Beredar kabar yang menarasikan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut diusir dari Kemenag karena melindungi Pondok Pesantren Al Zaytun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 339 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 24 Mei 2023.
"AKIBAT LINDUGI AL ZAYTUN GUS YAQUT BERAKHIR BEGINI" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (24/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"DI LUAR DUGAAN
YAQVT DI USIR DARI KEMENAG
SELURUH MENTERI AKHIRNYA SEPAKAT LAKUKAN INI"
Namun begitu, apakah benar Gus Yaqut Diusir dari Kemenag?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Gus Yaqut diusir dari Kemenag.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Gus Yaqut memberikan perlindungan khusus untuk Pondok Pesantren Al Zaytun.
Baca Juga: Jatim Media Summit 2023, Anggota Dewan Pers: Biar Lokal, Berfikir dan Bertindak Global!
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Gus Yaqut Diusir dari Kemenag karena melindungi Ponpes Al Zaytun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Gus Yaqut Diusir dari Kemenag karena melindungi Ponpes Al Zaytun merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].