Beredar video dua orang siswa dan siswi SMA terbaring lemas di ruang UKS. Mereka diduga kritis setelah menjalani hukuman push di sekolah sebanyak 50 kali.
Video tersebut kembali dinggah @pembasmi.kehaluan.reall, pada 16 Desember 2022.
"Ngeri, Beredar video viral yang memperlihatkan dua siswa di Jombang, Jawa Timur terbaring kritis usai diduga dihukum push up oleh guru mereka sebanyak 100 kali. Lantaran dalam kondisi kritis, dua siswa yang dihukum push up oleh gurunya itu langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Jombang," tulis akun instagram pembasmi.kehaluan.reall.
Di video itu tampak seorang siswa laki-laki terbaring lemas dan dikipas-kipas oleh teman-temannya.
Sementara di sebelahnya juga terbaring lemas seorang siswi. Siswi lainnya tampak mencoba memberikan bantuan pernapasan untuknya.
Diketahui kejadian tersebut terjadi Jombang, Jawa Timur. Kedua pelajar itu bernama Indra Cahyo Kurniawan dan Nabila Salsa, pelajar SMA Negeri 3 Jombang.
Setelah mengetahui kritis, akhirnya kedua siswa dan siswi itu dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Jombang.
Dilansir dari makassar terkini jaringan suara.com, kejadian tersebut berawal saat keduanya dilaporkan mengalami kram dan sesak napas setelah mendapat hukuman dari guru.
Mereka dihukum karena kedapatan pulang sebelum waktunya oleh seorang guru berinisial Y.
Akibatnya, mereka harus dihukum push up sebanyak 50 kali dan squat jump dengan satu kaki sebanyak 50 kali.
Baca Juga: Vivo S16 Dipastikan Rilis 22 Desember, Ini Bocoran Spesifikasinya
Akhirnya video itu dibenarkan, satu korban bernama Indra Cahya Kurniawan. Menurut pengakuannya, kejadian itu berlangsung di UKS SMAN 3 Jombang, Senin (12/12) siang.
“Kalau pingsan saya kira Hoax ya, waktu itu saya sedang berada di UKS dan kondisi tangan kram,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.
Namun, ia membenarkan baru saja dihukum oleh guru tersebut.
“Pertama 50x, tapi saya lakukan sekitar 30-40x, sudah sakit badan kemudian berhenti. Setelah itu disuruh lagi 50x, tapi saya lakukan juga cuma 30x. Setelah itu nafas tersengal terus ke UKS dan keram di sana,” lanjutnya.