LINIMASA - Beredar kabar yang menyebutkan bahwa pelatih baru Kim Do-hoon bakal merapat ke kubu Persib menjelang laga kontra Persik Kediri di lanjutan Liga 1 2023/2024. Disebutkan pula bahwa Levy Madinda akan bermain di laga yang dihelat pada Sabtu 928/7/20230, mendatang.
Informasi tersebut dibagikan oleh kanal YouTube HF SPORT melalui sebuah unggahan video berdurasi 3 menit 50 detik, pada Selasa (25/7/2023).
"Jelang Lawan Persik! Persib Bandung Mainkan Levy Madinda Dan Pelatih Baru Kim Do-hoon Merapat!" judul unggahan video itu.
Thumbnail video memperlihatkan Kim Do-hoon yang tampak mengenakan jaket berlogo Persib dan Madinda yang sudah mengenakan jersey biru Persib.
"Berita terbaru Persib: Persib kedatangan pelatih baru dan Levy Madinda lawan, ini komentar Levy Madinda siap bermain bagi Persib," narasi yang ditulis dalam gambar sampul video menggunakan huruf kapital.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta, tidak ditemukan adanya bukti valid yang membenarkan klaim video tersebut di mana Kim Do-hoon merapat ke Persib dan Levy Madinda bakal main lawan Persik.
Alih-alih memberikan bukti akurat terkait klaim yang disebutkan dalam judul dan gambar sampul, narator dalam video justru menyodorkan rumor terkait Kim Do-hoon yang diisukan bakal menggantikan Luis Milla di Persib.
Selain itu, narator pun membacakan ulang berita yang dimuat di laman resmi klub terkait Levy Madinda yang sudah tak sabar dan siap membela Persib.
Faktanya, hingga kini belum ada kepastian kapan Levy Madinda akan bergabung dengan skuad Maung Bandung. Selain itu, tidak ada pula fakta terkait bergabungnya mantan asisten Shin Tae-yong, Kim Do-hoon merapat ke Persib.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video kanal YouTube HF SPORT berjudul "Jelang Lawan Persik! Persib Bandung Mainkan Levy Madinda Dan Pelatih Baru Kim Do-hoon Merapat!" merupakan kabar keliru.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.