LINIMASA - Muadzin merupakan sebutan bagi seseorang yang mengumandangkan adzan.
Bagi seseorang yang sering ke masjid pasti pernah melihat muadzin menutup telinganya saat mengumandangkan adzan. Ternyata hal itu mempunyai alasan beserta hikmahnya tersendiri.
Ulama kharismatik Buya Yahya pun memaparkan alasan dibalik seorang muadzin menutup telinga saat kumandangkan adzan.
Menurut Buya Yahya, menutup telinga saat mengumandangkan adzan hukumnya sunnah.
"Adzan itu memang diajarkan dan itu disunahkan, jadi kalau adzan itu meletakkan jemarinya di telinga (sambil menempelkan ujung jari telunjuk ke lubang telinga) itu disunnahkan," kata Buya Yahya dikutip dari akun YouTube Al Bahjah TV pada Selasa (13/6/2023).
Adapun menempelkan ujung jari telunjuk ke telinga memiliki hikmah tersendiri bagi muadzin maupun orang lain.
"Adapun hikmahnya dibalik itu, karena Dia (muadzin) akan mengangkat suara, tentunya biar bagi dirinya adalah rasa nyaman, supaya kupingnya sendiri tidak terlalu kekerasan dengan suaranya," kata Buya Yahya.
Selain itu, Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa dengan menutup telinga maka bagi orang tuna rungu menjadi paham bahwa muadzin sedang mengumandangkan adzan.
"Bagi orang Tuna Rungu pun akan paham kalo Dia (Muadzin) lagi adzan," ujarnya.
Buya Yahya juga memperingatkan bahwasannya mengumandangkan adzan dengan menutup telinga atau tidak tetap sah dan tak menjadi masalah.
"Kalau make begini (sambil menaruh telunjuk ke telinga) itu Alhamdulillah ada aturannya ada bimbingannya, kalau seandanya ga pakai begitu juga ndak masalah, sebab adzan sendiri itu adalah sunnah," tuturnya.