Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat 10 pejabat yang ditangkap karena terbukti menggelapkan uang negara miliaran rupiah demi Pondok Pesantren Al Zaytun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 339 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 23 Mei 2023.
"TERBUKTI GELAPAKAN UANG NEGARA MILIYARAN DEMI AL ZAYTUN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (23/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"10 PEJABAT PELINDUNG AL ZAYTUN DI AMANKAN
GELPAKN UANG NEGARA MILIYARAN RUPIAH DEMI AL ZAYTUN"
Namun begitu, apakah benar terdapat 10 pejabat yang ditangkap karena terbukti menggelapkan uang negara miliaran rupiah demi Pondok Pesantren Al Zaytun?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait 10 pejabat yang diamankan pihak berwajib.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat 10 pejabat yang ditangkap karena terbukti menggelapkan uang negara miliaran rupiah demi Pondok Pesantren Al Zaytun.
Baca Juga: Tak Cuma Membersihkan Komedo, Inilah 5 Manfaat Clay Mask untuk Kulit Wajah
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan terdapat 10 pejabat yang ditangkap karena terbukti menggelapkan uang negara miliaran rupiah demi Pondok Pesantren Al Zaytun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat 10 pejabat yang ditangkap karena terbukti menggelapkan uang negara miliaran rupiah demi Pondok Pesantren Al Zaytun merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].