai digunakan sebagai bagian dari perawatan kulit preventif. Bahan aktif ini juga bisa membantu mengatasi masalah seperti jerawat, bekas jerawat, pigmentasi, dan tekstur kulit yang tidak merata.
Bagi pemula, Dr. Barankin menyarankan penggunaan retinol dengan konsentrasi paling rendah sebanyak dua malam dalam seminggu. Jika kulit dapat menerimanya dengan baik, frekuensi pemakaian bisa ditingkatkan satu malam setiap bulan.
Pemilik kulit sensitif atau memiliki kondisi seperti rosacea dan eksim sebaiknya memulai dengan lebih perlahan, misalnya satu kali seminggu, serta mempertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit.
2. Usia 30-an
Pada usia 30-an, sebagian orang mungkin sudah terbiasa menggunakan retinol sehingga kulit memiliki toleransi yang lebih baik. Jika pemakaian selama beberapa tahun tidak menimbulkan masalah, frekuensi atau konsentrasi produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Namun, peningkatan konsentrasi bukan sesuatu yang wajib dilakukan. Jika kulit sudah menunjukkan hasil yang diinginkan dan tetap nyaman, rutinitas yang sedang dijalankan dapat dipertahankan.
3. Usia 40-an
Memasuki usia 40-an, kulit umumnya mulai mengalami penurunan kelembapan sehingga lebih mudah terasa kering. Karena itu, penggunaan pelembap dan sunscreen menjadi semakin penting ketika memasukkan retinol ke dalam rutinitas perawatan kulit.
Dr. Barankin menyarankan penggunaan pelembap sebelum mengaplikasikan retinol untuk membantu mengurangi risiko kulit kering.
Jika muncul kemerahan, pengelupasan, atau iritasi, hentikan pemakaian selama dua hingga tiga malam dan gunakan pelembap saja sampai kulit terasa lebih nyaman.
4. Usia 50-an ke atas
Pada usia 50 tahun ke atas, pemula perlu lebih berhati-hati karena kulit cenderung lebih tipis dan sensitif. Pilih retinol dengan konsentrasi rendah, gunakan secara bertahap, dan sertakan pelembap dengan tekstur lebih kaya untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Jika sebelumnya sudah rutin menggunakan retinol sejak usia 20-an atau 30-an dan kulit telah terbiasa, konsentrasi yang lebih tinggi mungkin dapat ditoleransi. Namun, peningkatan kekuatan produk tetap perlu mempertimbangkan kondisi kulit, bukan hanya usia.
Untuk meminimalkan risiko iritasi, gunakan retinol pada malam hari dan aplikasikan dalam jumlah tipis sesuai petunjuk produk.
Pada pagi hari, jangan lewatkan sunscreen dengan perlindungan minimal SPF 30, serta gunakan kembali sesuai kebutuhan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Hindari pula menggabungkan retinol dengan terlalu banyak bahan aktif yang berpotensi mengiritasi kulit dalam satu rutinitas. Jika kulit mengalami rasa terbakar, kemerahan menetap, atau iritasi berat, hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Perlu diperhatikan bahwa retinol tidak dianjurkan selama kehamilan. Orang yang sedang menyusui, memiliki rosacea, eksim, atau kondisi kulit tertentu juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakannya.
Pada akhirnya, usia 50 tahun bukan alasan untuk menghindari retinol. Kunci penggunaannya adalah memilih konsentrasi yang sesuai, memulai secara perlahan, menjaga kelembapan kulit, dan menggunakan sunscreen secara rutin.