LINIMASA - Beredar kabar yang menyebutkan bahwa Persib Bandung resmi mengumumkan sosok pelatih baru pengganti Luis Milla, Benjamin Mora. Disebutkan bahwa eks pelatih Johor Darul Ta'zim (JDT) tersebut sepaket dengan Levy Madinda.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Lingkar Football melalui sebuah unggahan video pada Jumat (21/7/2023). Dalam waktu 2 jam, unggahan video tersebut sudah ditonton sebanyak 2,9 ribu kali.
"Alhamdulillah Sudah Di UmumkanWilujeng Sumping Benjamin Mora satu paket Dengan Levy Madinda," judul unggahan video itu.
Thumbnail video memperlihatkan bebrapa foto Benjamin Mora beserta logo Persib Bandung. "RESMI DIKONTRAK 2 TAHUN, WILUJENG SUMPING BENJAMIN MORA," narasi yang termuat dalam thumbnail video.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Setelah ditonton hingga akhir, video berdurasi 2 menit 57 detik tersebut tidak berisi tentang kabar ataupun tayangan Persib mengumumkan pelatih barunya pengganti Luis Milla.
Alih-alih memberikan bukti valid, narator dalam video malah membahas tentang rumor kemungkinan Benjamin Mora yang bakal menjadi pelatih Persib Bandung.
Dilihat dari akun Instagram @persib, tidak ada unggahan terbaru yang berisi pengumuman mengenalkan pelatih baru pengganti Luis Milla.
Baca Juga: Kabar Duka, Arya Saloka Dirawat setelah Hengkang dari Ikatan Cinta, Cek Faktanya
Unggahan terbaru Persib di akun Instagramnya, bukanlah mengenalkan pelatih baru, melainkan pemain baru pengganti Tyronne del Pino, yakni Levy Madinda.
Berdasarkan penelusuran, tidak ada bukti valid yang menyebut Persib mengenalkan pelatih baru Benjamin Mora sehingga klaim video unggahan kanal YouTube Lingkar Football itupun kemungkinan merupakan keliru.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video kanal YouTube Lingkar Football berjudul "Alhamdulillah Sudah Di UmumkanWilujeng Sumping Benjamin Mora satu paket Dengan Levy Madinda," merupakan informasi keliru alias hoaks.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.