Konten mandi lumpur yang disiarkan langsung di TikTok mendapat kecaman dari masyarakat. Seorang pengusaha, Jhon LBF, bahkan sampai buka suara terkait fenomena tersebut.
Dalam akun TikTok @jhon.lbf_official, ia meminta orang di balik siaran langsung orang tua mandi lumpur tersebut untuk menghentikan aksinya. Jhon LBF bahkan siap memberikan pekerjaan untuk orang di balik siaran langsung itu.
"Saya minta Anda hentikan siksa orang tua! Sebagai gantinya Anda bisa kerja di perusahaan saya," ucap Jhon LBF.
Namun, orang di balik siaran langsung mandi lumpur tersebut menolak tawaran pekerjaan tersebut. Ia malah meminta uang Rp200 juta kepada Jhon LBF.
"Kalau mas John LBF Official tidak mau melihat kami live streaming di Tiktok seperti ini, transfer kami 200 juta, mas John. Karena mas John orang kaya yang bisa liburan kesana-kemarin, transfer kami 200 juta. Untuk modal usaha di keluarga kami, karena kami gak punya uang. Kami janji tidak akan streaming lagi jika sudah ditransfer oleh mas Jhon, terima kasih mas Jhon, mohon konfirmasinya," ujar sosok di balik konten mandi lumpur tersebut, dilansir dari akun TikTok @intan_komalasari92.
Belakangan, diketahui bahwa sosok di balik konten mandi lumpur itu adalah Sultan Akhyar. Lelaki tersebut baru saja diundang ke acara TV Pagi Pagi Ambyar, Kamis (19/1/2023).
Dikutip dari YouTube TRANS TV Official, Kamis (19/1/2023), Rian Ibram sebagai host bertanya kepada Sultan Akhyar mengenai alasannya menolak tawaran pekerjaan tersebut dan malah meminta uang Rp200 juta kepada John LBF.
Sultan Akhyar pun menjawab alasannya meminta uang Rp200 juta, yaitu untuk membantu masyarakat di desanya.
"Alasannya simpel sih. Ini tujuannya untuk membantu masyarakat. Kalau saya ditransfer Rp200 juta, ini tujuannya nanti saya bagi-bagi ke masyarakat, ke keluarga saya yang di sana yang ikut live, supaya utang atau apa terhapus dari sana, dari desa kami," jawab Sultan Akhyar.
Baca Juga: Hasil Porseni NU 2023: Patahkan Dominasi DIY, Jakarta Juara Cabor Bulu Tangkis Pelajar Beregu
Sontak saja jawaban Sultan Akhyar membuat warganet emosi. Mereka tidak percaya kalau pemuda tersebut benar-benar akan membagi-bagikan uang transferan tersebut kepada masyarakat di desanya.
"Nggak mungkin kalau ditransfer Rp200 juta mau dibagi-bagi, pasti diembat sendiri," tulis warganet.
"Dari nada bicaranya orang ini gak bisa dipercaya. Jangan dipekerjakan, penjarakan saja kalau masih ngeyel," balas warganet lain emosi.
"Kok enak sekali cara berpikirnya, biar segala utang-utang keluarga lunas. Hadeh," kata warganet yang lain.
"Masih muda, malas bekerja keras, orang tua dijadikan budaknya untuk mengemis. Anak muda jaman sekarang ini, banyak yang durhaka kepada orang tuanya," pungkas warganet.