Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Farah Nabilla, Dita Alvinasari

Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB
Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren
Polo Indonesia (Instagram/poloindonesiaofficial)
baca 10 detik
  • Polo Indonesia diproduksi oleh PT Manggala Putra Perkasa.
  • Polo Ralph Lauren merupakan merek fesyen asal Amerika Serikat.
  • Keduanya memiliki identitas dan pengelolaan bisnis berbeda.

Suara.com - Polo Indonesia dikenal sebagai merek pakaian lokal dengan harga yang relatif terjangkau. Produknya mencakup kaus polo, kemeja, dan pakaian kasual yang dijual dengan harga berbeda dari Polo Ralph Lauren.

Perbedaan harga tersebut membuat pertanyaan kenapa Polo Indonesia murah cukup banyak dicari di Google. Apalagi, kedua merek sama-sama menggunakan nama Polo dan logo pemain polo berkuda

Meski terlihat mirip, keduanya memiliki latar belakang perusahaan, posisi merek, dan target pasar yang berbeda. Lantas, apa saja faktor yang membuat produk Polo Indonesia dijual dengan harga lebih terjangkau?

Polo Ralph Lauren merupakan merek fesyen asal Amerika Serikat yang didirikan oleh desainer Ralph Lauren pada 1967 dan dikenal dengan koleksi pakaian bergaya klasik premium.

Polo Indonesia (Instagram/poloindonesiaofficial)
Polo Indonesia (Instagram/poloindonesiaofficial)

1. Diproduksi oleh Perusahaan Lokal

Polo Indonesia merupakan merek pakaian yang diproduksi oleh PT Manggala Putra Perkasa (MPP). Perusahaan ini beralamat di Kali Anyar, Jakarta Barat.

Sementara itu, Polo Ralph Lauren berada di bawah naungan Ralph Lauren Corporation, perusahaan fesyen asal Amerika Serikat. Keduanya memiliki perusahaan dan pengelolaan bisnis yang berbeda.

Perbedaan asal perusahaan ini menjadi salah satu hal yang perlu diketahui ketika membandingkan kedua merek tersebut.

2. Memiliki Target Pasar Berbeda

baca juga

Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren memiliki identitas merek yang berbeda.

Polo Indonesia dikenal melalui produk pakaian kasual untuk pasar Indonesia. Koleksinya mencakup kaus polo, kemeja, dan berbagai pakaian sehari-hari.

Sementara itu, Polo Ralph Lauren memiliki pasar internasional dengan koleksi yang lebih luas. Produknya meliputi pakaian pria, wanita, anak-anak, sepatu, tas, aksesori, hingga parfum.

3. Memiliki Posisi Merek yang Berbeda

Polo Ralph Lauren didirikan oleh desainer Ralph Lauren pada 1967. Merek ini dikenal melalui gaya klasik Amerika yang menjadi ciri khas berbagai koleksinya.

Selama perkembangannya, Ralph Lauren juga memperluas bisnis ke berbagai kategori produk dan pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Terkini

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Malang | Sabtu, 07 November 2026 | 18:37 WIB

Comeback Pertama Sejak Debut, UNCHILD Unjuk Sisi Unik di Lagu TiNG TiNG

Comeback Pertama Sejak Debut, UNCHILD Unjuk Sisi Unik di Lagu TiNG TiNG

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:35 WIB

Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit

Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:30 WIB

Pelindo Perkuat Kerja Sama Bisnis dan Konektivitas Maritim dengan Port of Los Angeles

Pelindo Perkuat Kerja Sama Bisnis dan Konektivitas Maritim dengan Port of Los Angeles

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:27 WIB

Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan

Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:25 WIB

×