LINIMASA - Perceraian memang selalu menjadi hal yang menyedihkan. Apalagi jika melibatkan anak-anak dalam prosesnya.
Seperti yang dialami oleh Ari Wibowo dan Inge Anugrah yang baru-baru ini mengumumkan perceraian mereka.
Kanal YouTube Investigasi Artis, Jumat (5/5/2023) dengan lebih dari 95 ribu pengikut telah membagikan video yang cukup mengejutkan mengenai detik-detik perceraian Ari Wibowo dan Inge Anugrah.
Narasi dari video tersebut, terlihat kedua anak Ari Wibowo dengan sedih mengusir ibunya dari rumah di tengah prahara rumah tangga yang terjadi.
"Detik-detik anak Ari Wibowo pilih usir Inge Anugrah dari rumah: Mommy yang keluar Cepat!" demikian judul video tersebut.
Pada bagian sampul video, terlihat bahwa narasi yang sama diulang-ulang dan foto Inge, Ari, dan salah satu anak mereka dipajang.
Hal ini sangat mengejutkan mengingat banyaknya rumor yang beredar mengenai perceraian Ari dan Inge, salah satunya adalah Inge berselingkuh dengan orang lain, yang kemudian diakui oleh Ari di sebuah program televisi swasta.
Video tersebut berdurasi 4 menit 39 detik dan berhasil menarik perhatian banyak pihak, jumlah tayangannya yang mencapai lebih dari 26 ribu kali menjadi bukti jika hal tersebut menarik perhatian masyarakat.
Hasil Penelusuran Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, terungkap bahwa video yang diunggah oleh kanal YouTube Investigasi Artis tidak sepenuhnya mengandung informasi yang benar.
Kenyataannya, momen Inge Anugrah yang diusir dari rumah terjadi ketika kedua anak Ari Wibowo ditanya untuk memilih tinggal bersama ayah atau ibu mereka.
Saat itu, Kenzo dan Marco dengan tegas memilih untuk tinggal bersama ayah mereka, Ari.
Setelah ditelusuri, ternyata Kenzo dan Marco merasa bahwa ibu mereka terlalu banyak memberikan aturan ketat terhadap kehidupan mereka.
Tim dari kanal YouTube Ari Wibowo menanyakan kepada anak-anaknya, "Jika kalian harus tinggal bersama salah satu dari orangtua kalian, Daddy atau Mommy, siapa yang akan kalian pilih?".
Dengan kompak, Marco dan Kenzo menjawab, "Daddy lah, Mommy yang keluar. Terlalu banyak aturan".