- Ria Ricis menuai kritik tajam usai menulis caption KidZania dalam postingan Karhutla.
- Akibat gelombang protes, Ria Ricis akhirnya menghapus postingan kontroversial.
- Sejumlah figur publik turut menyayangkan tindakan tidak sensitif tersebut.
Suara.com - Ria Ricis menjadi perbincangan setelah mengunggah foto kunjungannya ke lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.
Bukan hanya aksinya membantu di area terdampak, melainkan caption bertuliskan "KidZania 2026" yang justru memancing kritik tajam dari warganet.
Unggahan tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna internet menilai pilihan kata Ria Ricis tidak tepat karena lokasi yang dikunjunginya berkaitan dengan bencana lingkungan dan penderitaan masyarakat terdampak.
Lantas kenapa Ria Ricis dihujat saat datangi lokasi Karhutla Kalimantan? Ini kronologi lengkapnya.
Gaya Ria Ricis di Lokasi Karhutla
Bermula dari unggahan yang dibagikan oleh Ria Ricis ketika dirinya mengenakan pakaian putih dan rompi hijau saat berada di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Saat itu, ia terlihat ikut menyiram air di area tersebut bersama beberapa orang petugas. Melalui caption, ia pun menyampaikan pesan agar masyarakat tetap memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan meskipun api telah berhasil dipadamkan.
![Ria Ricis saat kunjungi lokasi Karhutla Kalimantan. [Threads]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/08/62399-ria-ricis-saat-kunjungi-lokasi-karhutla-kalimantan-threads.jpg)
"Cepat sehat Indonesiaku. Walaupun api sudah padam, tetap harus selalu dibasahi," tulis Ria Ricis, dikutip Sabtu (8/11/2026).
Namun, unggahan tersebut tidak hanya mendapatkan respons positif. Sebagian warganet justru mempertanyakan penampilan dan aktivitasnya selama berada di lokasi karena dianggap tidak sesuai kondisi.
Caption KidZania 2026 Picu Gelombang Kritik
Kontroversi kian memanas, ketika Ria Ricis membagikan dua foto melalui akun Threads miliknya, @riaricis1795.
Dalam foto tersebut, mantan istri Teuku Ryan itu terlihat memajang dua foto, masing-masing ketika dirinya berpose dengan latar belakang langit Kalimantan dan foto saat memberikan santunan.
Alih-alih menuai simpati, perhatian publik semakin tertuju kepada Ria Ricis setelah ia menambahkan tulisan "KidZania 2026" pada unggahan tersebut.
Caption itu dianggap tidak sensitif karena KidZania dikenal sebagai tempat hiburan dan edukasi anak melalui permainan peran berbagai profesi. Sementara itu, lokasi yang dikunjungi Ricis berkaitan dengan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Perbedaan konteks tersebut membuat sejumlah warganet menilai penggunaan istilah KidZania tidak pantas.
Kritik pun bermunculan, bahkan ada yang mempertanyakan apakah kunjungan tersebut benar-benar berorientasi pada aksi kemanusiaan atau sekadar kebutuhan konten.
Klaim Caption KidZania Terinspirasi Komentar Warganet
Di tengah ramainya kritik, Ria Ricis memberikan penjelasan mengenai penggunaan caption KidZania yang sempat dipublikasikan.
Ia mengklaim tulisan KidZania dibuat karena meniru komentar warganet yang sebelumnya menyoroti penampilannya saat berada di lokasi Karhutla.
"Bukan aku yang bilang kak, aku cuma ikutin," balasnya usai dituduh niempati.
Namun, penjelasan tersebut belum meredakan kontroversi. Sebaliknya, sebagian pengguna media sosial tetap menganggap penggunaan istilah tersebut tidak tepat untuk menggambarkan situasi di lokasi bencana.
Postingan KidZania Dihapus
Setelah dihujani kritik, unggahan "KidZania" Ria Ricis tampak lenyap dari postingan Threads sang YouTuber. Namun begitu, cibiran dan komentar tetap muncul.
Alih-alih mereda, kritik dan sindiran justru semakin meluas. Beberapa warganet membagikan bidikan layar unggahan yang telah dihapus dan kembali melayangkan komentar pedas ke Ricis.
Sejumlah Figur Publik Ikut Heran
Kontroversi Ria Ricis turut menarik perhatian sejumlah figur publik. Ferry Irwandi dan Pandji Pragiwaksono termasuk yang menyampaikan tanggapan melalui media sosial.
Ferry Irwandi dibuat heran dengan penggunaan istilah KidZania dalam konteks tersebut. "Kok ya bisa gitu kepikiran kondisi kayak gitu dibilang KidZania. Teman-teman jangan kayak gitu ya," tulis Ferry.
Pandji Pragiwaksono juga menyampaikan komentarnya secara singkat. "Kok bisa kepikir KidZania ya," cuitnya.
Sementara itu, Nana Mirdad yang turut buka suara dan berpesan agar aksi membantu korban bencana tidak dijadikan bahan pencitraan maupun konten sarkastik.
Pesan tersebut menekankan bahwa situasi bencana menyangkut kehidupan manusia sehingga perlu disikapi dengan empati dan penghormatan terhadap masyarakat terdampak.
"Teruntuk semuanya yang baca ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Kalau mau bantu, bantu. Jangan dijadikan ajang pencitraan apalagi ajang clickbait yang sifatnya sarkastik. Itu nyawa semua disitu, bukan mannequin. Itu nyawa semua, bukan ajang cari followers atau nama besar. Apapun konteksnya, it’s still degrading dan kualitas hidup manusia di Indonesia ini bukan bahan candaan," tukasnya.