Istri Presiden Soekarno, Ratna Sari Dewi sering disebut sebagai mantan geisha atau wanita penghibur.
Rupanya, hal itu ditolak mentah-mentah oleh istri ke-6 presiden pertama Republik Indonesia itu.
Ketika ditanya, Ratna Sari Dewi nampak mempertanyakan balik bagaimana dirinya bisa menjadi seorang wanita penghibur.
Sambil menggeleng-gelengkan kepala, wanita asal Jepang ini mengaku tidak mengerti mengapa ada rumor bahwa dirinya adalah wanita penghibur.
“Mana bisa ya? Bagaimana bisa?” jawab Ratna Sari Dewi, dalam video yang tayang di kanal YouTube Ahmad Zaki, mengutip HOPS.ID, jaringan suara.com, pada Minggu, (27/11/2022".
“Saya kurang mengerti,” katanya, sambil menggelengkan kepala.
Sementara dalam kesempatan lain, Ratna Sari Dewi mengaku dirinya adalah seorang mahasiswi seni dan pelukis ketika pertama kali bertemu Soekarno.
“I was art student, I was painter (saya dulunya seorang mahasiswi seni, seorang pelukis),” katanya.
Dirinya mengaku, bertemu Soekarno di sebuah pesta saat sang presiden mengunjungi Jepang pada Juni 1959.
Baca Juga: Kim Min Kyu Berencana Wajib Militer, Bagaimana Nasib Holy Idol?
“My husband made a visit to Tokyo and to Japan in 1959 on June. And then I met him in one big party (Suamiku mengunjungi Tokyo Jepang pada Juni 1959. Dan kemudian saya bertemu dengannya di sebuah pesta besar,” ungkapnya.
Diketahui, Kartika Sari Dewi lahir di Jepang dengan nama Naoko Nemoto pada 6 Februari 1940.
Saat berusia 19 tahun, ia bertemu dengan Soekarno yang telah berumur 57 tahun sewaktu sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang.
Tak lama kemudian, Sukarno mengundang Naoko ke Indonesia, hingga keduanya memutuskan menikah.
Sebelum menjadi istri Sukarno, ia adalah seorang pelajar dan entertainer. Namun beredar gosip bahwa dirinya telah bekerja sebagai geisha.