LINIMASA - Beredar kabar anak Ketua RT menjebloskan Dewi Perssik ke penjara, lantaran tidak terima ayahnya difitnah Depe soal sapi kurban pada Idul Adha kemarin.
Klaim tersebut sebagaimana terdapat dalam unggahan kanal YouTube HOT KISSS pada Kamis (6/7/2023).
"BERBUNTUT PANJANG ! Tak Terima Sang Ayah Di Fitnah, Anak Ketua RT Bakal Jebloskan DEPE Ke Penjara.!!," tulis judul video.
"ANAK KETUA RT DARI ARAB. Tak Terima Sang Ayah Di Fitnah Anak Pak RT Bakal Jebloskan Depe Ke Penjara," bunyi keterangan thumbnail video.
Tampak potret Depe dan anak Ketua RT pada sampul thumbnail unggahan video tersebut.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim video ini?
Setelah ditelusuri, tim cek fakta Linimasa Suara tidak mendapatkan bukti valid atas klaim yang menyebut anak Ketua RT menjebloskan Dewi Perssik ke penjara.
Alih-alih begitu, narator hanya menarasikan kejadian kisruh sapi kurban antara Depe dengan Ketua RT bernama Malkan di daerah tempat tinggalnya.
Selain itu, dalam video itu juga dijelaskan perkara ini sempat diselidiki oleh pihak kepolisian, lantaran sudah heboh tersebar di media sosial.
Artinya, antara judul dengan isi video sangat bertolak belakang. Sehingga kebenaran dalam informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sampai saat ini, video berdurasi 2 menit 46 detik itu telah ditonton 125 kali tayangan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan klaim yang menyebut anak Ketua RT menjebloskan Dewi Perssik ke penjara lantaran tidak terima ayahnya difitnah Depe merupakan informasi keliru alias hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].