LINIMASA - Putri kandung Pinkan Mambo, MA menceritakan kronologi saat dirinya menyelamatkan diri dari jeratan keluarga dan ayah tirinya. MA merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah tirinya.
Semula, kata dia, Pinkan Mambo melarang MA bercerita terkait kelakuan bejat yang dilakukan ayah tirinya itu. Namun, MA sudah merasa tak nyaman dan memutuskan untuk keluar dari rumah.
Ia pun memutuskan untuk menelepon ayah kandungnya, Sandy Sanjaya, dan meminta untuk menjemputnya dari rumah Pinkan Mambo.
"Aku telepon papa sambil nangis, aku minta papah untuk jemput, udah gak tahan banget," kata MA melansir dalam obrolan dengan Febi Rose yang tayang di kanal YouTube Feni Rose Official, Minggu (30/7/2023).
MA mengaku keluar dari rumah secara sembunyi-sembunyi. Anak berusia 17 tahun tersebut menunggu Pinkan Mambo dan suaminya, Steve Wantania terlelap.
"Aku keluar dari rumah itu sembunyi-sembunyi jadi aku tunggu mereka pas udah tidur," katanya.
"Aku keluar dari jendela rumah karena gak mau ninggalin jejak kayak, oh ini kenapa pintunya terbuka," tambah MA.
Setelahnya, MA pun berlari menjemput kebebasannya dari cengkraman ayah tiri, Steve Wantania.
"Aku lari ke mobil papah (Sandy Sanjaya), dan aku dibawa pulang ke rumah keluarga papa," ujarnya.
Baca Juga: Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri, MA Anak Pingkan Mambo Kerap Ngigau
MA menyadari jika sang ibu, Pinkan Mambo pasti bakal marah dan kalau tidak memberi kabar maka akan melapor ke polisi.
"Karena tahu sikap mami bakal gimana, kita ngabarin mami sebelum dia ngabarin kita. karena mami bakal bilang pasti kemana anak aku, akan lapor polisi kalau gak ada kabar sekarang juga," ujarnya.
Terkini, Steve Wantania sudah dinyatakan bersalah melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur, dan divonis penjara 9,5 tahun.