Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli

Suara Linimasa Suara.Com
Kamis, 06 Juli 2023 | 18:15 WIB
Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli
ilustrasi sedang olahraga (unsplash.com/ŞULE MAKAROĞLU)

LINIMASA - Dahulu protein hanya dikonsumsi oleh binaragawan, akhir-akhir ini semakin banyak suplemen olahraga yang dikonsumsi oleh kalangan biasa.

Berbagai produk dalam bentuk bubuk hingga pil dipsarkan sebagai bagian penting dalam upaya menjadi bugar.

Dikutip dari laman Sciencealert.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung gym menjadikan minuman protein sebagai bagian dari olahraga yang dilakukan. 
Protein memang penting untuk tubuh kita, protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan rusak, sumber energi dan membentuk hormon dan enzim.

Banyak orang mengonsumsi protein untuk menambah massa otot, menurunkan berat badan dan membantu kinerja optimal latihan mereka.

Namun, apakah semua orang perlu untuk mengonsumsi makanan atau minuman mengandung protein tinggi?

Menurut para ahli menyebutkan bahwa konsumsi protein dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran, membentuk otot dan percepatan pemulihan setelah latihan.

Latihan mengangkat beban konsumsi protein dapat merangsang proses yang disebut “sintesis protein otot”, merupakan sebuah proses alami pembentukan otot baru dan memperbaiki jaringan otot yang rusak.

Efek ini akan meningkat apabila dibarengi dengan konsumsi protein baik sebelum maupun sesudah latihan. Takaran protein yang diperlukan masih menjadi perdebatan para ahli, sebagian besar percaya bahwa cukup konsumsi 20 sampai 25 gram protein cukup untuk memaksimalkan sintesis protein otot.

Konsumsi protein juga dapat mendukung penurunan berat badan dan kontrol kalori. Kandungan protein dapat meningkatkan pelepasan hormon yang mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.

Baca Juga: Hatur Nuhun Lagi, Persib Depak Ricky Kambuaya ke Dewa United

Penelitian juga menunjukkan diet tanpa konsumsi protein pun tidak menunjukkan perbedaan besar dibanding penggunaan diet protein tinggi.

Perlu atau tidaknya penggunaan protein hal itu didasarkan pada tubuh masing-masing individu, para ahli tetap menyarankan konsumsi makanan utuh sebagai sumber energi dan nutrisi tubuh kita.

Penggunaan protein tambahan mungkin tidak ada salahnya selama digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda. Kontributor: R. Inayah.

Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli

LINIMASA - Dahulu protein hanya dikonsumsi oleh binaragawan, akhir-akhir ini semakin banyak suplemen olahraga yang dikonsumsi oleh kalangan biasa.

Berbagai produk dalam bentuk bubuk hingga pil dipsarkan sebagai bagian penting dalam upaya menjadi bugar.

Dikutip dari laman Sciencealert.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung gym menjadikan minuman protein sebagai bagian dari olahraga yang dilakukan. 
Protein memang penting untuk tubuh kita, protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan rusak, sumber energi dan membentuk hormon dan enzim.

Banyak orang mengonsumsi protein untuk menambah massa otot, menurunkan berat badan dan membantu kinerja optimal latihan mereka.

Namun, apakah semua orang perlu untuk mengonsumsi makanan atau minuman mengandung protein tinggi?

Menurut para ahli menyebutkan bahwa konsumsi protein dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran, membentuk otot dan percepatan pemulihan setelah latihan.

Latihan mengangkat beban konsumsi protein dapat merangsang proses yang disebut “sintesis protein otot”, merupakan sebuah proses alami pembentukan otot baru dan memperbaiki jaringan otot yang rusak.

Efek ini akan meningkat apabila dibarengi dengan konsumsi protein baik sebelum maupun sesudah latihan. Takaran protein yang diperlukan masih menjadi perdebatan para ahli, sebagian besar percaya bahwa cukup konsumsi 20 sampai 25 gram protein cukup untuk memaksimalkan sintesis protein otot.

Konsumsi protein juga dapat mendukung penurunan berat badan dan kontrol kalori. Kandungan protein dapat meningkatkan pelepasan hormon yang mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.

Penelitian juga menunjukkan diet tanpa konsumsi protein pun tidak menunjukkan perbedaan besar dibanding penggunaan diet protein tinggi.

Perlu atau tidaknya penggunaan protein hal itu didasarkan pada tubuh masing-masing individu, para ahli tetap menyarankan konsumsi makanan utuh sebagai sumber energi dan nutrisi tubuh kita.

Penggunaan protein tambahan mungkin tidak ada salahnya selama digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda. Kontributor: R. Inayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI