LINIMASA - Belakangan ini, beredar sebuah narasi yang menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan mundur dari pencalonan presiden karena jagoannya di balap Formula E mengalami kekalahan terus-menerus.
Narasi ini mengundang perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Namun, melalui pemeriksaan fakta yang teliti, ternyata narasi tersebut tidaklah benar. Narasi yang beredar di media sosial tersebut disertai dengan tangkapan layar dari sebuah artikel di situs web yang diduga milik dari sindonews.com yang menampilkan Anies Baswedan dengan judul yang cukup provokatif.
Artikel tersebut menampilkan cuplikan pernyataan yang diklaim berasal dari Anies Baswedan yang mengatakan bahwa kekalahan jagoannya di Formula E merupakan pertanda bahwa pencapresannya sudah batal dan ia memutuskan untuk mundur.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata narasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Beberapa lembaga pengecek fakta, seperti Linimasa Suara dan Turnbackhoax.id, telah menguji kebenaran narasi tersebut dan menyimpulkan bahwa itu adalah informasi yang menyesatkan.
Pertama-tama, narasi tersebut menyebutkan bahwa Anies Baswedan menyaksikan balapan Formula E pada malam minggu dan jagoannya selalu mengalami kekalahan. Namun, fakta menunjukkan bahwa balapan Formula E di Jakarta, yang disebutkan dalam narasi, sebenarnya digelar pada siang hingga sore hari di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Pantai Carnaval, Jakarta.
Ini menunjukkan bahwa narasi tersebut salah mengenai waktu penyelenggaraan balapan. Selain itu, narasi tersebut juga menyebutkan bahwa jagoan Anies Baswedan di Formula E, yang disebut antek Yaman, selalu kalah.
Namun, fakta yang telah diperiksa menunjukkan bahwa pengemudi yang dimaksud, yaitu Mitch Evans, tidak mengalami kekalahan terus-menerus. Pada kejuaraan Formula E Round 10, Mitch Evans mengalami kegagalan finis (Did Not Finish), sementara pada Round 11, ia berhasil meraih posisi ketiga.
Hal ini menunjukkan bahwa narasi tersebut tidak akurat dalam menyajikan informasi mengenai hasil balapan Formula E. Lebih lanjut, melalui penelusuran yang dilakukan oleh Turnbackhoax.id, diketahui bahwa Anies Baswedan masih aktif dalam kegiatan kampanye sebagai calon presiden dari Partai NasDem.
Hal ini dapat dilihat dari unggahan video dan gambar yang berkaitan dengan pencapresannya di akun Instagram resmi Anies Baswedan dan Partai NasDem. Informasi ini menunjukkan bahwa narasi mengenai pengunduran diri Anies Baswedan tidak berdasar.
Baca Juga: Reuni Bersama Messi, Sergio Busquets Tertarik Begabung Inter Miami
Dengan demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan fakta yang teliti, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan Anies Baswedan mundur dari pencalonan presiden karena jagoannya di Formula E kalah terus-menerus adalah tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa narasi tersebut didasarkan pada informasi yang menyesatkan dan tidak akurat.
Tentu saja, dalam konteks pemilihan presiden, setiap calon memiliki alasan dan pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan apakah akan melanjutkan atau mundur dari pencalonan. Namun, dalam kasus yang sedang diperdebatkan ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Anies Baswedan mundur karena jagoannya di Formula E mengalami kekalahan.
Kesimpulan
Konten yang menarasikan Anies Baswedan Mundur dari pencalona Capres gara-gara jagoanya kalah di Formula E termasuk kategori konten HOAX.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).